20110601

IZIN UJI TES DEKONSTRUKSI KE-THEIS-AN

IZIN UJI TES DEKONSTRUKSI KE-THEIS-AN

Entah menarik atau tidak ini bertujuan, sebatas tes seleksi alam pemikiran:

yang kuat makin oke! Yang lemah makin sudah tidak beragama lagi. Atau pura-pura yakin atau berusaha memberontak dengan mengalihkannya pada hal-hal yang menunjukkan keyakinan diri padahal tidak mampu menjawabnya.



Check this:

"tuhan asli kita dibumi". Bumi yang kita singgahi saat ini dengan 100% kita yakini ke-Maha-annya selama ini sehingga kita mampu mempertahankannya secara ilmiah (ilmu di bumi yang diantarannya saling mengkuatkan) atau sebatas yakin. Sehingga tidak mau menjual murah keyakinannya bahkan sampai membela-nya mati-matian. Sekalipun dalam beberapa kasus tetap menggunakan alasan trancendent karena ketidakmampuan menjawab secara nalar (logika).



Apakah "tuhan asli kita dibumi" yang sudah berusaha meyakinkan eksistensi akan ke-Maha-annya pada manusia dengan segala petunjuknya (kitab, malaikat, mukjizat, alam semesta raya, dll) memiliki sejumlah pekerjaan A.W.A.L (menciptakan), mengatur siapa-siapa saja yang layak mendapat petunjuk/ ujian-nya hingga memerintahkan malaikat mencatat siapa-siapa saja yang beriman dan bertakwa. Dan, A.K.H.I.R.N.Y.A setelah kiamat memutuskan siapakah yang layak masuk surga/ tidak. Diantara tuhan-tuhan "di bumi lainnya" dalam pekerjaannya yang mungkin sama.



Mereka (para tuhan-tuhan) menempati waktu dan ruang yang berbeda. Dan mungkin A.K.H.I.R.N.Y.A mereka bersama-sama menempati waktu dan ruang yang sama. Saling menceritakan bagaimana pekerjaan AWAL dan AKHIR mereka. Atau membuat laporan pada tuhan yang lain bahwa pekerjaannya sudah selesai.



PERTANYAANNYA

1. Ingat: hukum kausalitas (sebab-akibat) dan logika sederhana ("ada awal-ada akhir"). Bagaimana tugas "tuhan asli kita dibumi" bumi yang kita singgahi saat ini AKHIRNYA?!, SETELAH pekerjaannya selesai?.

2. Teringat pembicaraan sebuah film (lupa judulnya): "tuhan hanya khayalan orang dewasa" . Apakah "di dunia luar sana" ada tuhan SELAIN "tuhan asli kita dibumi" dan mungkin dengan pekerjaan yang sama, sekalipun kita meyakini ke-Esa-an "tuhan asli kita dibumi"?.



PERTANYAANNYA INTI

1. setelah membaca. Sekarang lebih dahulu percaya mana?! lebih dahulu percaya tuhan atau kitab-nya?. Hayow,,, ngaku!. atau ^^jangan-jangan tidak percaya keduanya.





*saya yang membuat, saya yang bertanggungjawab untuk menjawabnya berdasarkan jawaban yang dulu saya alami http://sarden-kita.blogspot.com/2008/01/berbagi-teheis-dengan-atheis.html. Tapi saya tidak mau bertanggung jawab bila ada pengembangan pertanyaan dan bukan dari jawaban saya.

*Sederhana! Pada intinya semuannya diatas tidak sedikitpun merusak keimanan seseorang dengan "tuhan asli kita dibumi" dalam menjalankan ibadah pada-nya. Hanya saja mempertanyakan keeksistensian-nya setelah akhir dari pekerjaan-nya selesai.^^
====
that negative reaction kills one who use flag qolbu


outdoor ideological values. each bring matter to memperlihat/aju/show. when, those matters gets negative reaction. why not force upon self to react positive. at least

1. equate self (with mengkata: " i am / do similar matter" ) or

2. realize that alive really fluctuate (with mengkata: " i am / melewatin" ) or

3. understand semuan has background that causes manner difference to cover defactiveness (with mengkata: " i also will do when like that same thing" ) or

4. confirm self that clever person learns from another person without see the hind surface (with mengkata: " i only want science pegetahuan" )

5. change patterned thinking that any human really created differ (with mengkata: " you you, i am i, he is he, they" )



that negative reaction doesn't macerate when responsived according to in and doesn't macerate when without memengerti. that negative reaction evoke keparanoidan up to somebody must decide to kill social interaction ritually religious service and mengatasnama qolbu. if (there are) any still one who like this? also that kill ukuwah society (memecah advocate).

Tidak ada komentar: