20110601

Moderate islam and Traditonal

bagaian - 1

Terlepas dari Allah Maha Mengetahui Segala Isi Hati Manusia tentang kualitas iman dan pengambilan pelajaran satu dan lainnya.



MEDIA TRANS IDEOLOGI

Menulis masih menjadi media komunikasi tawar menawar ide-ologi yang efektif, yang tidak harus mengenal identitas seseorang atau organisasi secara fisik ataupun tanpa perlu interaksi secara langsung. Hanya saja akan menjadi ancaman berkepanjangan bila gesekan-gesesekan terjadi tanpa ada pengungkapan perbedaan. ^^Maka bertanyalah.



NILAI

Goal dari tulisan itu sendiri adalah dibaca. Maka dibuatlah semenarik mungkin terlepas/dengan kualitas isi*, setidaknya sudah memunculkan sebuah penilaian (baik/buruk) sehingga masih tetap dianggap ada (eksis). Atau, berhenti menjadi bungkus nasi pecel di pagi hari yang cerah, hanya melihatnya sebagai pembungkus tanpa mengetahui isi tulisan itu.



MENYENANGKAN HATI

hal-hal menyenangkan hati (tidak hanya tulisan termasuk pahalasentris, spiritualism) masih memiliki banyak peminat terlebih mendukung situasi dan keadaan (memihak diri sendiri) seolah memiliki/ menjadi perhatian yang khusus. dapat juga diartikan keengganan menerima hal yang tidak disukai lebih kepada ego (salah satunya mempertahankan gaya dan cara membaca searah) sehingga meloloskan/ jahu dari pengkritisan/ pengujian keadaan. Baik lingkungan, tulisan, dll.



PROPAGANDA EFEKTIF

Tokoh psikoanalisa Sigmund freud mengkatakan manusia pada dasarnya mengejar kesenangan dalam hal ini bisa berupa pada hal-hal yang menyejukkan/menggetarkan hati, mendatangkan ketentraman batin, dkk-nya tanpa perlu mengkaji/ menyelidiki/ mengkritisinya (bagaimana? dan kenapa?). Begitu juga ungkapan Kiekergard "tulisan masih saja menjadi media efektif untuk menarik perhatian gadis". Belum lagi keinginan banyak orang untuk mendapatkan yang instant. Hingga dimunculkanlah statement termasuk dari ^^Tukul Arwana: "jangan lihat seseorang dari covernya." Maka hal-hal yang menyenangkan diri sendiri selama ini tidak mampu mempertanggungjawabkan secara objektif dalam memberikan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, etika-moral, dkk-nya. Diluar itu Snock Hurgen seorang belanda ke Aceh dalam hegemoni politiknya memisahkan Al-Qur'an dan pembacanya bahwa Al-Qur'an baiknya di taruh diatas yang pada kenyataannya masih dilakoni hingga sekarang (^^masku beli bukunya di Jakarta).



Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia) [6:112]; Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran [19:13]; Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka) [4:66]



CERAMAH & PIDATO

Jika benar dalam berceramah/ berpidato dibuat semenarik mungkin hanya menyenangkan audiens sehingga datang dan menjadikan seseorang menjadi terkenal dengan tema dan akhir yang menyenangkan (setting). seharusnya tidak dijadikan alasan utama yang bisa menutup diri dari kenyataan.



ISLAM

islam secara luas adalah agama yang mengatur kehidupan sosial (kemaslahatan umat manusia). Artinnya hal-hal yang menyejukkan/ menggetarkan hati, mendatangkan ketentraman batin, dkk-nya selama ini adalah URUSAN PRIBADI MASING-MASING (vertikal). Jika islam adalah agama yang konsern mementingkan sikap dan perilaku seperti itu maka islam adalah agama ekslusif (egosentris) yang tidak akan didapati nilai-nilai kebenaran dan keadilan sosial didalamnya.



Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [5:8]



APAKAH

1. apakah dengan berlebih-lebihan pada hal-hal pribadi (lebih kepada menyejukkan/ menggetarkan hati, mendatangkan ketentraman batin, dkk-nya) dengan banyak alasan dari pemberian pujan-puji s.d pahala oleh individu atau golongan akan mendatangkan kemaslahatan?

2. apakah menjamin ustadz, berjidat hitam, memakai simbol dan atribut islam, wajah bercahaya, dkk-nya masuk surga?!.

3. apakah hanya mengandalkan kata-kata "Subhanowoooo,,," "ya owoooo,,," "Astapituwooo,,," "ya owoooo,,," adalah proyeksi perkembangan islam?!.

4. apakah teruji kelayakan seseorang berhak mengklaim seseorang yang lain dengan kesibukan aktifitasnya adalah kafir, murtadz, keimanannya menipis, dkk-nya saat adzan dikumandangkan atau mendengar pengajian sedang hatinya tidak bergetar?. disamping tentu ada kesempatan lain yang bisa menggetarkan hati.

5. apakah teruji kelayakan seseorang mengklaim seseorang yang lain dengan kesibukan aktifitasnya adalah kafir, murtadz,iman yang tipis dkk-nya mengungkapkan ketergangguannya tidak bisa istirahat jika mendengar volume masjid/ surau yang tinggi saat takbiran, kataman al-qur'an, dll?.



SUKA-SUKA ASAL ATAS NAMA LABEL ISLAM

perlindungan atas nama islam dalam arogansinya masih saja mengurangi kepekaan sosial. Sejahu ini tidak ada yang berani mengobrak-abrik jika dalam aktifitasnya sudah mengatasnamakan islam dan sejahu ini tidak ada yang berani mengangkat permasalahan/ kenyataan sosial seperti itu sekalipun mampu mempertanggungjawabkan alasan-alasannya Kecuali harus bermental kerumunan atau akhirnya melempar tanggungjawab pada kyai, ustadz, dkk-nya. Apa ada yang mau diklaim kafir, murtadz, iman yang tipis, dkk-nya??? \\^o^//Wkwkwkwkwkwkw... diluar itu kepustrasian melihat perbedaan disikapi sederhana dengan memasukannya kedalam sebuah sistem bernama islam liberal. selama tidak ada musuh bersama maka hal yang terjadi yah selama ini.



RITUALISM BERLEBIHAN MENDEKATKAN PADA ANTIPATI SOSIAL

Andai banyak umat muslim disibukan/ berlomba-lomba dengan ritualism-ritualism harus begini begitu dalam keeksklusifan. Misal dalam estetika dalam kemerduan membaca Al-Qur'an dan etika berpahala dalam shalat s.d infaq sesuai tinjauan kesehatan, Al-Qur'an, hadist, dll dengan mengeyampingkan kesejahteraan diri dan umat. Hal ini belumlah etis untuk dilakukan. Sedang nyatanya MASIH BANYAK YANG BELUM SEJAHTERA. Masih ada organisasi/ lembaga yang masih menggalang dana. masih ada yang dipanggil hanya untuk menenangkan hati dan digaji. Masih ada yang mengarahkan kebaikan dan mempolitisinya untuk memperkaya diri.



ORANG MISKIN DILARANG BERBICARA SPIRITUAL & SUPRANATURAL

Orang yang sejahtera berhak atas MENSEJAHTERAKAN orang lain dan secara ekslusif berhak memilih untuk disibukan/ berlomba-lomba dengan ritualism-ritualism beribadahnya atau tidak. Sedang orang yang belum sejahtera berhak untuk MENSEJAHTERAKAN dirinya dan tidak berhak secara ekslusif disibukan/ berlomba-lomba dengan ritualism-ritualism beribadahnya kecuali untuk mensejahterakan dirinya (panggilan show, seminar, dkk-nya misalnya). Sayangnya efek berlebih-lebihan dalam lomba/ kesibukan ritualism-ritualism beribadahnya pada pada orang yang belum sejahtera mengarahkan pada pembicaraan (supranatural khususnya) trancenden tanpa petunjuk yang jelas, masih menjadi bahan pembicaraan untuk mensuperioritaskan dirinya atau hanya sekedar mendapat pengakuan kepada orang lain, kecuali melakukannya atas dasar agar orang lain menganggapnya "guru" lalu menghasilkan kesejahteraan (uang) dari pengakuan itu.



BERSIH dan MA'RIFAT

Bersih dalam tradisionalism identik dengan hati, qolbu, dkk-nya. Akan berbeda jika dihadapkan pada bersih adalah tidak mengharapkan apa-apa (tidak hitung-hitungan/spekulatif dengan pahala, khusyu tidaknya, surga/neraka, kekayaan yang terjanjikan, dkk-nya dalam ketrancendenan/ketidakpastian) kecuali surga disisi-Nya atas segala sesuatunnya yang berhubungan dengan Islam (kemashalatan). Bukankah terdengar munafik antara orang yang gemar dan asyik berdzikir dalam supranatural/ spiritualnya (ma'rifat) dan orang yang gemar berdakwah (syariat) demi kemashalatan sekalipun merasa memiliki cita-cita yang sama (surga.com) dan sama-sama belum sejahtera. Sebagaimana keengganan sebahagian sahabat untuk pergi ke peperangan Badar dan pertolongan Allah kepada kaum muslimin: "Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dan rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya" [8:5]. "...Karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang" [9:83]. Makrifat dalam tradisionalism identik dengan pencapaian tertinggi. Akan berbeda jika dihadapkan pada terpenuhinya kesejahteraan diri dengan mensejahterahkan orang lain.



ISLAM MASIH BERKEMBANG JIKA "ADA" YANG SEJAHTERA dan MENSEJAHTERAHKAN

Tak ubahnya seperti anak pintar yang  jumlahnya lebih banyak berasal dari keluarga sejahtera karena ketersediannya fasilitas  dari pada jumlah anak pintar karena keluarga yang belum sejahtera dan tidak memaksakan keadaan.



MENEKAN PERTUMBUHAN ISLAM

Sepanjang ini menggoyakan sistem perekonomian masih menjadi alasan subtansi negara lain mengintervensi negara-negara indonesia untuk menciptakan keterbelakangan setidaknya ketimpangan kesejahteraan. yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin (bukan pemerataan kesejahteraan. Bahasa Megawatinya: ^^Pro rakyat).



POLITIK dan EKONOMI

Bisa jadi permasalahan egosentris yang mengurangi kepekaan sosial selama ini adalah permasalahan politik dan ekonomi bukan permasalahan pahala, mempertahankan kestatus quoan, dkk-nya hanya saja islam adalah mediasinya. jadi untuk merubahnya juga dengan pendekatan politik dan ekonomi melalui kebijakan.



SEMUA AGAMA dan TIDAK BERAGAMA SAMA

Hal yang nampak selama ini (disini hal-hal yang menyejukkan/ menggetarkan hati, mendatangkan ketentraman batin, dkk-nya) tidak hanya dialami orang islam saja. Artinya sudah FITRAH/ SUNNATULLAH semua manusia (tidak hanya islam, dan tidak hanya beragama) yang bisa mendatangkan hal tersebut dengan menampakkan wajah cerah, syair/ kata-kata yang indah, bahkan hal-hal yang berbau supranatural untuk menyembuhkan penyakit misalnya. Hanya saja caranya yang berbeda-beda. jelas Islam tidak ada umbahnya dengan agama lain bahakan yang tidak beragama jika hanya berkutat pada hal itu. Jadi yang membedakan islam dengan agama lainnya adalah agama yang mengatur kehidupan sosial (kemaslahatan umat manusia).



Masih trend seseorang/ parpol dalam pencitraannya dengan mengatasnamakan agamanya memakai simbol/atribut-atribut agamannya ("yaowohhhh,,," subhanowohhhh,,," "astapiruwohhh,,,") berharap mempunyai kesempatan untuk MENDAPATKAN PUJAANNYA dengan memberikan/ menunjukkan pada hal-hal yang menyejukkan/ menggetarkan hati, mendatangkan ketentraman batin, agamis, dkk-nya. sedang tidak/belum teruji sejahu apa tingkat pemahamannya (belajar), kemashalatan bagi orang disekelilingnya, etika moralnya, dll. Disamping itu/ lebih-lebih membicarakan hal-hal supranatural atau hal-hal yang membuat seolah dirinya Oke! Dibandingkan yang lainnya masih dianggap hal yang luar biasa sekalipun tidak mampu mempertanggungjawabkannya/ tidak mendatangkan apa-apa pada orang awam atau dapat dikatakan mengajak/ menjahukan diri dari islam itu sendiri. O_o



“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu" (2:216)



Diluar itu masih saja satu dan lainnya saling klaim dengan rasionalisasinya tanpa mempertanggungjawabkan segala sesuatunya. dan ada juga yang hobby mengembalikan pada-NYA dengan mengkatakan "wallahualam". Ckckckckckckckck,,,



Terinspirasi:

1. Notesnya jhos rohman yang menceritakan sikap apriori -kalao gag salah- Gus Mus pada orang-orang salafy yang mendatanginya dengan wajah yang cerah tapi tidak menunjukkan rasa hormat kepada penderita psikotik. Jelas orang-orang salafy itu juga hafal ayat kursy.

2. Seseorang yang menginginkan lelaki di film KCB. Hah!!

3. bukunya Kieker gard dan Derida.

4. Pernah mendengar cerita nyata mahasiswi Institut negeri di Bandung (1990an) rela keluar dari jurusan kimia karena menganggap rasul tidak mengajarkan kimia. Hah!!

bagaian - 2
ika tuhan maha kuasa dan perkasa kenapa ia dibela. Bukankah ia terlalu mudah untuk menyingkirkan yang bathil. Bukankah menghadirkan konflik (berperang, debat, dll) sebenarnya bukan persoalan tuhan? bisa harga diri, kehormatan, politik, bertahan hidup.



Jika tuhan maha berkehendak, pengasih dan penyayang. Kenapa keparanoidan dan spekulasi dihadirkan dalam rasa keimanan dan ketaqwaan sedang diluar sana tanpa keimanan dan ketaqwaan seseorang mampu mewujudkan/ merahi cita-citannya?. Dimana maha keadilan itu?. Apakah mengadakan surga hanya upaya menetralisir/ mengalihkan ujian berat yang harus dilalui di dunia?.



Bukankah pernah terdengar: tuhan hanya imajinasi orang dewasa dan tuhan selalu ada jika kita memikirkannya.



Bukankah mendapatkan ketenangan dan kesenangan secara tradisi/tidak itu hak dan sudah diliki setiap manusia (fitrah, Q.s 30:28) baik yang beragama atau tidak? Hanya saja caranya berbeda-beda. Terlebih yang disukai adalah kesaktian mengobati penyakit yang tidak hanya dimonopoli satu agama.







Mungkin jika pertannyaan ini diajukan kepada siapa saja akan ditemukan ragam varian jawaban dari yang sangat sederhana s.d terumit. Dimungkinkan akan ditemukan perbedaan mencolok (parameter) antara orang-orang yang dikenal alim dan berpengaruh karena ibadah bonus kesaktiannya, orang-orang yang suka berkerumunan tapi tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan dari pada orang biasa-biasa saja.



"Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran [39:2]



Jika ke-atheis-an itu adalah masalah besar dan islam adalah agama ritual yang karenanya tidak ada yang sanggup menjawabnya atau berhenti pada rasionalisasi-rasionalisasi dengan mengkatakan "walahualam" yang sama halnya mengkatakan "gak ngurus raimu!!" (tidak memashalatkan). Maka kemungkinan besar keatheisan merembet kemana-mana atau setidaknya cukup ber-KTP islam. Sekalipun begitu, islam tradisonal dengan kestatus quoannya masih memiliki andil besar dalam menjaga atribut, identitas dan simbol "islam" dan selama ini juga kemajuan islam dalam kemashalatannya bukan hal yang prioritas karena kesibukan masing-masing mengangkat keadaan ekonomi dan kesibukan beritual masing-masing lebih-lebih menjadikan islam sebagai alat.



Bisa jadi keberadaan islam liberal adalah dampak dari kejenuhan tradisi yang itu-itu saja (red. islam tradisional). Yang keduannya memiliki kesamaan pola yaitu, menghindari peperangan/ gesekan-gesekan ideologis yang tidak menguntungkan, demi atas nama terjagannya tradisi untuk islam tradisional dan pluralism jika itu islam liberal. Hanya saja selama ini merasa diliputi kekuasaan yang sudah dianggap berjalan stabil/ terkendali, seolah-olah tidak ada musuh. ^^Sehingga yah seperti itu.



Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya. [4:88]
======
part- 1

quit of allah very detect all human heart contents about belied quality and lesson taking one and another.



media trans ideology

write to still to be communication media drives ide-ologi effective, must not know somebody identity or organization physically and or without necessary interaction directly. only will be continuous threat when gesekan-gesese will happen without there pengungkapan difference. ^^maka ask.



value

field goal from itself article read. so membuatlah semenarik may be loose/with quality isi*, at least show a evaluation (good/bad) so that still permanent assumed there (eksis). or, stop to be rice package pecel at morning clear, only see it as wrapper unknowingly that article contents.



in pleasure

matters ins (not only article belongs pahalasentris, spiritualism) still has many devotees particularly support situation and conditon (takes side self self) likely have/ be special attention. can also be interpretted aversion get matter unwelcome more to ego (one of them defend style and unidirectional way of reading) so that release/ jahu from pengkritisan/ conditon testing. good environment, article, etc.



propaganda effective

psychoanalysis figure sigmund freud mengkata human basically chase delight in this case can shaped in matters that cool/cause to vibrate heart, import ketentraman mind, dkk- without necessary mengkaji/ delve/ mengkritisi (how?  and why? ). so also expression kiekergard" article stills be effective media to interestings girl attention" . bot to mention many people willing to get instant. up to memunculkanlah statement belong from ^^tukul arwana: " don't see somebody from cover. " so ownself fun matters during the time doesn't can mempertanggungjawab objectively in give truth values and justice, etika-moral, dkk-. outdoor that is snock hurgen a dutch to acheh in the policies hegemony separates al-qur'an and the reader that is al-qur'an the good at put on which is on in reality stills melakoni until now (^^mas buy the book at jakarta).



and the above is true we make for every that prophet is enemy, that is prince of darknesses (from kind) human and (and kind) evil spirit, partly they whisper to partly other beautiful words to cheat (human) [6: 112; only smart people who that can take lesson [19: 13; and actually if they carry out lesson that given to them, sure such matter that's better for them and more strengthen (they belied) [4: 66



lecture speech

if true in give a lecture/ deliver a speech made semenarik may be only fun audiens so that come and make somebody is famous with theme and end fun (setting). should can not be made principal reason that can isolate xself from fact.



islam

islam widely religion that regulate social life (human people use). artin matters cool/ cause to vibrate heart, import ketentraman mind, dkk- during the time private affair each (vertical). if islam religion konsern consider important attitude and behaviour like that so islam exclusive religion (egocentric) will not be found truth values and social justice mendalamnya.



hey people who believes in to want you so people who always maintained (truth) because allah, be witness dispassionately. and don't occasionally your hate towards a certain class, push you for operative inequitable. fair operative, because fair that is bearer to piety. and pious to allah, actually allah very detect what you do. [5: 8



what

1. what effusively in individual matters (more to cool/ cause to vibrate heart, import ketentraman mind, dkk-) with many reason from gift pujan-puji s. d reward by individual or group will import use?

2. what guarantee ustadz, berjidat black, wear simbol and islam attribute, face shines, dkk- enter heaven? ! .

3. what only rely on words" subhanowoooo, , , " " yes owoooo, , , " " astapituwooo, , , " " yes owoooo, , , " islam development projection? ! .

4. what uji somebody elegibility justifiably claimed other somebody with activities bustle unbeliever, murtadz, the belief in god attenuates, dkk- moment summons to prayer to pealed or is hear pengajian the heart is not trembling? . beside sure there chance other that can cause to vibrate heart.

5. what uji somebody elegibility claimed other somebody with activities bustle unbeliever, murtadz, thin belied dkk- unfold ketergangguan can not rest if hear volume mosque/ tall prayer-house moment takbiran, kataman al-qur'an, etc? .



likes origin on behalf of islam label

protection on behalf of islam in arogansi still decrease social sensitivity. sejahu this bothing that dare to rummage if in activities mengatasnama islam and sejahu this bothing that dare to lift troubleshoot/ social fact like that even if can mempertanggungjawab the reasons except must bermental mob or final throw responsibility in priest, ustadz, dkk-. are there that want menglaim unbeliever, murtadz, thin belied, dkk-? ? ? \\^o//wkwkwkwkwkwkw. . . outdoor that is kepustrasian see difference menyikapi simple with the insert intoes a system nameds liberal islam. during there is no enemy with so matter that yeah during the time.



ritualism over do to juxtapose in social antipathy

if many moslem peoples menyibukan/ compete with ritualism must like this so in keeksklusifan. example in aesthetics in melody reads al-qur'an and ethics berpahala in prayer s. d infaq appropriate well-being observation, al-qur'an, hadist, etc with mengeyamping self welfare and people. this matter is not yet ethical to is done. the real is stilling a lot not yet prosperous. still there organization/ institution that still to support fund. still there that called just for tranquilize heart and salaried. still there that aim kindness and mempolitisi to enrich self.



pauper is forbidden to speak spiritual supernatural

one who prosperous justifiably on mensejahtera another person and exclusively justifiably choose to menyibukan/ compete with ritualism beribadah or not. one who not yet prosperous justifiably to mensejahtera self and not justifiably exclusively menyibukan/ compete with ritualism beribadah except to mensejahtera self (calling show, seminar, dkk- for example). unfortunately effect profuses in race/ bustle ritualism beribadah in in one who not yet prosperous aim in discussion (supernatural especially) trancenden without clear instruction, still to be material of discussion to mensuperioritas self or just get acknowledgement to another person, except do it on the basis of so that another person consider it" teacher" then produce welfare (money) from that acknowledgement.



clean and ma'rifat

clean in tradisionalism identical with heart, qolbu, dkk-. differ if aimed in clean doesn't expect anything (not hitung-hitungan/speculative with reward, khusyu not it, heaven/hell, wealth that promised, dkk- in ketrancendenan/uncertainty) except heaven menyisi-nya on all sesuatun that islam (kemashalatan). isn't it true that heard hypocrite between one who love and passionate berdzikir in supernatural/ spiritual (ma'rifat) and one who love berdakwah (syariat) by kemashalatan even if felt has aim same (heaven. com) and same not yet prosperous. as aversion partly friend to go to battle badar and allah accomodation to class muslims: " as your god order you to go and your house with truth, while actually some of people who believes in that doesn't like it" [8: 5. " . . . therefore take a seat with people who doesn't come along to wage war" [9: 83. makrifat in tradisionalism identical with highest achievement. differ if aimed in penuhinya self welfare with mensejahterah another person.



islam stills to bloom if" there" prosperous and mensejahterah

not change it to like clever child the total more many comes from prosperous family because ketersedian facilities from in clever child total because family not yet prosperous and doesn't force upon conditon.



depress islam growth

along this is menggoya economics system stills to be reason subtansi country other mengintervensi indonesia bations to creat backwardness at least welfare lameness. rich more richer poor more poorer (not welfare generalization. language megawati: ^^pro people).



policies and economy

possible egocentric troubleshoot that decreases social sensitivity during the time policies troubleshoot and economy not reward troubleshoot, defend kestatus quoan, dkk- only islam mediasi. so to change it also with approach policies and economy passes wisdom.



all religions and irreligious same

visible matter during the time (here matters cool/ causes heart, import ketentraman mind, dkk-) not only undergone islam person. mean natural tendency/ sunnatul all humans (not only islam,  and not only have a religion) that import the mentioned with show clear face, poem/ beautiful words, even matters that smell supernatural to cure for example disease. only its way that vary. clear islam there is no umbah with religion other baha irreligious if only berkutat in that thing. so that distinguish islam with another religion religion that regulate social life (human people use).



still trend somebody/ parpol in pencitraan with mengatasnama the religion wears simbol/attributes agaman (" yaowohhhh, , , " subhanowohhhh, , , " " astapiruwohhh, , , " ) hope has chance to get the idol with give/ show in matters cool/ cause to vibrate heart, import ketentraman mind, religious, dkk-. not/not yet uji sejahu is whatting the comprehension level (is learn)ing, kemashalatan for person menyekelilingnya, the moral ethics, etc. beside that/ more talk about supernatural matters or matters that make likely self okay! compared the other stills assumed remarkable matter even if doesn't can mempertanggungjawabkan/ doesn't import anything in civilian or can be said invite/ menjahu self from itself islam. o_o



“…boleh so you hate a certain, while he is very good for you,  and perhaps (also) you like a certain while he is unspeakable for you" (2: 216)



outdoor that still one and another mutual claim with the rationalization without mempertanggungjawab all a certain it.  and there also hobby return pada- with mengkata" wallahualam" . ckckckckckckckck, , ,



inspiration:

1. the stain jhos rohman that narated attitude apriori -kalao gag salah- gus mus in ones salafy that visit it with clear face but doesn't show honour taste to sufferer psikotik. clear ones salafy that also memorize verse kursy.

2. somebody that wish for man at film kcb. hah! !

3. the book kieker gard and derida.

4. ever hear country institute coed bonfiction at bandung (1990an) willing out from chemistry direction because consider apostle doesn't teach chemistry. hah! !

part - 2
ika all powerful god and brave why is he defended. isn't he too easy to remove bathil. isn't it true that present conflict (wages war, argue, etc) actually not god problem? can selfrespect, honour, policies, survive alive.



if god very have an intention, merciful and humane. why keparanoidan and speculation is presented in belief in god taste and ketaqwaan outdoor there without belief in god and ketaqwaan somebody can realize/ merahi cita-citan? . where very that justice? . what hold only efforts menetralisir/ shift heavy test that be passed at world? .



isn't it true that ever heard: only adult imagination and god always there if we think it.



isn't it true that get placidity and delight according to tradition/not that is right and meliki every human (natural tendency, q. s 30: 28) both for have a religion or not? only its way vary. particularly that liked miracle cures disease not only monopolized one religion.







may be if pertannyaan this submitted to whom be found kind variant answer from very simple s. d umit. be maked be found glaring difference (parameter) between people who will be known religious and influential because the miracle bonuses religious service, people who likes berkerumunan but doesn't can to give satisfying letter from in person usually.



" is same people who detects with people who doesn't detect? " actually one who smart that can get lesson [39: 2



if ke-atheis-an that big problem and islam ritual religion hence bothing that able answer it or stop in rationalizations with mengkata" walahualam" the same as mengkata" caw ngurus rai! ! " (not memashalat). so big possibility keatheisan pervades everywhere or at least enough ber-ktp islam. even if so, islam tradisonal with kestatus quoan still has big share in watches over attribute, identity and simbol" islam"  and during the time also islam progress in kemashalatan not matter priority because bustle each lift economy conditon and bustle beritual each more make islam as a means of.



possible liberal islam existence impact from those tradition saturation (red. tradisional islam). keduan has pattern sameness that is, avoid battle/ ideological frictions don't beneficial, by on behalf of jagannya tradition for tradisional islam and pluralism if that is liberal islam. only during the time felt in a condition of power that assumed to walk stable/ undercontrol, impressing there is no enemy. ^^sehingga yeah like that.



whomever that misleaded allah, occasionally you don't get road (to give instruction) to it. [4: 88]

Tidak ada komentar: