20110601

Wanita Izinkan Aku Bicara

Wanita Izinkan Aku Bicara (sebuah penawaran bukan pengajuan)

Sebuah konsep berumahtangga dengan melihat rumah tangga -ideal- pada umumnya:

HARMONI 1

Dengan/ tanpa perbedaan yang jahu (timpang/berat sebelah) status dan derajat sosial, materi kekayaan, tingkat pendidikan, keChakEpAn, postur, jabatan, pegawai outsorching/tetap, jenis pekerjaan, dkk-nya sekarang dan akan datang hingga mengakibatkan rasa yang tidak adil. Sebagaimana rumah tangga pada umumnya: "Baiknya uang (gaji) suami untuk istri. Uang istri untuk istri dalam kesinergisan berumahtangga".



HARMONI 2

memilih pasangan dengan penuh rasa tanggung jawab lebih-lebih kepada-NYA. Andai satu sama lain saling TERBUKA dan terbiasa MENGUNGKAPKAN/ mendengar PERASAAN sekalipun tidak menyenangkan. Lalu kemudian BERUPAYA (niat) memperbaiki dan/atau mengerti keadaan (baca: action) tanpa harus memaksakan/ menargetkan segala sesuatunya harus begini begitu. Sebagaimana rumah tangga pada umumnya: "Baiknya mengkomunikasikan segala sesuatunya berdasarkan kesepakatan bersama."



CERITA ANEH-ANEH

Sekali lagi dengan penuh rasa tanggung jawab lebih-lebih kepada-NYA. Teryakini terlaksananya harmoni 1 & 2 tidak akan banyak di jumpai cerita aneh-aneh, cerita aneh-aneh, cerita aneh-aneh, dan cerita aneh-aneh yang hanya terganjal masalah PERASAAN dan salah PERSEPSI. Diluar itu sepanjang sepengetahuanku masih ada yang awal dan/atau akhirnya memilih pasangan tidak dengan rasa tanggung jawab lebih-lebih kepada-NYA.



ETIKA MEN/DI-CINTAI

Bila benar dengan penuh rasa tanggung jawab lebih-lebih kepada-NYA. Urusan CINTA itu BAIK-etis-nya TIDAK MENYANGKUTPAUTKAN status dan derajat tersebut sedang bisa saja status dan derajat itu TIDAK BERTAHAN LAMA. Tapi BERSYUKUR* dengan/dan MELIHAT kualitas -konsistensi- cinta, agama, kesetiaan, pengorbanan, ketulusan hati, tanggungjawab, dkk-nya. Disamping itu, bukankah kerap terdengar "lebih baik dicintai dari pada mencintai." Bisa jadi permasalahan selama ini bukanlah urusan cinta tapi yang lainnya.



LONG LIFE

Dari pada menyesal belakangnya dan sudah terlalu jahu. Setidaknya tidak memaksakan diri dan melihat/ menguji dulu hal-hal yang memberikan jaminan diri dalam jangka waktu panjang dunia (dan berakhir pada akhirat). Standartisasi jaminan itu mengacu pada latarbelakang ideologi masing-masing dan/atau keluarga. Apakah perbedaan itu? Apakah perbedaan itu bisa ditolerir/ diterima s.d apakah bisa dirubah? Apakah bisa diandalkan dalam keadaan sulit? Bla,,, bla,,, bla,,, bla,,, bla,,, bla,,, bla,,, bla,,, (kritis mode:on). Sebagaimana kebanyakan: "Menikah itu tidak hanya sebentar tapi jangka waktu lamaaaaaaaaaaaaaaamamamamaMaemMaaaaaaaa,,,".



RAGAM ORIENTASI CINTA

Dalam orientasi/ motivasi cinta seseorang beragam-ragam. Hal ini juga tidak terlepas dari pembentukan ideologi pecinta dan proyeksi ideologi keluargannya. Entah pembentukan ideologi diri itu didapat dari pergaulan, sinetron, film, dkk-nya bahkan tetangganya. Sehingga hal yang seharusnya urusan cinta itu private dan intime menjadi inklusif. Ideologi satu dan lainnya itu sendiri jelas memiliki bentuk stdandartisasi berbeda-beda yang menentukan tingkat toleransi penerimaan. "ada yang mau menerima gelandangan tapi ganTENG? Aku pikir tidak ada. ^^Heheheheheh,,,"



NILAI dan TANGGUNGJAWAB

Bagi kebanyakan orang parameter atas nilai tanggungjawab seseorang adalah kenyataan (terindra) tidak hanya dimulut, tulisan, dkk-nya. Sayangnya berbatas keterindraan ini menjadi penilaian absurd dimana seseorang bisa menerima ATAU menolak kehadiran orang lain. Dan, terjebak pada penilaian cover (hal-hal yang dinampakkan) termasuk sumpah ("Ya Owohhhh,,, Sumpah yangk akyu gag selingku'in kamyuuu,,,", padahal?). Maka keterbukaan dan kejujuran menjadi parameter memudahkan interaksi untuk mau menerima/ menolak seseorang. Maka menguji dan menyelidiki adalah sarana ideal untuk meminimalisir segala sesuatunnya yang berujung kepada keidealismean.



MASALAH

Masalah bisa jadi kecil menjadi besar dan sebaliknya. Tergantung dari resistensi mental (kualitas perasaan, keobjektifan diri) dan niat awal. Jika terjadi kesalahan (perbedaan dan kekurangan) kebanyakan lebih memusatkan pada kesalahan itu (ke-terjebak-an) tanpa menyadari masih ada waktu untuk memperbaiki menutupinya atau masih ada hal-hal yang bisa menutupinya. Disamping itu ada ayat yang mejelaskan: "apa yang menyenangkan bagimu belum tentu baik bagimu".



KOMUNIKASI

Dengan/tanpa bertanggungjawab pada suatu hubungan, tidak/ingat niat awal. Tidak ada jalan lain selain -etisnya- mengkomunikasikan/ mengungkapkan perasaan dengan cara baik-baik, jujur dan terbuka. ^^Jika bukan masalah prinsip. Bersalah/ tidak, baiknya salah satunya harus mengalah karena waktu terus berjalan. Waktunya beranjak dan tidak terjebak, tetangga sebelah sudah punya Alphard.



SIAPA BENAR dan SALAH

Berdiam diri karena tidak jelas siapa yang salah & benar atau mendatangkan kemudharatan yang besar (memutuskan tali silahturahmi) baiknya meyakini: Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". [8:46] kontra persepsi tentang kebenaran di pihak lain, ada ayat yang menjelaskan "Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?" [18:68]. Artinya, bisa jadi segala tuduhan yang membenarkan diri seseorang kepada kita karena sebab lain, selingkuh mungkin. Hemmm,,,mm,,,m,,, "becik kethitik olo ketoro" (kalau gag salah artinya: "kesalahan yang disembunyikan pasti ketahuan")



Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. [4:135]



KALAU SUDAH CINTA

Terlepas dari bertanggungjawab/ tidak. Persetan dengan penilaian pengenalan awal status dan derajat  materi kekayaan, tingkat pendidikan, keChakEpAn, postur, jabatan, pegawai outsorching/tetap, jenis pekerjaan, dkk-nya sekarang dan akan datang dan tidak menjamin kekekalannya. Bila "Aku ingin Aku dan Kamu adalah Kita". MAU APA LAGI kalau bicara soal CINTA? Sekalipun timpang, bila mau mencari/ meninggikan kelebihan pasangan. Kelak nantinya menikah hal-hal yang meninggikan/melengkapi kesempurnaan berpasangan semuannya juga untuk "Kita, Aku dan Kamu". Diluar itu jika tanpa pertimbangan (etika-moral khususnya) maka disebut cinta buta.



Sekalipun dengan niat baik. Segala sesuatunnya akan menjadi "gambling" jika mengawalinya dengan tidak mempertimbangkan kemungkinan yang akan datang. Maka kerap dimunculkan kata-kata: "just do it!" (lakukan saja!)



KELUARGA

Seorang ayah/bapak/opie/papi/papa mempunyai andil besar dalam menentukan dengan siapa anak gadisnya (khususnya) karena melihara dan menjagannya sulit, tak ayal ketakutan jika anaknya salah pilih. Kejujuran dalam keterbukaan dan pengertian selalu menjamin segala sesuatunya menjadi lebih baik. Mengutip kata teman yang anaknya perempuan (6 bln) "Cari sebanyak-banyaknya dan -bicarakan!!- Biar bapakmu yang menentukan".



AKU (M.P Ardianto izin bermimpi)

Jika -insyaALLAH- aku jadi seorang ayah (ayah dari anak gadisku khususnya) dalam iklim demokratis, aku akan mengobservasi keluarga calon pacarnya terlebih dahulu hingga menyiapkan perangkat tes (Hahahahaha,,, perangkat tes) sebelum anakku mengkatakan ya/tidak untuk berpacaran. Jika anakku GaTh**Li (tidak bertanggungjawab dengan pilihannya dan telah disepakati dengan ayahnya), setelah meng"hajar"nya trus nyeramahi "Apa yang kamu cari selama ini saiyangggggg,,, kuuuuuhhhh,,, tumpah darahkuhhh,,, tanah airkuhhh,,,, indonesiakuhhh,,, bila segala sesuatunnya bisa menjadi adil dan benar tanpa terlukai perasaan bila masih bisa dibicarakan terlebih kondisi-kondisi tidak menentu itu selalu ada di perjalanan panjang setiap manusiaaa,,,".





*Tanpa kePedean masuk surga. Dan, gag sok alim (objektif: ada yang menilai via SMS. ^^Thanks yah!). Iyahhh,,, Kalau gag salah katannya penghuni neraka paling banyak adalah wanita yang tidak pandai bersyukur (kufur). Katanyaaa,,, (Mohon koreksinya)

**Terinspirasi ingat waktu doloe SMA curhat sama almh.ibu dikamar: "Nek pacaran ojok ndudokno koyone keluargamu" (kalau pacaran jangan menunjukkan materi keluargamu). (^^so sweettttt,,,)



Catatan: Penawaran ini bersifat normatif dan berlaku bagi yang memilih siapa, kapan dan dimana saja. TIDAK BERLAKU 1. jika jelas perbedaan ideologi (moral khususnya) yang tidak dapat ditolerir, 2. Seseorang dalam masa pemulihan trauma psikologis yang berkepanjangan, 3. Enggan bertanggungjawab, 4. daya insight yang kurang, dan 5. Yang tidak mau menjadikan keterbukaan berkomunikasi sebagai cara untuk mensinergiskan hubungan.









-Tamat-



======

Apa melalui notes ini M.P Ardianto mengajukan diri dan merasa sebagai lelaki ideal? EnG'GAK!! (bonus ekstra kata-kata:"Cuk!"). Buktinya pernah tiga kali pacaran ada yang tidak suka karena M.P Ardianto tidak apal ayat kursy hingga di klaim kafir dari karena tidak bisa nyetir mobil sampai bukan pegawe tetap (^^itulah mereka, tidak adil memang. Sekalipun merasa diri baik dan tidak menjamin juga kelak menjadi lebih baik setidaknya sudah punya niat baik mempertanggungjawbkan pada-NYA). Terkait ayat kursy. Waktu cerita, keluargaku hanya ^^senyum dan sedikit dimasukkan dalam bahan diskusi mereka tentang aliran-aliran islam tradisional di meja makan. Bertepatan sebelum masku satunya menikah dengan keluarga yang kebetulan memiliki aliran islam tradisional lainnya. Hanya karena wanita dan cintanya masku. Bagi kami asal islam (apapun), bermoral, bertanggungjawab, bukan hal prinsip dan kami suka. Entah janda/ tidak dengan banyak latar belakang pendidikan dan ekonomi. Kami menerima 100%. Jaminan 100%!!. Tanpa harus mengajukan diri, terbentuk sebuah keyakinan latarbelakang pemikiran mempengaruhi seseorang untuk memahami dan mengerti segala sesuatunnya dengan baik, yaitu diam karena tahu itu tidak penting/ belum waktunya bicara dari pada semakin keruh atau berinisiatif sekalipun terlukai dengan tujuan meluruskan/ menjadi lebih baik.
====
woman permits me speak (a tender not submission

a concept berumahtangga with see household -ideal- in general:

harmony 1

with/ without difference jahu (unstable/heavy half) status and social degree, wealth matter, education level, kechakepan, posture, function, outsorching/permanent official, job kind, dkk- now and will come up to will cause taste inequitable. as household in general: " the good money (salary) husband for wife. wife money for wife in kesinergisan berumahtangga" .



harmony 2

choose pair fully responsibility taste more kepada-. if one another mutual opened and accustomed unfold/ hear feeling even if not fun. then then cope (intention) repair and/or understand conditon (reads: action) without having to force upon/ menarget all a certain it must like this so. as household in general: " the good mengkomunikasi all a certain it based on agreement with. "



strange story

again fully responsibility taste more kepada-. be believed laksananya harmony 1 2 will not many at meet strange story, strange story, strange story,  and strange story only feeling problem chock and wrong perception. outdoor that is along sepengetahuan still there beginning and/or final choose pair not with responsibility taste more kepada-.



ethics men/-cintai

when does true fully responsibility taste more kepada-. affair loves that baik-etis- not menyangkutpaut status and degree can status and that degree doesn't go along way. but bersyukur* with/and see quality -konsistensi- love, religion, troth, sacrifice, heart veracity, responsibility, dkk-. beside that, isn't it true that often heard" better loved from in love. " possible troubleshoot during the time not affair love but the other.



long life

from in repentant the hind and too jahu. at least doesn't force upon self and see/ test formerly matters that give self guarantee for a long time world (and end in hereafter). standartisasi that guarantee threatens in ideology background each and/or family. is difference that? is difference that menolerir/ be accepted s. d what can be changed? what be relied on in a state of difficult? bla, , , bla, , , bla, , , bla, , , bla, , , bla, , , bla, , , bla, , , (fashion critical: on). as majority: " get married that not only a moment but duration lamaaaaaaaaaaaaaaamamamamamaemmaaaaaaaa, , , " .



kind orientation loves

in orientation/ motivation loves somebody many kinds. this matter also doesn't quit of lover ideology formation and ideology projection keluargan. i don't know that self ideology formation is got from association, sinetron, film, dkk- even the neighbour. so that matter should affair love that private and intime be inclusive. ideology one and clear itself another has form stdandartisasi varies that determine acceptance tolerance level. " there that receptive vagrant but handsome? i think there is no. ^^heheheheheh, , , "



value and responsibility

for many parameter person on somebody responsibility value fact (indra) not only memulut, article, dkk-. unfortunately berbatas keterindraan this be evaluation absurd where can somebody can get or averse another person presence. and, trapped in evaluation cover (matters that show)ed to belong oath (" yes owohhhh, , , oath yangk akyu gag selingku'in kamyuuu, , , " , while? ). so openness and honesty is parameter makes easy interaction to want get/ averse somebody. so test and delve ideal tool to minimizes all sesuatun berujung to keidealismean.



problem

problem possible little be big and on the contrary. depending from way of thinking resistence (feeling quality, keobjektifan self) and beginning intention. if happen error (difference and deficit) majority more concentrate in that error (ke-terjebak-an) without realizes to still there time to repair to cover it or still there matters that can cover it. beside that there verse mejelas: " what fun for you not yet sure good for you" .



communication

with/without bertanggungjawab at one particular connection, not/remember beginning intention. have no other way [to] besides -etisnya- mengkomunikasi/ unfold feeling by well, honest and opened. ^^jika bo matter principle. guilty/ not, the good one of them must succumb because time then walk. the time moves and not trapped, beighbour next door has alphard.



who is true and wrong

keep silence because who wrong true or import kemudharatan big (decide string silahturahmi) the good believes: and obey to allah and rasul- and don't you berbantah-bantahan, causes you are fear and lost your strength and bear with. actually allah alongs with patient people who" . [8: 46 contra perception about truth at others, there verse that explain" and how can you patient on a certain, you not yet has erudition enough to the effect that that? " [18: 68. mean, possible all accusation that justify somebody self to us because of other, selingkuh may be. hemmm, , , mm, , , m, , , " becik kethitik olo ketoro" (if gag wrong mean: " error that hidden certain found out" )



alas people who believes in, roger you one who genuinely justice enforcer, be witness because allah although towards merimu self or mother bapa and class your family. [4: 135



if love

quit of bertanggungjawab/ not. damn with status beginning identification evaluation and wealth matter degree, education level, kechakepan, posture, function, outsorching/permanent official, job kind, dkk- now and will come and doesn't guarantee the eternity. when" i want me and you us" . want what else if speak exercise loves? even if unstable, when want look for/ uplift pair surplus. later later get married matters that uplift/equip fullness berpasangan semuan also to" we, i and you" . outdoor that is if without deliberation (etika-moral especially) so called blind love.



even if with goodwill. all sesuatun will be" gambling" if the precede without considering that possibility. so often showed words: " just do it! " (do! )



family

a has big share in determines with whom the girl child (especially) because melihara and menjagan difficult, not doubtful fear if wrong the child chooses. honesty in openness and explanation always guarantee all a certain it be better. quote friend word woman the child (6 bln)" look for as much as possible and -bicara! ! - let your father that determine" .



i (am m. p ardianto permission dream)s

if -insyaallah- i so a father (father from my girl child especially) in democratic climate, i mengobservasi the darling candidate family beforehand up to shall prepare test ware (hahahahaha, , , test ware) before my child mengkata yes/not to make love. if my child gath**li (irresponsible with the choice and agreed on with the father), after meng" rough up" he is trus nyeramahi" what do you look for during the time saiyangggggg, , , kuuuuuhhhh, , , spilled darahkuhhh, , , soil airkuhhh, , , , indonesiakuhhh, , , when all sesuatun be fair and true without be rankled when still can be talked about particularly conditions uncertain that always in covering ground every manusiaaa, , , " .





tanpa kepedean enter heaven. and, gag pretend religious (objective: there that evaluate via sms. ^^thanks yeah! ). iyahhh, , , if gag wrong katan hell occupant at most woman grateful poor at (infidel). katanyaaa, , , (the correction request)

*terinspirasi remember time doloe sma curhat same almh. mother mengamar: " nek pacaran ojok ndudokno koyone your family" (if pacaran don't show your family matter). (^^so sweettttt, , , )



note: this tender has normatif and operative for that choose to who, when and where. bot applicable 1. if clear ideology difference (moral especially) can not, 2. somebody in a period of restoration trauma psikologis continuous, 3. dislike bertanggungjawab, 4. power insight less,  and 5. doesn't want to make openness communicatings as mode to mensinergis connection.









-tamat-



======

what pass this stain m. p ardianto submit self and felt as ideal man? eng'gak! ! (words extra bonuses: " cuk! " ). its proof ever thrice pacaran there doesn't like because m. p ardianto not apal verse kursy up to at unbeliever claim from because can not drive car until not pegawe permanent (^^itu they, inequitable really. even if felt good self and hasn't guarantee also later be better at least has goodwill mempertanggungjawb pada-). related verse kursy. story time, only ^^senyum my family and a little putted into in their discussion ingredient about tradisional islam currents at dining table. coincided before my brother the other one get married with family by accident has another tradisional islam current. just because woman and love it my brother. for us islam origin (whatever)s, bermoral, bertanggungjawab, not principle matter and we like. i don't know widow/ not with many education background and economy. we get 100%. guarantee 100%! ! . without having to submit self, formed a thinking background confidence influences somebody to realize and understand all sesuatun well, that is quiet because know that not important/ not yet the time speaks from in more muddyer or berinisiatif even if hurt with a purpose to straighten/ be better.

Tidak ada komentar: