20110601

"Mencoba Mengerti Jika Mengambil Ujian Orang Lain"

"Mencoba Mengerti Jika Mengambil Ujian Orang Lain"

MENGALAH

Disini dia terbiasa mengalah. Mengalah semacam keadaan dimana akal tidak perlu memanjakan diri dengan perasaan dengan/ tanpa harus berkatan "iyah gak papahhhhh,,,"; Selama ini bukannya dia MENGHINDARI/ TAKUT dengan ujian atau BERHADAPAN langsung dengan ujian yang diambil dan kemudian membesarkan ego dengan caranya sendiri; dia sendiri -sudah- MENGAMBIL UJIAN orang lain tanpa berharap apapun yang bukan hak dia. Mungkin orang lain tidak mampu bahkan tak mau melakukannya (menurutku sich begetohhh,,,); Disadari/tidak terkadang orang lain yang diambil ujiannya olehnya itu menganggap memang kewajiban atas ujian, padahal tidak.



KELUH KESAH

Terkadang dia sendiri tidak bisa menahan rasa yang membuat dia ingin mengeluh. Mengeluh bagai dia adalah membagi cerita berharap meringankan beban ujian yang dia jalani sedangkan dia punya jalan pikiran sendiri karena tahu persis situasi dan kondisinya;



LALAKI & PEREMPUAN

Lelaki yang membutuhkan dukungan atas konsekuwensi jalan yang sudah dipilih setidaknya hanya butuh dukungan moral dan spiritual; Jikalau dia perempuan, dia hanya membutuhkan pilihan tepat dan jaminan atas langkah yang dia tempuh, terserah dari manapun asalnya;



MELEPAS UJIAN

Karena memang jelas ujian yang dihadapi itu bukan hak dia sebagaimana orang lain menghadapi ujiannya sendiri-sendiri tanpa perlu mengambil ujian milik orang lain; Dia bisa saja melepas ujian yang sudah dia ambil itu jika dia merasa keberatan diantara banyak ujian dia pribadi yang belum tentu terselesaikan dengan baik;



GANGGUAN

Menjadi serba salah jika mengeluh, bila diluar sana ada yang masih menilai SEBAGAIAN dari keluhan yang mereka anggap memang berat untuk dilalui, kemudian MENGGENERALISIR tanpa melihat SEBAGAIAN ujian yang tidak dikeluhkan lebih-lebih menyamakan dengan orang lain. Karena ada memang ujian yang LEBIH BERAT yang tidak bisa dikeluhkan. Dan dia menyimpannya rapat-rapat atau mungkin akan menceritakannya setelah semuannya berakhir. Menjadi serba sulit juga untuk memahami statement: "sayangi dirimu sendiri sebelum menyayangi orang lain" padahal penstatement itu tidak tahu/ tidak mengerti/ tidak merasakan bagaimana rasanya MENGAMBIL UJIAN orang lain tanpa berharap apapun yang bukan haknya diantara banyak ujian yang dihadapinya;



TIDAK TERBUKA SEPENUHNYA

Tak berharap merepotkan orang lain, terkadang ketertutupan itu tak dapat dia pungkiri mempengaruhi situasi dan kondisi dia. Disamping itu selama masih terkendali kelebihan tertentu tidak perlu ditunjukkan pada situasi yang tidak mengancam kehormatan dan penghargaan diri dia;



"Bisa jadi keadaan yang sebenarnya adalah lebih berat"



*Dukungan moral dan spiritual selalu dan terimakasih berat kepada teman-teman atau keluarga yang tanpa pamrih, tanpa hitung-hitungan amal, pahala, dkk-nya dengan sabar memelihara anak yatim piatu, memelihara janda & memelihara fakir miskin.



^^i love you all. Love bangetssss,,,.



Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan dia, janganlah Engkau hukum dia jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." [2:286]

Musa berkata: "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku." [18:73]

Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya. [23:62]
=======
" try to understand if take another person test"

succumb

here he is accustomed succumb. succumb a kind of where is unnecessary mind must coddle self feelingly with/ without having to berkatan" iyah caw papahhhhh, , , " ; during the time rather than he is avoid/ afraid with test or face direct with test that taken and then bring up ego with its own way; herself -sudah- take another person test without hope to whatever not his right. may be another person doesn't can even not want to do it (to follow me sich begetohhh, , , ); realize/not sometimes another person that taken the test by it that consider really duty on test, while not.



complaint kesah

sometimes herself can not hold back taste that make him want to sigh. sigh as he is divide story hopes to unburden test load whom he experiences while he has idea road self because know exactly situation and the condition;



lalaki woman

man that want support on konsekuwensi road that chosen at least only want moral support and spiritual; if he is woman, he only want correct choice and guarantee on step whom he goes, up to from manapun originally;



remove test

because really clear test that faced that not his right as another person faces the test self without necessary take another person property test; he can remove test that he has taken that if he felts objection between many his tests is individual not yet sure is finished well;



disturbance

be awry if sigh, when does outdoor there there that still to evaluate sebagaian from complaint they consider really heavy to passed, then menggeneralisir without see sebagaian test not mengeluhka caused by really test heavier can not mengeluhkan. and he keep it tightfitting or may be narated it after semuan end. be completely difficult also to realize statement: " love merimu self before love another person" while penstatement that not know/ not understand/ doesn't feel to how likely take another person test without hope to whatever bot his right between many tests menghadapinya;



unopen thoroughly

not hope to fusse another person, sometimes ketertutupan that not can he deny to influence situation and his condition. beside that during still certain surplus undercontrol is showed in situation that doesn't threaten honour and his self appreciation;



" possible real situation heavier"



dukungan moral and spiritual always and thank heavy to friends or family selfless, without hitung-hitungan charity, reward, dkk- patiently take care orphan, take care widow take care poor poor.



^^i love you all. love bangetssss, , , .



allah doesn't load somebody but as according to the competence. he gets reward (from virture) mengusahakannya and he gets torture (from crime) mengerjakannya. (they pray): " yes his god, don't you are his law is if we forget or we are erroneous. yes our god, don't you are load to us heavy load as you are load to ones before we. yes our god, don't you shoulder to us what not able we shoulder it. give ma'af we; forgive us;  and rahmati we. you are our rescue, so help us towards class unbeliever. " [2: 286

mozes says: " don't you punish me because my oblivion and don't you load me with a certain difficulty in my affair. " [18: 73

we are not load somebody but follow the competence,  and in our side is there a book that talks truth,  and they are not tortured. [23: 62]


Tidak ada komentar: