Tampilkan postingan dengan label Some Study. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Some Study. Tampilkan semua postingan

20150611

Psikopat Tidak Ditemukan Dalam DSM IV

Psikopat adalah suatu gejala kelainan yang sejak dulu dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat. Istilah psikopat yang sudah sangat dikenal masyarakat justru TIDAK DITEMUKAN DALAM (TIDAK DITEMUKAN DALAM) Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) IV. psikopat tidak tercantum dalam daftar penyakit, gangguan atau kelainan jiwa di lingkungan ahli kedokteran jiwa Amerika Serikat. Psikopat dalam kedokteran jiwa masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial. Selain psikopatik, ada gangguan prilaku antisosial, perilakunya didominasi oleh kehendak sendiri yang sangat impulsive, asosial, dan amoral yang masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial.

Sumber: http://dokterindonesiaonline.com/tag/diagnostic-and-statistical-manual-of-mental-disorder/

Wanita Banyak Menangis Kecuali Saat Massa Pubbertas

1) Pria memiliki saluran air mata yang lebih besar di mata mereka, sehingga kecil kemungkinan untuk membuat air mata ke titik tumpah dari kelopak mata ke pipi.
2) Perempuan memang memiliki saluran air mata yang lebih pendek dan dangkal. Penelitian itu dilakukan dengan mengukur tengkorak pria dan wanita.
3) Testosteron, juga akan menghambat keluarnya air mata.
4) Pasien laki-laki yang mengidap kanker prostat misalnya, akan lebih cenderung menjadi lebih emosional ketika diobati dengan obat yang menurunkan kadar testosteron mereka.
5) Air mata emosional mengandung prolaktin, hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis yang berhubungan dengan emosi.Wanita dewasa cenderung memiliki kadar prolaktin serum hampir 60 persen di atas rata-rata dari pria. Sebelum pubertas, kadar serum prolaktin pada perempuan dan laki-laki sama.
Sumber: http://health.kompas.com/read/2015/01/20/112630323/Mengapa.Wanita.Lebih.Sering.Menangis.daripada.Pria.?utm_source=bola&utm_medium=bp&utm_campaign=related

Strategi Kampanye

1) ...orang yang mudah merasa jijik cenderung memiliki pandangan politik yang konservatif (mendukung nilai-nilai tradisional); 2) Kampanye partai politik atau artikel di media yang menyertakan kata-kata "bau busuk" atau "menjijikkan" untuk mengomentari kebijakan atau program kerja partai, bisa jadi memiliki dampak signifikan bagi para pemilih; 3). ... orang-orang yang lebih suka mengingat informasi negatif dan membiarkan emosi negatif mempengaruhi atau mendominasi mereka saat mengambil keputusan. ... tindakan seorang politikus melakukan "kampanye hitam" dengan menjelek-jelekkan lawan, bisa meningkatkan angka partisipasi politikus yang menyerang lawan; 4) ...para pemilih secara tidak sadar menghukum politikus-politikus ketika situasi berubah tidak sesuai dengan harapan mereka, bahkan ketika situasi itu sebenarnya tidak terkait sepenuhnya dengan politik. (Misal: Keadaan cuaca yang ekstrem)
Mungkin permainannya:
1. Dilarang menggunakan kata-kata jorok saat kampanye.
2. Diperbolehkannya 'black campaign'.
3. Dilarang berkampanye di daerah dengan kondisi tidak menentu, tidak merata, bergejolak, labil dan sejenisnya.
**Selamat bermain**

Sumber: http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2015/06/150601_vert_fut_voting?SThisFB&fb_ref=Default

20150324

‎Arek Psikologi Yang Neurotik‬

Halnya kemampuan memahami -diagnosa- dan menghindari depresi saat stress. Sehingga tidak mengalami depresi.
Jika ada banyak alasan kenapa seseorang tidak merokok!. 'Arek psikologi' harus punya alasan kenapa merokok??.
(Pertanyaan yang sama ketika dihadapkan pada permasalahan kebiasaan sederhana tapi dapat memberikan dampak negative)
Alasan Ini dilakukan untuk menghindari penilaian sebagai kepribadian yang IMPLUCIVE atau mengikuti dorongan hati yang cenderung dikuasai alam bawah sadar atau tidak mampu menguasai alam sadar. Sehingga dapat mengurangi penilaian orang lain terhadap dirinya. ‪#‎Sadar_Sabar‬‪#‎Sabar_Sadar‬
— at Pinggir Embong Mbek Rokokan


20130926

Tidak kaku berarti memakai topeng

"Tidak kaku berarti memakai topeng. Kemana-mana pakai topeng. Karena hanya pemakai topeng saja lah selain sulit di diteksi juga tidak kaku, luwes, di terima di semua lingkungan. Masuk lingkungan sana sini begitu mudah. Seketika itu juga pemakai topeng mencari dan menemukan apa yang diinginkan. Dan, sudah menyediakan jawaban atas pertanyaan pada semua lingkungan. Jadi sebenarnya ketidakkakuan patut dicurigai. Termasuk pengusung tema liberalism, sekulerism, dll yang terlalu luwes. Mungkin islam garis keras atau mungkin komunism lebih dapat dipercaya dari pada islam liberal atau apalah itu. #Buka_Topengmu#Apa_Yang_Kamu_Sukai_Belum_Tentu_Baik_Bagimu 

Keluarga Koruptor

"Di tengah-tengah kondisi keluarga yang sedang membutuhkan banyak bantuan terlebih pada pola asuh keluarga yang kurang/ sedikit memberikan perhatian. Dan, reward kepada anaknya; Atau, kondisi keluarga yang terlalu berorientasi sosial tanpa melihat situasi dan kondisi di dalam keluarga terlebih pada pola asuh keluarga yang membiasakan pemberian reward yang salah kepada anaknya; Menghasilkan bibit-bibit koruptor; Agama atau nilai-nilai luhur mengajarkan etika, moral, sabar, jujur, dll akhirnya menjadi hal yang terpenting". #Hypotesa

20110601

IZIN UJI TES DEKONSTRUKSI KE-THEIS-AN

IZIN UJI TES DEKONSTRUKSI KE-THEIS-AN

Entah menarik atau tidak ini bertujuan, sebatas tes seleksi alam pemikiran:

yang kuat makin oke! Yang lemah makin sudah tidak beragama lagi. Atau pura-pura yakin atau berusaha memberontak dengan mengalihkannya pada hal-hal yang menunjukkan keyakinan diri padahal tidak mampu menjawabnya.



Check this:

"tuhan asli kita dibumi". Bumi yang kita singgahi saat ini dengan 100% kita yakini ke-Maha-annya selama ini sehingga kita mampu mempertahankannya secara ilmiah (ilmu di bumi yang diantarannya saling mengkuatkan) atau sebatas yakin. Sehingga tidak mau menjual murah keyakinannya bahkan sampai membela-nya mati-matian. Sekalipun dalam beberapa kasus tetap menggunakan alasan trancendent karena ketidakmampuan menjawab secara nalar (logika).



Apakah "tuhan asli kita dibumi" yang sudah berusaha meyakinkan eksistensi akan ke-Maha-annya pada manusia dengan segala petunjuknya (kitab, malaikat, mukjizat, alam semesta raya, dll) memiliki sejumlah pekerjaan A.W.A.L (menciptakan), mengatur siapa-siapa saja yang layak mendapat petunjuk/ ujian-nya hingga memerintahkan malaikat mencatat siapa-siapa saja yang beriman dan bertakwa. Dan, A.K.H.I.R.N.Y.A setelah kiamat memutuskan siapakah yang layak masuk surga/ tidak. Diantara tuhan-tuhan "di bumi lainnya" dalam pekerjaannya yang mungkin sama.



Mereka (para tuhan-tuhan) menempati waktu dan ruang yang berbeda. Dan mungkin A.K.H.I.R.N.Y.A mereka bersama-sama menempati waktu dan ruang yang sama. Saling menceritakan bagaimana pekerjaan AWAL dan AKHIR mereka. Atau membuat laporan pada tuhan yang lain bahwa pekerjaannya sudah selesai.



PERTANYAANNYA

1. Ingat: hukum kausalitas (sebab-akibat) dan logika sederhana ("ada awal-ada akhir"). Bagaimana tugas "tuhan asli kita dibumi" bumi yang kita singgahi saat ini AKHIRNYA?!, SETELAH pekerjaannya selesai?.

2. Teringat pembicaraan sebuah film (lupa judulnya): "tuhan hanya khayalan orang dewasa" . Apakah "di dunia luar sana" ada tuhan SELAIN "tuhan asli kita dibumi" dan mungkin dengan pekerjaan yang sama, sekalipun kita meyakini ke-Esa-an "tuhan asli kita dibumi"?.



PERTANYAANNYA INTI

1. setelah membaca. Sekarang lebih dahulu percaya mana?! lebih dahulu percaya tuhan atau kitab-nya?. Hayow,,, ngaku!. atau ^^jangan-jangan tidak percaya keduanya.





*saya yang membuat, saya yang bertanggungjawab untuk menjawabnya berdasarkan jawaban yang dulu saya alami http://sarden-kita.blogspot.com/2008/01/berbagi-teheis-dengan-atheis.html. Tapi saya tidak mau bertanggung jawab bila ada pengembangan pertanyaan dan bukan dari jawaban saya.

*Sederhana! Pada intinya semuannya diatas tidak sedikitpun merusak keimanan seseorang dengan "tuhan asli kita dibumi" dalam menjalankan ibadah pada-nya. Hanya saja mempertanyakan keeksistensian-nya setelah akhir dari pekerjaan-nya selesai.^^
====
that negative reaction kills one who use flag qolbu


outdoor ideological values. each bring matter to memperlihat/aju/show. when, those matters gets negative reaction. why not force upon self to react positive. at least

1. equate self (with mengkata: " i am / do similar matter" ) or

2. realize that alive really fluctuate (with mengkata: " i am / melewatin" ) or

3. understand semuan has background that causes manner difference to cover defactiveness (with mengkata: " i also will do when like that same thing" ) or

4. confirm self that clever person learns from another person without see the hind surface (with mengkata: " i only want science pegetahuan" )

5. change patterned thinking that any human really created differ (with mengkata: " you you, i am i, he is he, they" )



that negative reaction doesn't macerate when responsived according to in and doesn't macerate when without memengerti. that negative reaction evoke keparanoidan up to somebody must decide to kill social interaction ritually religious service and mengatasnama qolbu. if (there are) any still one who like this? also that kill ukuwah society (memecah advocate).

Dari Membongkar Sebuh Keyakinan Sampai Cinta Murni

Dari Membongkar Sebuh Keyakinan Sampai Cinta Murni


MEMBONGKAR KEYAKINAN

Jika seseorang murni mencari jalan kebenaran & keadilan.

Ia rela menanggalkan sebentar keyakinan yang ada selama ini.

mengalami konflik batin dalam perhitungan logika yang bias.

Antara setuju dan tidak setuju.

Antara kepercayaan A dan kepercayaan B.

Antara bla,,, bla,,, bla,,, dan bla,,, bla,,, bla,,,

Bilamana tidak menanggalkannya, alasan keyakinan bukanlah alasan subtansial.



Bila ternyata ditemukan alasan yang kuat akan tetapi enggan untuk mengikuti alasan kuat itu maka disebut menjerumuskan diri. Dapat dimungkinkan alasan ketegantungan sosial, ekonomi, dkk-nya ermasuk diancam. Pendekatannya juga hal yang serupa dengan menciptakan ketergantungan/ jaminan yang lebih besar.



Bila ternyata ditemukan alasan yang tidak mengkuatan maka semakin bertambahnya ilmu dan pengetahuan berikut iman seseorang itu.



Bila berhubungan dengan sulitnya merubah keyakinan. Hal yang terekstrem adalah menjadikannya "Nol" (Zero) atau Kosong (istilah brain wash) dengan mendekonstruk keyakinan, dengan metode(?) lalu merekonstruksi bertahap keyakinan apa yang seharusnya di input.





CINTA MURNI

Hemmm,,, dari keterangan diatas -mungkin- dapat diketahui cinta murni seperti apa:

Kerelaan menanggalkan perilaku-perilaku sosial yang nampak selama ini.

Baik materi, jabatan, dkk-nya. Yup! Apa adanya.

Hanya berfokus pada satu. Aku dan Kamu menjadi Kita. Kita untuk selamalamalamalamanyaaa,,,



Diluar itu bila diplesetkan menjadi: Kerelaan menanggalkan perilaku beragama yang nampak selama ini termasuk janji paslu. Tidak lain dan tidak bukan adalah perilaku sexs pra nikah. (note-er tidak menyarankan)



Dalam perjalanannya seseorang akan mengalami konflik batin dalam perhitungan logika yang bias.

Antara "aku sudah berpasangan" dan "ada yang chuwawawawakep!".

Antara rumput tetangga yang hijau dan "rumputku masih kecoklatan".

Antara "aku sudah berpasangan" dan ini kesempatan Huwahhhhhhhh,,, (sambil keluar air dari mulut :p).

Antara bla,,, bla,,, bla,,, dan bla,,, bla,,, bla,,,



Sebuah logika sederhana yang hanya menyajikan dua pilihan yang harus dipilih.



Bila ternyata ditemukan kemurnian cinta yang kuat akan tetapi enggan untuk mengikuti kemurnian cinta itu, maka disebut menjerumuskan diri. Dapat dimungkinkan alasan materi, jabatan, dkk-nya. Bila mau, pendekatannya juga hal yang serupa dengan mengikuti kemauan pasangan.

Mengutip perkataan ibunya M.Arif Ardiansyah: "pasangan itu bisa menjahu/ mendekatkan dari keluarga"



Dalam perjalanannya akan nampak dengan sendirinya cinta siapa yang murni dan -mungkin- sekalipun pernah berhubungan sexs.

riak-riak itu akan muncul akibat ketidakmampuan menyembunyikan persaan yang tidak sejalan atau tidak bisa mengusahakan untuk mentolerir/ membiasakan diri. Semuannya dapat diwujudkan dalam bentuk sikap, perkataan, perilaku, dkk-nya yang konsisten pada akhirnya.



Cara tercepat adalah mengkomunikasikan dengan baik-baik. Bila masih tidak bisa, komunikasikan dengan teman/ keluargannya. Bila masih tidak bisa dan tidak cukup kuat pancing hingga marah, sehingga semuannya yang terpendam keluar. Sebelumnya pastikan tidak ada hal-hal yang memberatkan untuk melakukan ini semua. Berat karena materi, jabatan, dll milik-nya mungkin. Who knows?!.



Bila ternyata ditemukan kemurnian cinta yang kuat maka semakin bertambahnya rasa suwawawawayangk itu. Love Love Love Love meluluuuu,,, muach! muach! muach! muach! muach! muach! muach! muach!.



Bila dalam berhubungan sulit mewujudkan kemurnian cinta. Hal yang terekstrem adalah dalam titik tertentu menjadikannya dalam kondisi goessen II dengan memporsir semua kinginan/ harapan pasangan selama ini hingga jenuh. Lalu merekonstruksi (menyadarkan) dengan sabar menyadarkan apa yang pasangan lakukan selama ini adalah salah/ tidak benar berikut dampaknya pada diri kita atau apa yang pasangan lakukan selama ini tidak sebanding dengan rasa suwawawawayangk dan pengorbanan kita.



Lebih dari itu? P.E.C.A.T Boss!!.



"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" [24:26]





Dari Membongkar Sebuh Keyakinan Sampai Cinta Murni, ada sebuah benang merah: "kemauan dan akal"





*dengan tidak bangga note-er 2003 sempat atheis -mungkin namannya- untuk beberapa hari sembari tetap beribadah. tertulis di dalam http://sarden-kita.blogspot.com/2008/01/berbagi-teheis-dengan-atheis.html

*Terinspirasi pembicaraan dengan O.B.S yang kebetulan menginginkan pasangannya mualaf. Sabar Rekkk,,,!!.
=====
from break into sebuh confidence until love pure


break into confidence

if pure somebody looks for truth road justice.

he is willing undoes a moment existing confidence during the time.

experience mind conflict in logic calculation refraction.

between agree and disagree.

between belief a and belief b.

between bla, , , bla, , , bla, , ,  and bla, , , bla, , , bla, , ,

when not undo it, confidence reason bot a reason subtansial.



when obvious be found reason strong but dislike to follow that strong reason so is called to trip self. can be maked reason ketegantungan social, economy, dkk- ermasuk threatened. approach it also matter similar to creat dependence/ larger ones guarantee.



when obvious found reason not mengkuatan so more increase it science and erudition next that somebody belied.



when relate to the difficult change confidence. matter ekstrem make it" zero" (zero) or empty (term brain wash) with mendekonstruk confidence, with metode(? ) then reconstruct gradual what at input confidence.





love pure

hemmm, , , from explanation on -mungkin- knowable love pure like to what:

alacrity undoes visible social behaviours during the time.

good matter, function, dkk-. yup! does existence.

only berfokus in one. i and you are us. we are to selamalamalamalamanyaaa, , ,



outdoor that is when memplesetkan be: alacrity undoes behaviour haves visible during the time belong promise paslu. not other and not doesn't behaviour sexs pre marriage. (note-er doesn't imply)



in somebody the trip will experience mind conflict in logic calculation refraction.

between" i berpasangan"  and " there chuwawawawakep! " .

between green neighbour grass and " my grass stills kecoklatan" .

between" i berpasangan"  and this chance huwahhhhhhhh, , , (while out water from mouth: p).

between bla, , , bla, , , bla, , ,  and bla, , , bla, , , bla, , ,



a simple logic only present two choices that must be chosen.



when obvious be found purity love strong but dislike to follow purity loves that, so called to trip self. can be maked matter reason, function, dkk-. when want, approach it also matter similar to follow pair will.

quote the mother word m. wise ardiansyah: " that pair can menjahu/ juxtapose from family"



in the trip visible by itself will love to who pure and -mungkin- even if ever connected sexs.

those rippless will appear disability consequence will hide persaan not in parallel or can not carry on to brook/ attune self. semuan can be realized in the form of attitude, word, behaviour, dkk- consistent in the end.



quickest manner mengkomunikasi with well. when still not, communicate with friend/ keluargan. when still not and insufficient strong fishhook up to angry, so that semuan buried out. previous ascertain there is no matters that stress to do all these. heavy because matter, function, etc milik- may be. who knows? ! .



when obvious found purity love strong so more increase it taste suwawawawayangk that. love love love love meluluuuu, , , muach! muach! muach! muach! muach! muach! muach! muach! .



when in connected difficult realize purity love. matter ekstrem in certain points make it in a condition goessen ii with memporsir all kinginan/ pair hope during the time up to satisfied. then reconstruct (to disenchant) patiently disenchant what pair does during the time wrong/ bot true next the impact in our self or what does pair do during the time ill assorted with taste suwawawawayangk and our sacrifice.



more than that? p. e. c. a. t boss! ! .



" infamous women infamous man,  and infamous man makes infamous women (also),  and good women good man and good man good women (also). they (are chargeable) that is clear of what menuduhkan by them (that accuse that). for them forgiveness and rezki excellency (heaven)" [24: 26





from break into sebuh confidence until love pure, there a red thread: " will and mind"





dengan not proud note-er 2003 sempat atheist -mungkin namannya- for a few day while permanent beribadah. written in http: /sarden-kita. blogspot. com/2008/01/berbagi-teheis-dengan-atheis. html

terinspirasi discussion with o. b. s by accident wish for recent convert to islam the pair. patient rekkk, , , ! ! .

"Mencoba Mengerti Jika Mengambil Ujian Orang Lain"

"Mencoba Mengerti Jika Mengambil Ujian Orang Lain"

MENGALAH

Disini dia terbiasa mengalah. Mengalah semacam keadaan dimana akal tidak perlu memanjakan diri dengan perasaan dengan/ tanpa harus berkatan "iyah gak papahhhhh,,,"; Selama ini bukannya dia MENGHINDARI/ TAKUT dengan ujian atau BERHADAPAN langsung dengan ujian yang diambil dan kemudian membesarkan ego dengan caranya sendiri; dia sendiri -sudah- MENGAMBIL UJIAN orang lain tanpa berharap apapun yang bukan hak dia. Mungkin orang lain tidak mampu bahkan tak mau melakukannya (menurutku sich begetohhh,,,); Disadari/tidak terkadang orang lain yang diambil ujiannya olehnya itu menganggap memang kewajiban atas ujian, padahal tidak.



KELUH KESAH

Terkadang dia sendiri tidak bisa menahan rasa yang membuat dia ingin mengeluh. Mengeluh bagai dia adalah membagi cerita berharap meringankan beban ujian yang dia jalani sedangkan dia punya jalan pikiran sendiri karena tahu persis situasi dan kondisinya;



LALAKI & PEREMPUAN

Lelaki yang membutuhkan dukungan atas konsekuwensi jalan yang sudah dipilih setidaknya hanya butuh dukungan moral dan spiritual; Jikalau dia perempuan, dia hanya membutuhkan pilihan tepat dan jaminan atas langkah yang dia tempuh, terserah dari manapun asalnya;



MELEPAS UJIAN

Karena memang jelas ujian yang dihadapi itu bukan hak dia sebagaimana orang lain menghadapi ujiannya sendiri-sendiri tanpa perlu mengambil ujian milik orang lain; Dia bisa saja melepas ujian yang sudah dia ambil itu jika dia merasa keberatan diantara banyak ujian dia pribadi yang belum tentu terselesaikan dengan baik;



GANGGUAN

Menjadi serba salah jika mengeluh, bila diluar sana ada yang masih menilai SEBAGAIAN dari keluhan yang mereka anggap memang berat untuk dilalui, kemudian MENGGENERALISIR tanpa melihat SEBAGAIAN ujian yang tidak dikeluhkan lebih-lebih menyamakan dengan orang lain. Karena ada memang ujian yang LEBIH BERAT yang tidak bisa dikeluhkan. Dan dia menyimpannya rapat-rapat atau mungkin akan menceritakannya setelah semuannya berakhir. Menjadi serba sulit juga untuk memahami statement: "sayangi dirimu sendiri sebelum menyayangi orang lain" padahal penstatement itu tidak tahu/ tidak mengerti/ tidak merasakan bagaimana rasanya MENGAMBIL UJIAN orang lain tanpa berharap apapun yang bukan haknya diantara banyak ujian yang dihadapinya;



TIDAK TERBUKA SEPENUHNYA

Tak berharap merepotkan orang lain, terkadang ketertutupan itu tak dapat dia pungkiri mempengaruhi situasi dan kondisi dia. Disamping itu selama masih terkendali kelebihan tertentu tidak perlu ditunjukkan pada situasi yang tidak mengancam kehormatan dan penghargaan diri dia;



"Bisa jadi keadaan yang sebenarnya adalah lebih berat"



*Dukungan moral dan spiritual selalu dan terimakasih berat kepada teman-teman atau keluarga yang tanpa pamrih, tanpa hitung-hitungan amal, pahala, dkk-nya dengan sabar memelihara anak yatim piatu, memelihara janda & memelihara fakir miskin.



^^i love you all. Love bangetssss,,,.



Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan dia, janganlah Engkau hukum dia jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." [2:286]

Musa berkata: "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku." [18:73]

Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya. [23:62]
=======
" try to understand if take another person test"

succumb

here he is accustomed succumb. succumb a kind of where is unnecessary mind must coddle self feelingly with/ without having to berkatan" iyah caw papahhhhh, , , " ; during the time rather than he is avoid/ afraid with test or face direct with test that taken and then bring up ego with its own way; herself -sudah- take another person test without hope to whatever not his right. may be another person doesn't can even not want to do it (to follow me sich begetohhh, , , ); realize/not sometimes another person that taken the test by it that consider really duty on test, while not.



complaint kesah

sometimes herself can not hold back taste that make him want to sigh. sigh as he is divide story hopes to unburden test load whom he experiences while he has idea road self because know exactly situation and the condition;



lalaki woman

man that want support on konsekuwensi road that chosen at least only want moral support and spiritual; if he is woman, he only want correct choice and guarantee on step whom he goes, up to from manapun originally;



remove test

because really clear test that faced that not his right as another person faces the test self without necessary take another person property test; he can remove test that he has taken that if he felts objection between many his tests is individual not yet sure is finished well;



disturbance

be awry if sigh, when does outdoor there there that still to evaluate sebagaian from complaint they consider really heavy to passed, then menggeneralisir without see sebagaian test not mengeluhka caused by really test heavier can not mengeluhkan. and he keep it tightfitting or may be narated it after semuan end. be completely difficult also to realize statement: " love merimu self before love another person" while penstatement that not know/ not understand/ doesn't feel to how likely take another person test without hope to whatever bot his right between many tests menghadapinya;



unopen thoroughly

not hope to fusse another person, sometimes ketertutupan that not can he deny to influence situation and his condition. beside that during still certain surplus undercontrol is showed in situation that doesn't threaten honour and his self appreciation;



" possible real situation heavier"



dukungan moral and spiritual always and thank heavy to friends or family selfless, without hitung-hitungan charity, reward, dkk- patiently take care orphan, take care widow take care poor poor.



^^i love you all. love bangetssss, , , .



allah doesn't load somebody but as according to the competence. he gets reward (from virture) mengusahakannya and he gets torture (from crime) mengerjakannya. (they pray): " yes his god, don't you are his law is if we forget or we are erroneous. yes our god, don't you are load to us heavy load as you are load to ones before we. yes our god, don't you shoulder to us what not able we shoulder it. give ma'af we; forgive us;  and rahmati we. you are our rescue, so help us towards class unbeliever. " [2: 286

mozes says: " don't you punish me because my oblivion and don't you load me with a certain difficulty in my affair. " [18: 73

we are not load somebody but follow the competence,  and in our side is there a book that talks truth,  and they are not tortured. [23: 62]


BAIK dan BURUK (sebuah nilai)

BAIK dan BURUK (sebuah nilai)

PADA DASARNYA MANUSIA?

dalam kasusnya, pada dasarnya semua manusia itu baik. Tidak mungkin seseorang selalu ingin mendapat atau menginginkan atau nyaman dengan penilaian buruk. masing-masing penilaian baik dan buruk itu dapat dirasakan bila mendapat perhatian dari suatu peristiwa kesemuannya yang tidak harus diucapkan.



NILAI KEKINIAN

Bila baru mengenal maka hanya sebatas pengidentitasan awal untuk memastikan tidaknya ancaman. Sedang bagi yang sudah mengenal, penilaian kekinian hanya bagaian dari hasil akumulasi/ presentasi penilaian yang lalu diantara terus berjalannya peristiwa yang terus membawa penilaian baik dan buruk. Penilaian itu sendiri tidak mungkin muncul bila tidak ada pencetusnya misal, jika dimintai penilaian atau mungkin sedang dalam kondisi emosional (cinta, marah, dendam, dll).



PERISTIWA YANG "TER-"LAH YANG SELAMA INI MENDAPAT PERHATIAN

Secara kognitif seseorang akan lebih mengingat baik atau buruk ketika dihadapkan/ mengalami peristiwa terdalam. Misal dengan kemunculan kata-kata, "hanya dia yang bisa ngerti'in aku!"; "dia menyelingkuhiku!"; dkk-nya.



BAIK DAN BURUK ADALAH PILIHAN

Baik dan buruk adalah dua pilihan/ pertimbangan/ keputusan atau penilaian seseorang untuk mempertahankan hidup ketika seseorang dihadapakan pada suatu peristiwa. Akan menjadi BUKAN pilihan/ pertimbangan/ keputusan atau penilaian bila salah satunya (baik/buruk) menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan berbuat atau melihat hal-hal baik/ buruk. Jika berbicara perbuatan maka bisa awalnya datang dari cara mempertahankan harga diri dan kehormatan. Ada yang tidak melihat dirinya sendiri sehingga memaksakan diri pada hal-hal yang termasuk berlawanan dengan suara hati. Ada yang tidak mememikirkan jangka panjang sehingga mengabaikan resiko yang akan datang. Jika berbicara melihat maka yang terjadi adalah proses belajar.



NORMATIF

Berawal dalam dan dari lingkunganlah yang selama ini mempengaruhi gaya memilih/ pertimbangan/ keputusan atau penilaian (normatif) sebuah perilaku baik atau buruk untuk dirinya sendiri. Perbedaan lingkunganlah yang membedakan satu dan lainnya. Misal, Apakah dengan berbuat baik akan di cintai keluarga A? Apakah GeNgK A menerima perbuatan buruk?



KEBAIKAN MENDATANGKAN KEMUDAHAN

PlayGirl/Boy atau bukan bukankah banyak orang membuat/ menciptakan keadaan intensif dengan kebaikannya selama ini disebut-sebut sebagai indikasi awal untuk menyukai seseorang yang tidak harus -tiba-tiba- disebut cinta?. setelah membaca diatas (baca: PERISTIWA YANG "TER-"LAH YANG SELAMA INI MENDAPAT PERHATIAN), bukankah selama ini banyak yang berlomba-lomba menunjukkan perhatian yang berbeda dengan menciptakan keadaan/ situasi yang berbeda pula hanya untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari seseorang?. Nyatanya selama ini &*%&%^$^$&^*& (mbulet, penuh basa-basi dan menyita waktu) tanpa mengkatakan secara langsung itu selalu hadir. Penuh misteri dan perasaan bersalah tanpa harus mengkatakannya secara langsung. Tidak ada salahnya mempermudah diri dan mempermudah orang lain dengan cara yang baik.



KEBAIKAN ITU

Banyak kebaikan itu baiknya dijaga karena akan runtuh semuanya hanya karena satu keburukan.

Lakukan kebaikan itu karena-NYA sehingga bertahan lama. karena hukum penilaian baik/buruk selama ini muncul karena kesadaran indrawi (dilihat & didengar) seseorang dan kemungkinan besar akan didapati keburukan dalam ketidaksempurnaan.

Bila mau objektif, satu keburukan itu baiknya dimengerti karena masih ada waktu untuk memperbaiki lebih-lebih masih ada kebaikan untuk bisa menutupinya.

Bila sudah meyakini kebaikan baiknya tidak disimpan, tapi dibagi.



Secara khusus, tapi bukan secara proporsional karena kualitas kebaikan yang berbeda satu dan lainnya. Pada suatu massa akhirnya sseorang akan mengerti dengan sendirinya saat merasa kehilangan atau dalam ketiadaan. Terdiam, tiba-tiba mengingat kembali hingga rasa sesal menghinggapi karena baru menyadari banyak kebaikan yang diberikan atau banyak menggantungkan/ mengandalkan seseorang atau memiliki kebaikan yang berbeda jika dibandingkan yang lain. Berlomba-lomba dengan pasangan yang lain dengan memberikan terbaik kepada pasangan kita seorang itu istimewa. Tapi, berbuat baik kepada semuanya karena-NYA jahu lebih istimewa, ^^karena tidak tertutup kemungkinan lainnya akan mengikuti.
=====
good and bad (a value)

basically human?

in the case, basically all that humans is good. not may be somebody always want to get or wish for or pleasant with bad evaluation. each good evaluation and bad that can be feeled when get attention from a event kesemuan can not be said.



value kekinian

when does new know so only limit of pengidentitasan beginning to ascertain not it threat. for that know, evaluation kekinian only bagaian from result accumulation/ evaluation presentation ago between then walk it event then bring good evaluation and bad. itself evaluation not may be appear when there is no pencetus example, if memintai evaluation or may be in a condition emotional (is loving, angry, grudge, etc).



event" -" lah which during the time get attention

cognately somebody more will remember good or bad when aim/ experience inmost event. example with words appearance, " only he is that can ngerti'in i! " ; " he is menyelingkuhi! " ; dkk-.



good and bad choice

good and bad two choice/ deliberation/ decision or somebody evaluation to defend when does somebody menghadapakan at one particular event. will be not choice/ deliberation/ decision or when does one of them evaluation (good/bad) be a habit. habit makes or see matters good/ bad. if speak deed so can initially come from manner defend selfrespect and honour. there doesn't see th so that force upon self in matters that belong at variance with conscience. there not mememikir long-range so that ignore that risk. if speak to see so that process learns.



normatif

berawal in and from environment which during the time influence style choose/ deliberation/ decision or evaluation (normatif) a good behaviour or bad for th. environment difference that distinguish one and another. example, what with do at love family a? what gengk a get bad deed?



kindness imports ease

playgirl/boy or not isn't it true that many people make/ creat intensive conditons with the kindness during the time mentioned over and over as beginning indication to like somebody must not -tiba-tiba- be called to love? . after read on (read: event" -" lah which during the time get attention), isn't it true that during the time a lot compete to show different attention with creats conditon/ situation that differ also just for get attention more than somebody? . the real during the time %&%^$^$&^*& (mbulet, full courtesy and seize time) without mengkata directly that always present. full mysterious and guilty feeling without having to mengkatakan directly. there is nothing wrong simplify self and simplify another person in a fair way.



that kindness

many those kindness is the good will be be watched over because will collapse all just because one will wickedness.

do that kindness karena- so that goes. by that law good/bad evaluation during the time appears because cognizance indrawi (seen hear)ed somebody and big possibility be found to wickedness in defactiveness.

when want objective, one wickedness that is the good memengerti because still there time to repair more still there kindness to be able to cover it.

when believe the good kindness not been kept, but divided.



peculiarly, but not proportionally because different kindness quality one and another. at one particular mass final sseorang will understand by itself moment will felt to lose or in lack. hush, suddenly remember to return up to regret taste alights on because new realize many kindness that given or many hang up/ rely on somebody or has different kindness if is compared other. compete with other pair with gives best to our pair a that is special. but, do a kindness to all karena- jahu specialer, ^^karena not closed another possibility follow.

Wanita Izinkan Aku Bicara

Wanita Izinkan Aku Bicara (sebuah penawaran bukan pengajuan)

Sebuah konsep berumahtangga dengan melihat rumah tangga -ideal- pada umumnya:

HARMONI 1

Dengan/ tanpa perbedaan yang jahu (timpang/berat sebelah) status dan derajat sosial, materi kekayaan, tingkat pendidikan, keChakEpAn, postur, jabatan, pegawai outsorching/tetap, jenis pekerjaan, dkk-nya sekarang dan akan datang hingga mengakibatkan rasa yang tidak adil. Sebagaimana rumah tangga pada umumnya: "Baiknya uang (gaji) suami untuk istri. Uang istri untuk istri dalam kesinergisan berumahtangga".



HARMONI 2

memilih pasangan dengan penuh rasa tanggung jawab lebih-lebih kepada-NYA. Andai satu sama lain saling TERBUKA dan terbiasa MENGUNGKAPKAN/ mendengar PERASAAN sekalipun tidak menyenangkan. Lalu kemudian BERUPAYA (niat) memperbaiki dan/atau mengerti keadaan (baca: action) tanpa harus memaksakan/ menargetkan segala sesuatunya harus begini begitu. Sebagaimana rumah tangga pada umumnya: "Baiknya mengkomunikasikan segala sesuatunya berdasarkan kesepakatan bersama."



CERITA ANEH-ANEH

Sekali lagi dengan penuh rasa tanggung jawab lebih-lebih kepada-NYA. Teryakini terlaksananya harmoni 1 & 2 tidak akan banyak di jumpai cerita aneh-aneh, cerita aneh-aneh, cerita aneh-aneh, dan cerita aneh-aneh yang hanya terganjal masalah PERASAAN dan salah PERSEPSI. Diluar itu sepanjang sepengetahuanku masih ada yang awal dan/atau akhirnya memilih pasangan tidak dengan rasa tanggung jawab lebih-lebih kepada-NYA.



ETIKA MEN/DI-CINTAI

Bila benar dengan penuh rasa tanggung jawab lebih-lebih kepada-NYA. Urusan CINTA itu BAIK-etis-nya TIDAK MENYANGKUTPAUTKAN status dan derajat tersebut sedang bisa saja status dan derajat itu TIDAK BERTAHAN LAMA. Tapi BERSYUKUR* dengan/dan MELIHAT kualitas -konsistensi- cinta, agama, kesetiaan, pengorbanan, ketulusan hati, tanggungjawab, dkk-nya. Disamping itu, bukankah kerap terdengar "lebih baik dicintai dari pada mencintai." Bisa jadi permasalahan selama ini bukanlah urusan cinta tapi yang lainnya.



LONG LIFE

Dari pada menyesal belakangnya dan sudah terlalu jahu. Setidaknya tidak memaksakan diri dan melihat/ menguji dulu hal-hal yang memberikan jaminan diri dalam jangka waktu panjang dunia (dan berakhir pada akhirat). Standartisasi jaminan itu mengacu pada latarbelakang ideologi masing-masing dan/atau keluarga. Apakah perbedaan itu? Apakah perbedaan itu bisa ditolerir/ diterima s.d apakah bisa dirubah? Apakah bisa diandalkan dalam keadaan sulit? Bla,,, bla,,, bla,,, bla,,, bla,,, bla,,, bla,,, bla,,, (kritis mode:on). Sebagaimana kebanyakan: "Menikah itu tidak hanya sebentar tapi jangka waktu lamaaaaaaaaaaaaaaamamamamaMaemMaaaaaaaa,,,".



RAGAM ORIENTASI CINTA

Dalam orientasi/ motivasi cinta seseorang beragam-ragam. Hal ini juga tidak terlepas dari pembentukan ideologi pecinta dan proyeksi ideologi keluargannya. Entah pembentukan ideologi diri itu didapat dari pergaulan, sinetron, film, dkk-nya bahkan tetangganya. Sehingga hal yang seharusnya urusan cinta itu private dan intime menjadi inklusif. Ideologi satu dan lainnya itu sendiri jelas memiliki bentuk stdandartisasi berbeda-beda yang menentukan tingkat toleransi penerimaan. "ada yang mau menerima gelandangan tapi ganTENG? Aku pikir tidak ada. ^^Heheheheheh,,,"



NILAI dan TANGGUNGJAWAB

Bagi kebanyakan orang parameter atas nilai tanggungjawab seseorang adalah kenyataan (terindra) tidak hanya dimulut, tulisan, dkk-nya. Sayangnya berbatas keterindraan ini menjadi penilaian absurd dimana seseorang bisa menerima ATAU menolak kehadiran orang lain. Dan, terjebak pada penilaian cover (hal-hal yang dinampakkan) termasuk sumpah ("Ya Owohhhh,,, Sumpah yangk akyu gag selingku'in kamyuuu,,,", padahal?). Maka keterbukaan dan kejujuran menjadi parameter memudahkan interaksi untuk mau menerima/ menolak seseorang. Maka menguji dan menyelidiki adalah sarana ideal untuk meminimalisir segala sesuatunnya yang berujung kepada keidealismean.



MASALAH

Masalah bisa jadi kecil menjadi besar dan sebaliknya. Tergantung dari resistensi mental (kualitas perasaan, keobjektifan diri) dan niat awal. Jika terjadi kesalahan (perbedaan dan kekurangan) kebanyakan lebih memusatkan pada kesalahan itu (ke-terjebak-an) tanpa menyadari masih ada waktu untuk memperbaiki menutupinya atau masih ada hal-hal yang bisa menutupinya. Disamping itu ada ayat yang mejelaskan: "apa yang menyenangkan bagimu belum tentu baik bagimu".



KOMUNIKASI

Dengan/tanpa bertanggungjawab pada suatu hubungan, tidak/ingat niat awal. Tidak ada jalan lain selain -etisnya- mengkomunikasikan/ mengungkapkan perasaan dengan cara baik-baik, jujur dan terbuka. ^^Jika bukan masalah prinsip. Bersalah/ tidak, baiknya salah satunya harus mengalah karena waktu terus berjalan. Waktunya beranjak dan tidak terjebak, tetangga sebelah sudah punya Alphard.



SIAPA BENAR dan SALAH

Berdiam diri karena tidak jelas siapa yang salah & benar atau mendatangkan kemudharatan yang besar (memutuskan tali silahturahmi) baiknya meyakini: Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". [8:46] kontra persepsi tentang kebenaran di pihak lain, ada ayat yang menjelaskan "Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?" [18:68]. Artinya, bisa jadi segala tuduhan yang membenarkan diri seseorang kepada kita karena sebab lain, selingkuh mungkin. Hemmm,,,mm,,,m,,, "becik kethitik olo ketoro" (kalau gag salah artinya: "kesalahan yang disembunyikan pasti ketahuan")



Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. [4:135]



KALAU SUDAH CINTA

Terlepas dari bertanggungjawab/ tidak. Persetan dengan penilaian pengenalan awal status dan derajat  materi kekayaan, tingkat pendidikan, keChakEpAn, postur, jabatan, pegawai outsorching/tetap, jenis pekerjaan, dkk-nya sekarang dan akan datang dan tidak menjamin kekekalannya. Bila "Aku ingin Aku dan Kamu adalah Kita". MAU APA LAGI kalau bicara soal CINTA? Sekalipun timpang, bila mau mencari/ meninggikan kelebihan pasangan. Kelak nantinya menikah hal-hal yang meninggikan/melengkapi kesempurnaan berpasangan semuannya juga untuk "Kita, Aku dan Kamu". Diluar itu jika tanpa pertimbangan (etika-moral khususnya) maka disebut cinta buta.



Sekalipun dengan niat baik. Segala sesuatunnya akan menjadi "gambling" jika mengawalinya dengan tidak mempertimbangkan kemungkinan yang akan datang. Maka kerap dimunculkan kata-kata: "just do it!" (lakukan saja!)



KELUARGA

Seorang ayah/bapak/opie/papi/papa mempunyai andil besar dalam menentukan dengan siapa anak gadisnya (khususnya) karena melihara dan menjagannya sulit, tak ayal ketakutan jika anaknya salah pilih. Kejujuran dalam keterbukaan dan pengertian selalu menjamin segala sesuatunya menjadi lebih baik. Mengutip kata teman yang anaknya perempuan (6 bln) "Cari sebanyak-banyaknya dan -bicarakan!!- Biar bapakmu yang menentukan".



AKU (M.P Ardianto izin bermimpi)

Jika -insyaALLAH- aku jadi seorang ayah (ayah dari anak gadisku khususnya) dalam iklim demokratis, aku akan mengobservasi keluarga calon pacarnya terlebih dahulu hingga menyiapkan perangkat tes (Hahahahaha,,, perangkat tes) sebelum anakku mengkatakan ya/tidak untuk berpacaran. Jika anakku GaTh**Li (tidak bertanggungjawab dengan pilihannya dan telah disepakati dengan ayahnya), setelah meng"hajar"nya trus nyeramahi "Apa yang kamu cari selama ini saiyangggggg,,, kuuuuuhhhh,,, tumpah darahkuhhh,,, tanah airkuhhh,,,, indonesiakuhhh,,, bila segala sesuatunnya bisa menjadi adil dan benar tanpa terlukai perasaan bila masih bisa dibicarakan terlebih kondisi-kondisi tidak menentu itu selalu ada di perjalanan panjang setiap manusiaaa,,,".





*Tanpa kePedean masuk surga. Dan, gag sok alim (objektif: ada yang menilai via SMS. ^^Thanks yah!). Iyahhh,,, Kalau gag salah katannya penghuni neraka paling banyak adalah wanita yang tidak pandai bersyukur (kufur). Katanyaaa,,, (Mohon koreksinya)

**Terinspirasi ingat waktu doloe SMA curhat sama almh.ibu dikamar: "Nek pacaran ojok ndudokno koyone keluargamu" (kalau pacaran jangan menunjukkan materi keluargamu). (^^so sweettttt,,,)



Catatan: Penawaran ini bersifat normatif dan berlaku bagi yang memilih siapa, kapan dan dimana saja. TIDAK BERLAKU 1. jika jelas perbedaan ideologi (moral khususnya) yang tidak dapat ditolerir, 2. Seseorang dalam masa pemulihan trauma psikologis yang berkepanjangan, 3. Enggan bertanggungjawab, 4. daya insight yang kurang, dan 5. Yang tidak mau menjadikan keterbukaan berkomunikasi sebagai cara untuk mensinergiskan hubungan.









-Tamat-



======

Apa melalui notes ini M.P Ardianto mengajukan diri dan merasa sebagai lelaki ideal? EnG'GAK!! (bonus ekstra kata-kata:"Cuk!"). Buktinya pernah tiga kali pacaran ada yang tidak suka karena M.P Ardianto tidak apal ayat kursy hingga di klaim kafir dari karena tidak bisa nyetir mobil sampai bukan pegawe tetap (^^itulah mereka, tidak adil memang. Sekalipun merasa diri baik dan tidak menjamin juga kelak menjadi lebih baik setidaknya sudah punya niat baik mempertanggungjawbkan pada-NYA). Terkait ayat kursy. Waktu cerita, keluargaku hanya ^^senyum dan sedikit dimasukkan dalam bahan diskusi mereka tentang aliran-aliran islam tradisional di meja makan. Bertepatan sebelum masku satunya menikah dengan keluarga yang kebetulan memiliki aliran islam tradisional lainnya. Hanya karena wanita dan cintanya masku. Bagi kami asal islam (apapun), bermoral, bertanggungjawab, bukan hal prinsip dan kami suka. Entah janda/ tidak dengan banyak latar belakang pendidikan dan ekonomi. Kami menerima 100%. Jaminan 100%!!. Tanpa harus mengajukan diri, terbentuk sebuah keyakinan latarbelakang pemikiran mempengaruhi seseorang untuk memahami dan mengerti segala sesuatunnya dengan baik, yaitu diam karena tahu itu tidak penting/ belum waktunya bicara dari pada semakin keruh atau berinisiatif sekalipun terlukai dengan tujuan meluruskan/ menjadi lebih baik.
====
woman permits me speak (a tender not submission

a concept berumahtangga with see household -ideal- in general:

harmony 1

with/ without difference jahu (unstable/heavy half) status and social degree, wealth matter, education level, kechakepan, posture, function, outsorching/permanent official, job kind, dkk- now and will come up to will cause taste inequitable. as household in general: " the good money (salary) husband for wife. wife money for wife in kesinergisan berumahtangga" .



harmony 2

choose pair fully responsibility taste more kepada-. if one another mutual opened and accustomed unfold/ hear feeling even if not fun. then then cope (intention) repair and/or understand conditon (reads: action) without having to force upon/ menarget all a certain it must like this so. as household in general: " the good mengkomunikasi all a certain it based on agreement with. "



strange story

again fully responsibility taste more kepada-. be believed laksananya harmony 1 2 will not many at meet strange story, strange story, strange story,  and strange story only feeling problem chock and wrong perception. outdoor that is along sepengetahuan still there beginning and/or final choose pair not with responsibility taste more kepada-.



ethics men/-cintai

when does true fully responsibility taste more kepada-. affair loves that baik-etis- not menyangkutpaut status and degree can status and that degree doesn't go along way. but bersyukur* with/and see quality -konsistensi- love, religion, troth, sacrifice, heart veracity, responsibility, dkk-. beside that, isn't it true that often heard" better loved from in love. " possible troubleshoot during the time not affair love but the other.



long life

from in repentant the hind and too jahu. at least doesn't force upon self and see/ test formerly matters that give self guarantee for a long time world (and end in hereafter). standartisasi that guarantee threatens in ideology background each and/or family. is difference that? is difference that menolerir/ be accepted s. d what can be changed? what be relied on in a state of difficult? bla, , , bla, , , bla, , , bla, , , bla, , , bla, , , bla, , , bla, , , (fashion critical: on). as majority: " get married that not only a moment but duration lamaaaaaaaaaaaaaaamamamamamaemmaaaaaaaa, , , " .



kind orientation loves

in orientation/ motivation loves somebody many kinds. this matter also doesn't quit of lover ideology formation and ideology projection keluargan. i don't know that self ideology formation is got from association, sinetron, film, dkk- even the neighbour. so that matter should affair love that private and intime be inclusive. ideology one and clear itself another has form stdandartisasi varies that determine acceptance tolerance level. " there that receptive vagrant but handsome? i think there is no. ^^heheheheheh, , , "



value and responsibility

for many parameter person on somebody responsibility value fact (indra) not only memulut, article, dkk-. unfortunately berbatas keterindraan this be evaluation absurd where can somebody can get or averse another person presence. and, trapped in evaluation cover (matters that show)ed to belong oath (" yes owohhhh, , , oath yangk akyu gag selingku'in kamyuuu, , , " , while? ). so openness and honesty is parameter makes easy interaction to want get/ averse somebody. so test and delve ideal tool to minimizes all sesuatun berujung to keidealismean.



problem

problem possible little be big and on the contrary. depending from way of thinking resistence (feeling quality, keobjektifan self) and beginning intention. if happen error (difference and deficit) majority more concentrate in that error (ke-terjebak-an) without realizes to still there time to repair to cover it or still there matters that can cover it. beside that there verse mejelas: " what fun for you not yet sure good for you" .



communication

with/without bertanggungjawab at one particular connection, not/remember beginning intention. have no other way [to] besides -etisnya- mengkomunikasi/ unfold feeling by well, honest and opened. ^^jika bo matter principle. guilty/ not, the good one of them must succumb because time then walk. the time moves and not trapped, beighbour next door has alphard.



who is true and wrong

keep silence because who wrong true or import kemudharatan big (decide string silahturahmi) the good believes: and obey to allah and rasul- and don't you berbantah-bantahan, causes you are fear and lost your strength and bear with. actually allah alongs with patient people who" . [8: 46 contra perception about truth at others, there verse that explain" and how can you patient on a certain, you not yet has erudition enough to the effect that that? " [18: 68. mean, possible all accusation that justify somebody self to us because of other, selingkuh may be. hemmm, , , mm, , , m, , , " becik kethitik olo ketoro" (if gag wrong mean: " error that hidden certain found out" )



alas people who believes in, roger you one who genuinely justice enforcer, be witness because allah although towards merimu self or mother bapa and class your family. [4: 135



if love

quit of bertanggungjawab/ not. damn with status beginning identification evaluation and wealth matter degree, education level, kechakepan, posture, function, outsorching/permanent official, job kind, dkk- now and will come and doesn't guarantee the eternity. when" i want me and you us" . want what else if speak exercise loves? even if unstable, when want look for/ uplift pair surplus. later later get married matters that uplift/equip fullness berpasangan semuan also to" we, i and you" . outdoor that is if without deliberation (etika-moral especially) so called blind love.



even if with goodwill. all sesuatun will be" gambling" if the precede without considering that possibility. so often showed words: " just do it! " (do! )



family

a has big share in determines with whom the girl child (especially) because melihara and menjagan difficult, not doubtful fear if wrong the child chooses. honesty in openness and explanation always guarantee all a certain it be better. quote friend word woman the child (6 bln)" look for as much as possible and -bicara! ! - let your father that determine" .



i (am m. p ardianto permission dream)s

if -insyaallah- i so a father (father from my girl child especially) in democratic climate, i mengobservasi the darling candidate family beforehand up to shall prepare test ware (hahahahaha, , , test ware) before my child mengkata yes/not to make love. if my child gath**li (irresponsible with the choice and agreed on with the father), after meng" rough up" he is trus nyeramahi" what do you look for during the time saiyangggggg, , , kuuuuuhhhh, , , spilled darahkuhhh, , , soil airkuhhh, , , , indonesiakuhhh, , , when all sesuatun be fair and true without be rankled when still can be talked about particularly conditions uncertain that always in covering ground every manusiaaa, , , " .





tanpa kepedean enter heaven. and, gag pretend religious (objective: there that evaluate via sms. ^^thanks yeah! ). iyahhh, , , if gag wrong katan hell occupant at most woman grateful poor at (infidel). katanyaaa, , , (the correction request)

*terinspirasi remember time doloe sma curhat same almh. mother mengamar: " nek pacaran ojok ndudokno koyone your family" (if pacaran don't show your family matter). (^^so sweettttt, , , )



note: this tender has normatif and operative for that choose to who, when and where. bot applicable 1. if clear ideology difference (moral especially) can not, 2. somebody in a period of restoration trauma psikologis continuous, 3. dislike bertanggungjawab, 4. power insight less,  and 5. doesn't want to make openness communicatings as mode to mensinergis connection.









-tamat-



======

what pass this stain m. p ardianto submit self and felt as ideal man? eng'gak! ! (words extra bonuses: " cuk! " ). its proof ever thrice pacaran there doesn't like because m. p ardianto not apal verse kursy up to at unbeliever claim from because can not drive car until not pegawe permanent (^^itu they, inequitable really. even if felt good self and hasn't guarantee also later be better at least has goodwill mempertanggungjawb pada-). related verse kursy. story time, only ^^senyum my family and a little putted into in their discussion ingredient about tradisional islam currents at dining table. coincided before my brother the other one get married with family by accident has another tradisional islam current. just because woman and love it my brother. for us islam origin (whatever)s, bermoral, bertanggungjawab, not principle matter and we like. i don't know widow/ not with many education background and economy. we get 100%. guarantee 100%! ! . without having to submit self, formed a thinking background confidence influences somebody to realize and understand all sesuatun well, that is quiet because know that not important/ not yet the time speaks from in more muddyer or berinisiatif even if hurt with a purpose to straighten/ be better.

Mengikuti Alur Yang Tidak Disuka Demi Hubungan Ideal

Mengikuti Alur Yang Tidak Disuka Demi Hubungan Ideal

IKUTI SAJA

Selama bukan hal yang prinsip. Dengan mengikuti atau menuruti kemauan seseorang (tanpa/menahan pemberontakan) pada AKHIRNYA akan mengerti atau menyadari D.E.N.G.A.N S.E.N.D.I.R.I.N.Y.A.



B.U.N.U.H S.A.J.A rasa iri, dengki, antipati, apriori, eneG!!, benci, amarah, dkk-nya. Dan, I.K.U.T.I S.A.J.A alurnya bila tidak mampu membaca atau mengendalikan keadaan sekarang/ yang akan datang atau meyakini ada sisi kebaikan dalam setiap manusia (tidak ada manusia yang sempurna).



DIAM

Tidak perlu harus memiliki banyak pengalaman tentang perlawanan atau pemberontakan akan semua hal yang akhirnya mudah menjustifikasi dan merasa "Aku berpengalaman" atau "Aku tahu keadaan ini nanti/selanjutnya". Jika memang mampu dan berpengalaman. Tahan (red. Diam!) dan simpan, justifikasi dan perasaan itu sebagai hypotesa yang tidak harus dinampakkan.



MATURE-ISASI (1)

I.K.U.T.I S.A.J.A karena keadaan/ penilaian bisa berubah-ubah dan sebenarnya semuanya tidak tahu esok akan seperti apa. Bisa jadi jahu dari penilaian/ bayangan/ dugaan (hypotesa) selama ini atau keadaan bisa berbalik arah.



PERHATIAN KHUSUS

I.K.U.T.I S.A.J.A Karena tiap-tiap orang yang dikenal secara emosional memiliki satu titik/ celah/ ruang perhatian khusus dalam diri. Hanya saja selama ini tertutupi oleh suatu peristiwa akibat perbedaan (kebiasaan, ideologi, dkk-nya) atau karena intensitas interaksi yang berlebihan pada yang lainnya mengakibatkan tidak nampaknya titik/ celah/ ruang perhatian khusus itu (induktif). Tentu hal yang induktif itu bisa menjadi deduktif.



DUALISM PENILAIAN

Secara subjektif dan normatif karena kesempurnaan adalah milik-NYA. Manusia dihadapkan pada nilai persentasi dualism antara jahat/ buruk dan baik kepada manusia lain. Nantinya bobot nilai persentasi itu (red. baik & buruk) adalah hasil dari sebagaian/ keseluruhan peristiwa yang kemudian MENGHASILKAN proses cepat/ lambanya menjalin hubungan ideal.



HUBUNGAN IDEAL

semakin tinggi nilai persentasi kebaikan seseorang, semakin CEPAT pula jalinan hubungan ideal. Dan, sebaliknya  semakin tinggi nilai persentasi kejahatan seseorang. Maka semakin LAMBAT pula jalinan hubungan ideal.



MENJALIN hubungan ideal itu hanya soal K.E.M.A.U.A.N dan W.A.K.T.U yang tergantung besar kecilnya peristiwa.



MATURE-ISASI (2)

I.K.U.T.I S.A.J.A karena keadaan/ penilaian bisa berubah-ubah dan sebenarnya semuanya tidak tahu esok akan seperti apa. Bisa jadi jahu dari penilaian/ bayangan/ dugaan (hypotesa) selama ini atau keadaan bisa berbalik arah.



PERISTIWA BESAR

Di awal/ akhirnya, terpaksa/tidak, mengharapkan/tidak, mau/tidak, cepat/lambat pada dasarnya semua manusia akan dipertemukan pada hubungan ideal dalam keadaan tertentu (red. peristiwa yang mengakibatkan seseorang menjalin hubungan ideal) lebih-lebih saat kiamat imoet (gempa bomie, tsunami, dkk-nya).



LEBIH CEPAT LEBIH BAIK

"Bukannya terlalu beresiko besar malah memperburuk keadaan jika memang benar tidak mampu dan berpengalaman menghadapi keadaan? Mmm,,, mm,,, m,,, Apa harus menunggu betjana Tsunami kapten tsubasa hanya untuk menyadari baiknya menjalin hubungan ideal"



MATURE-ISASI (3)

I.K.U.T.I S.A.J.A karena keadaan/ penilaian bisa berubah-ubah dan sebenarnya semuanya tidak tahu esok akan seperti apa. Bisa jadi jahu dari penilaian/ bayangan/ dugaan (hypotesa) selama ini atau keadaan bisa berbalik arah. Dan kembalikan semuannya pada-NYA kalo sudah cape!. :(( Hufffttt,,,



“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu" [2:216]



Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan." [5:100]
=======
follow channel not like by ideal connection

follow

during not matter principle. with follow or follow somebody will (will without/hold back rebellion) in the end will understand or realize by itself.



kill envy, envious, antipathy, apriori, eneg! ! , hate, angry, dkk-. and, follow when not can to read the channel or will restrain conditon now/ that or believe there kindness side in every human (there is no perfect human).



quiet

unnecessary must has many experiences about opposition or rebellion everything that final easy justification and felt" i am experienced"  or " i know this conditon later/furthermore" . if really can and experienced. hold back (red. quiet! ) and save, justification and feeling that as hypotesa must not be showed.



mature-isasi (1)

follow because conditon/ evaluation can fluctuate and actually all will not know tommorow will like to what. possible jahu from evaluation/ shadow/ guess (hypotesa) during the time or conditon can turn around direction.



special attention

follow because per he that known emotionally has one points/ gap/ special attention space in self. only during the time closed over by a difference consequence event (habit, ideology, dkk-) or because interaction intensity that over do in the other causes not apparently points/ gap/ that special attention space (inductive). sure that inductive matter can be deductive.



dualism evaluation

according to subjektif and normatif because fullness have-. human is aimed in percentage value dualism between wicked/ bad and good to human other. later that percentage value heavy (is red. good bad) result from a part/ overall event then produce process fast/ slow braid ideal connection.



ideal connection

somebody kindness percentage value excelsior, faster also ideal connection tissue. and, on the contrary somebody crime percentage value excelsior. so more slower also ideal connection tissue.



braid that ideal connection only will exercise and time that depending big the so small event.



mature-isasi (2)

follow because conditon/ evaluation can fluctuate and actually all will not know tommorow will like to what. possible far from evaluation/ shadow/ guess (hypotesa) during the time or conditon can turn around direction.



big event

at beginning/ final, forced/not, expect/not, want/not, fast/slow basically all humans will be confronted in ideal connection in a state of certain (red. event that cause somebody braids ideal connection) more moment disaster imoet (earth quake, tsunami, dkk-).



quicker better

" rather than too big risky even aggravates conditon if really true doesn't can and experienced face conditon? mmm, , , mm, , , m, , , what wait tsunami just for realize the good braid ideal connection"



mature-isasi (3)

follow because conditon/ evaluation can fluctuate and actually all will not know tommorow will like to what. possible jahu from evaluation/ shadow/ guess (hypotesa) during the time or conditon can turn around direction. and return semuan pada- kalo cape! . : ((hufffttt, , ,



“…boleh so you hate a certain, while he is very good for you,  and perhaps (also) you like a certain while he is unspeakable for you" [2: 216



say: " unegual bad with goodly, although that bad quantity interestings your heart, so pious to allah hey smart ones, so that you get luck. " [5: 100]

Moderate islam and Traditonal

bagaian - 1

Terlepas dari Allah Maha Mengetahui Segala Isi Hati Manusia tentang kualitas iman dan pengambilan pelajaran satu dan lainnya.



MEDIA TRANS IDEOLOGI

Menulis masih menjadi media komunikasi tawar menawar ide-ologi yang efektif, yang tidak harus mengenal identitas seseorang atau organisasi secara fisik ataupun tanpa perlu interaksi secara langsung. Hanya saja akan menjadi ancaman berkepanjangan bila gesekan-gesesekan terjadi tanpa ada pengungkapan perbedaan. ^^Maka bertanyalah.



NILAI

Goal dari tulisan itu sendiri adalah dibaca. Maka dibuatlah semenarik mungkin terlepas/dengan kualitas isi*, setidaknya sudah memunculkan sebuah penilaian (baik/buruk) sehingga masih tetap dianggap ada (eksis). Atau, berhenti menjadi bungkus nasi pecel di pagi hari yang cerah, hanya melihatnya sebagai pembungkus tanpa mengetahui isi tulisan itu.



MENYENANGKAN HATI

hal-hal menyenangkan hati (tidak hanya tulisan termasuk pahalasentris, spiritualism) masih memiliki banyak peminat terlebih mendukung situasi dan keadaan (memihak diri sendiri) seolah memiliki/ menjadi perhatian yang khusus. dapat juga diartikan keengganan menerima hal yang tidak disukai lebih kepada ego (salah satunya mempertahankan gaya dan cara membaca searah) sehingga meloloskan/ jahu dari pengkritisan/ pengujian keadaan. Baik lingkungan, tulisan, dll.



PROPAGANDA EFEKTIF

Tokoh psikoanalisa Sigmund freud mengkatakan manusia pada dasarnya mengejar kesenangan dalam hal ini bisa berupa pada hal-hal yang menyejukkan/menggetarkan hati, mendatangkan ketentraman batin, dkk-nya tanpa perlu mengkaji/ menyelidiki/ mengkritisinya (bagaimana? dan kenapa?). Begitu juga ungkapan Kiekergard "tulisan masih saja menjadi media efektif untuk menarik perhatian gadis". Belum lagi keinginan banyak orang untuk mendapatkan yang instant. Hingga dimunculkanlah statement termasuk dari ^^Tukul Arwana: "jangan lihat seseorang dari covernya." Maka hal-hal yang menyenangkan diri sendiri selama ini tidak mampu mempertanggungjawabkan secara objektif dalam memberikan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, etika-moral, dkk-nya. Diluar itu Snock Hurgen seorang belanda ke Aceh dalam hegemoni politiknya memisahkan Al-Qur'an dan pembacanya bahwa Al-Qur'an baiknya di taruh diatas yang pada kenyataannya masih dilakoni hingga sekarang (^^masku beli bukunya di Jakarta).



Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia) [6:112]; Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran [19:13]; Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka) [4:66]



CERAMAH & PIDATO

Jika benar dalam berceramah/ berpidato dibuat semenarik mungkin hanya menyenangkan audiens sehingga datang dan menjadikan seseorang menjadi terkenal dengan tema dan akhir yang menyenangkan (setting). seharusnya tidak dijadikan alasan utama yang bisa menutup diri dari kenyataan.



ISLAM

islam secara luas adalah agama yang mengatur kehidupan sosial (kemaslahatan umat manusia). Artinnya hal-hal yang menyejukkan/ menggetarkan hati, mendatangkan ketentraman batin, dkk-nya selama ini adalah URUSAN PRIBADI MASING-MASING (vertikal). Jika islam adalah agama yang konsern mementingkan sikap dan perilaku seperti itu maka islam adalah agama ekslusif (egosentris) yang tidak akan didapati nilai-nilai kebenaran dan keadilan sosial didalamnya.



Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [5:8]



APAKAH

1. apakah dengan berlebih-lebihan pada hal-hal pribadi (lebih kepada menyejukkan/ menggetarkan hati, mendatangkan ketentraman batin, dkk-nya) dengan banyak alasan dari pemberian pujan-puji s.d pahala oleh individu atau golongan akan mendatangkan kemaslahatan?

2. apakah menjamin ustadz, berjidat hitam, memakai simbol dan atribut islam, wajah bercahaya, dkk-nya masuk surga?!.

3. apakah hanya mengandalkan kata-kata "Subhanowoooo,,," "ya owoooo,,," "Astapituwooo,,," "ya owoooo,,," adalah proyeksi perkembangan islam?!.

4. apakah teruji kelayakan seseorang berhak mengklaim seseorang yang lain dengan kesibukan aktifitasnya adalah kafir, murtadz, keimanannya menipis, dkk-nya saat adzan dikumandangkan atau mendengar pengajian sedang hatinya tidak bergetar?. disamping tentu ada kesempatan lain yang bisa menggetarkan hati.

5. apakah teruji kelayakan seseorang mengklaim seseorang yang lain dengan kesibukan aktifitasnya adalah kafir, murtadz,iman yang tipis dkk-nya mengungkapkan ketergangguannya tidak bisa istirahat jika mendengar volume masjid/ surau yang tinggi saat takbiran, kataman al-qur'an, dll?.



SUKA-SUKA ASAL ATAS NAMA LABEL ISLAM

perlindungan atas nama islam dalam arogansinya masih saja mengurangi kepekaan sosial. Sejahu ini tidak ada yang berani mengobrak-abrik jika dalam aktifitasnya sudah mengatasnamakan islam dan sejahu ini tidak ada yang berani mengangkat permasalahan/ kenyataan sosial seperti itu sekalipun mampu mempertanggungjawabkan alasan-alasannya Kecuali harus bermental kerumunan atau akhirnya melempar tanggungjawab pada kyai, ustadz, dkk-nya. Apa ada yang mau diklaim kafir, murtadz, iman yang tipis, dkk-nya??? \\^o^//Wkwkwkwkwkwkw... diluar itu kepustrasian melihat perbedaan disikapi sederhana dengan memasukannya kedalam sebuah sistem bernama islam liberal. selama tidak ada musuh bersama maka hal yang terjadi yah selama ini.



RITUALISM BERLEBIHAN MENDEKATKAN PADA ANTIPATI SOSIAL

Andai banyak umat muslim disibukan/ berlomba-lomba dengan ritualism-ritualism harus begini begitu dalam keeksklusifan. Misal dalam estetika dalam kemerduan membaca Al-Qur'an dan etika berpahala dalam shalat s.d infaq sesuai tinjauan kesehatan, Al-Qur'an, hadist, dll dengan mengeyampingkan kesejahteraan diri dan umat. Hal ini belumlah etis untuk dilakukan. Sedang nyatanya MASIH BANYAK YANG BELUM SEJAHTERA. Masih ada organisasi/ lembaga yang masih menggalang dana. masih ada yang dipanggil hanya untuk menenangkan hati dan digaji. Masih ada yang mengarahkan kebaikan dan mempolitisinya untuk memperkaya diri.



ORANG MISKIN DILARANG BERBICARA SPIRITUAL & SUPRANATURAL

Orang yang sejahtera berhak atas MENSEJAHTERAKAN orang lain dan secara ekslusif berhak memilih untuk disibukan/ berlomba-lomba dengan ritualism-ritualism beribadahnya atau tidak. Sedang orang yang belum sejahtera berhak untuk MENSEJAHTERAKAN dirinya dan tidak berhak secara ekslusif disibukan/ berlomba-lomba dengan ritualism-ritualism beribadahnya kecuali untuk mensejahterakan dirinya (panggilan show, seminar, dkk-nya misalnya). Sayangnya efek berlebih-lebihan dalam lomba/ kesibukan ritualism-ritualism beribadahnya pada pada orang yang belum sejahtera mengarahkan pada pembicaraan (supranatural khususnya) trancenden tanpa petunjuk yang jelas, masih menjadi bahan pembicaraan untuk mensuperioritaskan dirinya atau hanya sekedar mendapat pengakuan kepada orang lain, kecuali melakukannya atas dasar agar orang lain menganggapnya "guru" lalu menghasilkan kesejahteraan (uang) dari pengakuan itu.



BERSIH dan MA'RIFAT

Bersih dalam tradisionalism identik dengan hati, qolbu, dkk-nya. Akan berbeda jika dihadapkan pada bersih adalah tidak mengharapkan apa-apa (tidak hitung-hitungan/spekulatif dengan pahala, khusyu tidaknya, surga/neraka, kekayaan yang terjanjikan, dkk-nya dalam ketrancendenan/ketidakpastian) kecuali surga disisi-Nya atas segala sesuatunnya yang berhubungan dengan Islam (kemashalatan). Bukankah terdengar munafik antara orang yang gemar dan asyik berdzikir dalam supranatural/ spiritualnya (ma'rifat) dan orang yang gemar berdakwah (syariat) demi kemashalatan sekalipun merasa memiliki cita-cita yang sama (surga.com) dan sama-sama belum sejahtera. Sebagaimana keengganan sebahagian sahabat untuk pergi ke peperangan Badar dan pertolongan Allah kepada kaum muslimin: "Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dan rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya" [8:5]. "...Karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang" [9:83]. Makrifat dalam tradisionalism identik dengan pencapaian tertinggi. Akan berbeda jika dihadapkan pada terpenuhinya kesejahteraan diri dengan mensejahterahkan orang lain.



ISLAM MASIH BERKEMBANG JIKA "ADA" YANG SEJAHTERA dan MENSEJAHTERAHKAN

Tak ubahnya seperti anak pintar yang  jumlahnya lebih banyak berasal dari keluarga sejahtera karena ketersediannya fasilitas  dari pada jumlah anak pintar karena keluarga yang belum sejahtera dan tidak memaksakan keadaan.



MENEKAN PERTUMBUHAN ISLAM

Sepanjang ini menggoyakan sistem perekonomian masih menjadi alasan subtansi negara lain mengintervensi negara-negara indonesia untuk menciptakan keterbelakangan setidaknya ketimpangan kesejahteraan. yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin (bukan pemerataan kesejahteraan. Bahasa Megawatinya: ^^Pro rakyat).



POLITIK dan EKONOMI

Bisa jadi permasalahan egosentris yang mengurangi kepekaan sosial selama ini adalah permasalahan politik dan ekonomi bukan permasalahan pahala, mempertahankan kestatus quoan, dkk-nya hanya saja islam adalah mediasinya. jadi untuk merubahnya juga dengan pendekatan politik dan ekonomi melalui kebijakan.



SEMUA AGAMA dan TIDAK BERAGAMA SAMA

Hal yang nampak selama ini (disini hal-hal yang menyejukkan/ menggetarkan hati, mendatangkan ketentraman batin, dkk-nya) tidak hanya dialami orang islam saja. Artinya sudah FITRAH/ SUNNATULLAH semua manusia (tidak hanya islam, dan tidak hanya beragama) yang bisa mendatangkan hal tersebut dengan menampakkan wajah cerah, syair/ kata-kata yang indah, bahkan hal-hal yang berbau supranatural untuk menyembuhkan penyakit misalnya. Hanya saja caranya yang berbeda-beda. jelas Islam tidak ada umbahnya dengan agama lain bahakan yang tidak beragama jika hanya berkutat pada hal itu. Jadi yang membedakan islam dengan agama lainnya adalah agama yang mengatur kehidupan sosial (kemaslahatan umat manusia).



Masih trend seseorang/ parpol dalam pencitraannya dengan mengatasnamakan agamanya memakai simbol/atribut-atribut agamannya ("yaowohhhh,,," subhanowohhhh,,," "astapiruwohhh,,,") berharap mempunyai kesempatan untuk MENDAPATKAN PUJAANNYA dengan memberikan/ menunjukkan pada hal-hal yang menyejukkan/ menggetarkan hati, mendatangkan ketentraman batin, agamis, dkk-nya. sedang tidak/belum teruji sejahu apa tingkat pemahamannya (belajar), kemashalatan bagi orang disekelilingnya, etika moralnya, dll. Disamping itu/ lebih-lebih membicarakan hal-hal supranatural atau hal-hal yang membuat seolah dirinya Oke! Dibandingkan yang lainnya masih dianggap hal yang luar biasa sekalipun tidak mampu mempertanggungjawabkannya/ tidak mendatangkan apa-apa pada orang awam atau dapat dikatakan mengajak/ menjahukan diri dari islam itu sendiri. O_o



“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu" (2:216)



Diluar itu masih saja satu dan lainnya saling klaim dengan rasionalisasinya tanpa mempertanggungjawabkan segala sesuatunya. dan ada juga yang hobby mengembalikan pada-NYA dengan mengkatakan "wallahualam". Ckckckckckckckck,,,



Terinspirasi:

1. Notesnya jhos rohman yang menceritakan sikap apriori -kalao gag salah- Gus Mus pada orang-orang salafy yang mendatanginya dengan wajah yang cerah tapi tidak menunjukkan rasa hormat kepada penderita psikotik. Jelas orang-orang salafy itu juga hafal ayat kursy.

2. Seseorang yang menginginkan lelaki di film KCB. Hah!!

3. bukunya Kieker gard dan Derida.

4. Pernah mendengar cerita nyata mahasiswi Institut negeri di Bandung (1990an) rela keluar dari jurusan kimia karena menganggap rasul tidak mengajarkan kimia. Hah!!

bagaian - 2
ika tuhan maha kuasa dan perkasa kenapa ia dibela. Bukankah ia terlalu mudah untuk menyingkirkan yang bathil. Bukankah menghadirkan konflik (berperang, debat, dll) sebenarnya bukan persoalan tuhan? bisa harga diri, kehormatan, politik, bertahan hidup.



Jika tuhan maha berkehendak, pengasih dan penyayang. Kenapa keparanoidan dan spekulasi dihadirkan dalam rasa keimanan dan ketaqwaan sedang diluar sana tanpa keimanan dan ketaqwaan seseorang mampu mewujudkan/ merahi cita-citannya?. Dimana maha keadilan itu?. Apakah mengadakan surga hanya upaya menetralisir/ mengalihkan ujian berat yang harus dilalui di dunia?.



Bukankah pernah terdengar: tuhan hanya imajinasi orang dewasa dan tuhan selalu ada jika kita memikirkannya.



Bukankah mendapatkan ketenangan dan kesenangan secara tradisi/tidak itu hak dan sudah diliki setiap manusia (fitrah, Q.s 30:28) baik yang beragama atau tidak? Hanya saja caranya berbeda-beda. Terlebih yang disukai adalah kesaktian mengobati penyakit yang tidak hanya dimonopoli satu agama.







Mungkin jika pertannyaan ini diajukan kepada siapa saja akan ditemukan ragam varian jawaban dari yang sangat sederhana s.d terumit. Dimungkinkan akan ditemukan perbedaan mencolok (parameter) antara orang-orang yang dikenal alim dan berpengaruh karena ibadah bonus kesaktiannya, orang-orang yang suka berkerumunan tapi tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan dari pada orang biasa-biasa saja.



"Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran [39:2]



Jika ke-atheis-an itu adalah masalah besar dan islam adalah agama ritual yang karenanya tidak ada yang sanggup menjawabnya atau berhenti pada rasionalisasi-rasionalisasi dengan mengkatakan "walahualam" yang sama halnya mengkatakan "gak ngurus raimu!!" (tidak memashalatkan). Maka kemungkinan besar keatheisan merembet kemana-mana atau setidaknya cukup ber-KTP islam. Sekalipun begitu, islam tradisonal dengan kestatus quoannya masih memiliki andil besar dalam menjaga atribut, identitas dan simbol "islam" dan selama ini juga kemajuan islam dalam kemashalatannya bukan hal yang prioritas karena kesibukan masing-masing mengangkat keadaan ekonomi dan kesibukan beritual masing-masing lebih-lebih menjadikan islam sebagai alat.



Bisa jadi keberadaan islam liberal adalah dampak dari kejenuhan tradisi yang itu-itu saja (red. islam tradisional). Yang keduannya memiliki kesamaan pola yaitu, menghindari peperangan/ gesekan-gesekan ideologis yang tidak menguntungkan, demi atas nama terjagannya tradisi untuk islam tradisional dan pluralism jika itu islam liberal. Hanya saja selama ini merasa diliputi kekuasaan yang sudah dianggap berjalan stabil/ terkendali, seolah-olah tidak ada musuh. ^^Sehingga yah seperti itu.



Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya. [4:88]
======
part- 1

quit of allah very detect all human heart contents about belied quality and lesson taking one and another.



media trans ideology

write to still to be communication media drives ide-ologi effective, must not know somebody identity or organization physically and or without necessary interaction directly. only will be continuous threat when gesekan-gesese will happen without there pengungkapan difference. ^^maka ask.



value

field goal from itself article read. so membuatlah semenarik may be loose/with quality isi*, at least show a evaluation (good/bad) so that still permanent assumed there (eksis). or, stop to be rice package pecel at morning clear, only see it as wrapper unknowingly that article contents.



in pleasure

matters ins (not only article belongs pahalasentris, spiritualism) still has many devotees particularly support situation and conditon (takes side self self) likely have/ be special attention. can also be interpretted aversion get matter unwelcome more to ego (one of them defend style and unidirectional way of reading) so that release/ jahu from pengkritisan/ conditon testing. good environment, article, etc.



propaganda effective

psychoanalysis figure sigmund freud mengkata human basically chase delight in this case can shaped in matters that cool/cause to vibrate heart, import ketentraman mind, dkk- without necessary mengkaji/ delve/ mengkritisi (how?  and why? ). so also expression kiekergard" article stills be effective media to interestings girl attention" . bot to mention many people willing to get instant. up to memunculkanlah statement belong from ^^tukul arwana: " don't see somebody from cover. " so ownself fun matters during the time doesn't can mempertanggungjawab objectively in give truth values and justice, etika-moral, dkk-. outdoor that is snock hurgen a dutch to acheh in the policies hegemony separates al-qur'an and the reader that is al-qur'an the good at put on which is on in reality stills melakoni until now (^^mas buy the book at jakarta).



and the above is true we make for every that prophet is enemy, that is prince of darknesses (from kind) human and (and kind) evil spirit, partly they whisper to partly other beautiful words to cheat (human) [6: 112; only smart people who that can take lesson [19: 13; and actually if they carry out lesson that given to them, sure such matter that's better for them and more strengthen (they belied) [4: 66



lecture speech

if true in give a lecture/ deliver a speech made semenarik may be only fun audiens so that come and make somebody is famous with theme and end fun (setting). should can not be made principal reason that can isolate xself from fact.



islam

islam widely religion that regulate social life (human people use). artin matters cool/ cause to vibrate heart, import ketentraman mind, dkk- during the time private affair each (vertical). if islam religion konsern consider important attitude and behaviour like that so islam exclusive religion (egocentric) will not be found truth values and social justice mendalamnya.



hey people who believes in to want you so people who always maintained (truth) because allah, be witness dispassionately. and don't occasionally your hate towards a certain class, push you for operative inequitable. fair operative, because fair that is bearer to piety. and pious to allah, actually allah very detect what you do. [5: 8



what

1. what effusively in individual matters (more to cool/ cause to vibrate heart, import ketentraman mind, dkk-) with many reason from gift pujan-puji s. d reward by individual or group will import use?

2. what guarantee ustadz, berjidat black, wear simbol and islam attribute, face shines, dkk- enter heaven? ! .

3. what only rely on words" subhanowoooo, , , " " yes owoooo, , , " " astapituwooo, , , " " yes owoooo, , , " islam development projection? ! .

4. what uji somebody elegibility justifiably claimed other somebody with activities bustle unbeliever, murtadz, the belief in god attenuates, dkk- moment summons to prayer to pealed or is hear pengajian the heart is not trembling? . beside sure there chance other that can cause to vibrate heart.

5. what uji somebody elegibility claimed other somebody with activities bustle unbeliever, murtadz, thin belied dkk- unfold ketergangguan can not rest if hear volume mosque/ tall prayer-house moment takbiran, kataman al-qur'an, etc? .



likes origin on behalf of islam label

protection on behalf of islam in arogansi still decrease social sensitivity. sejahu this bothing that dare to rummage if in activities mengatasnama islam and sejahu this bothing that dare to lift troubleshoot/ social fact like that even if can mempertanggungjawab the reasons except must bermental mob or final throw responsibility in priest, ustadz, dkk-. are there that want menglaim unbeliever, murtadz, thin belied, dkk-? ? ? \\^o//wkwkwkwkwkwkw. . . outdoor that is kepustrasian see difference menyikapi simple with the insert intoes a system nameds liberal islam. during there is no enemy with so matter that yeah during the time.



ritualism over do to juxtapose in social antipathy

if many moslem peoples menyibukan/ compete with ritualism must like this so in keeksklusifan. example in aesthetics in melody reads al-qur'an and ethics berpahala in prayer s. d infaq appropriate well-being observation, al-qur'an, hadist, etc with mengeyamping self welfare and people. this matter is not yet ethical to is done. the real is stilling a lot not yet prosperous. still there organization/ institution that still to support fund. still there that called just for tranquilize heart and salaried. still there that aim kindness and mempolitisi to enrich self.



pauper is forbidden to speak spiritual supernatural

one who prosperous justifiably on mensejahtera another person and exclusively justifiably choose to menyibukan/ compete with ritualism beribadah or not. one who not yet prosperous justifiably to mensejahtera self and not justifiably exclusively menyibukan/ compete with ritualism beribadah except to mensejahtera self (calling show, seminar, dkk- for example). unfortunately effect profuses in race/ bustle ritualism beribadah in in one who not yet prosperous aim in discussion (supernatural especially) trancenden without clear instruction, still to be material of discussion to mensuperioritas self or just get acknowledgement to another person, except do it on the basis of so that another person consider it" teacher" then produce welfare (money) from that acknowledgement.



clean and ma'rifat

clean in tradisionalism identical with heart, qolbu, dkk-. differ if aimed in clean doesn't expect anything (not hitung-hitungan/speculative with reward, khusyu not it, heaven/hell, wealth that promised, dkk- in ketrancendenan/uncertainty) except heaven menyisi-nya on all sesuatun that islam (kemashalatan). isn't it true that heard hypocrite between one who love and passionate berdzikir in supernatural/ spiritual (ma'rifat) and one who love berdakwah (syariat) by kemashalatan even if felt has aim same (heaven. com) and same not yet prosperous. as aversion partly friend to go to battle badar and allah accomodation to class muslims: " as your god order you to go and your house with truth, while actually some of people who believes in that doesn't like it" [8: 5. " . . . therefore take a seat with people who doesn't come along to wage war" [9: 83. makrifat in tradisionalism identical with highest achievement. differ if aimed in penuhinya self welfare with mensejahterah another person.



islam stills to bloom if" there" prosperous and mensejahterah

not change it to like clever child the total more many comes from prosperous family because ketersedian facilities from in clever child total because family not yet prosperous and doesn't force upon conditon.



depress islam growth

along this is menggoya economics system stills to be reason subtansi country other mengintervensi indonesia bations to creat backwardness at least welfare lameness. rich more richer poor more poorer (not welfare generalization. language megawati: ^^pro people).



policies and economy

possible egocentric troubleshoot that decreases social sensitivity during the time policies troubleshoot and economy not reward troubleshoot, defend kestatus quoan, dkk- only islam mediasi. so to change it also with approach policies and economy passes wisdom.



all religions and irreligious same

visible matter during the time (here matters cool/ causes heart, import ketentraman mind, dkk-) not only undergone islam person. mean natural tendency/ sunnatul all humans (not only islam,  and not only have a religion) that import the mentioned with show clear face, poem/ beautiful words, even matters that smell supernatural to cure for example disease. only its way that vary. clear islam there is no umbah with religion other baha irreligious if only berkutat in that thing. so that distinguish islam with another religion religion that regulate social life (human people use).



still trend somebody/ parpol in pencitraan with mengatasnama the religion wears simbol/attributes agaman (" yaowohhhh, , , " subhanowohhhh, , , " " astapiruwohhh, , , " ) hope has chance to get the idol with give/ show in matters cool/ cause to vibrate heart, import ketentraman mind, religious, dkk-. not/not yet uji sejahu is whatting the comprehension level (is learn)ing, kemashalatan for person menyekelilingnya, the moral ethics, etc. beside that/ more talk about supernatural matters or matters that make likely self okay! compared the other stills assumed remarkable matter even if doesn't can mempertanggungjawabkan/ doesn't import anything in civilian or can be said invite/ menjahu self from itself islam. o_o



“…boleh so you hate a certain, while he is very good for you,  and perhaps (also) you like a certain while he is unspeakable for you" (2: 216)



outdoor that still one and another mutual claim with the rationalization without mempertanggungjawab all a certain it.  and there also hobby return pada- with mengkata" wallahualam" . ckckckckckckckck, , ,



inspiration:

1. the stain jhos rohman that narated attitude apriori -kalao gag salah- gus mus in ones salafy that visit it with clear face but doesn't show honour taste to sufferer psikotik. clear ones salafy that also memorize verse kursy.

2. somebody that wish for man at film kcb. hah! !

3. the book kieker gard and derida.

4. ever hear country institute coed bonfiction at bandung (1990an) willing out from chemistry direction because consider apostle doesn't teach chemistry. hah! !

part - 2
ika all powerful god and brave why is he defended. isn't he too easy to remove bathil. isn't it true that present conflict (wages war, argue, etc) actually not god problem? can selfrespect, honour, policies, survive alive.



if god very have an intention, merciful and humane. why keparanoidan and speculation is presented in belief in god taste and ketaqwaan outdoor there without belief in god and ketaqwaan somebody can realize/ merahi cita-citan? . where very that justice? . what hold only efforts menetralisir/ shift heavy test that be passed at world? .



isn't it true that ever heard: only adult imagination and god always there if we think it.



isn't it true that get placidity and delight according to tradition/not that is right and meliki every human (natural tendency, q. s 30: 28) both for have a religion or not? only its way vary. particularly that liked miracle cures disease not only monopolized one religion.







may be if pertannyaan this submitted to whom be found kind variant answer from very simple s. d umit. be maked be found glaring difference (parameter) between people who will be known religious and influential because the miracle bonuses religious service, people who likes berkerumunan but doesn't can to give satisfying letter from in person usually.



" is same people who detects with people who doesn't detect? " actually one who smart that can get lesson [39: 2



if ke-atheis-an that big problem and islam ritual religion hence bothing that able answer it or stop in rationalizations with mengkata" walahualam" the same as mengkata" caw ngurus rai! ! " (not memashalat). so big possibility keatheisan pervades everywhere or at least enough ber-ktp islam. even if so, islam tradisonal with kestatus quoan still has big share in watches over attribute, identity and simbol" islam"  and during the time also islam progress in kemashalatan not matter priority because bustle each lift economy conditon and bustle beritual each more make islam as a means of.



possible liberal islam existence impact from those tradition saturation (red. tradisional islam). keduan has pattern sameness that is, avoid battle/ ideological frictions don't beneficial, by on behalf of jagannya tradition for tradisional islam and pluralism if that is liberal islam. only during the time felt in a condition of power that assumed to walk stable/ undercontrol, impressing there is no enemy. ^^sehingga yeah like that.



whomever that misleaded allah, occasionally you don't get road (to give instruction) to it. [4: 88]
Powered By Blogger