20110601

Kultur masyarakat jawa (Studi fenomenologi eLEk-ElekAn)

Etnografi - Kultur masyarakat jawa (Studi fenomenologi eLEk-ElekAn, pada kultur BEBERAPA masyarakat jawa).



CONTOH UNDANGAN HAJATAN

Ibarat di undang hajatan SALAH!! Karena dikritisi dari mulai tanggal pasaran s.d tataCara. DAN, gak diundang hajatan JUGA SALAH!!, karena merasa tidak di akui eksistensinya. Kemudian jika kedepannya ada musibah dari pihak penyelenggara hajatan, orang yang sebelumnya sudah atau tidak diundang tadi -berusaha- menjatuhkannya ("Hemmm,,, kan! bener kan!!. Seharusnya menghadap ke Timur dan berasnya ditaburkan kehalaman sebanyak tuju genggam", "Syukurrrr,,, rasain", "Malas mbantu, aku sudah tidak diundang", dkk-nya) lebih-lebih membicarakan pada orang-orang yang dianggapnya memiliki kesamaan visi berharap saling mendukung upaya penjatuhan itu.



^^Itulah kenyataannya!. Tuntutan tampil sesempurna mungkin, menuruti kemauan mereka sekalipun dengan buget pengeluaran yang harus memaksa. Eks/implisit, Tidak tertutup kemungkinan tetap akan disalahkan. Baiknya, melibatkan dan menuruti mereka. Bijaknya tidak mengundang mereka. atau sumpal aja mulut mereka sekalipun mereka bukan siapa-siapa.



CONTOH MEMBACA BUKU

Bukanlah hal yang umum (tidak wajar & bukan tempatnya) jika seseorang membaca buku di sekumpulan banyak orang. Kemungkinan besar mereka akan melirik dan mengajak orang lain yang sama untuk membunuh karakter orang yang ingin belajar (disini: membaca buku) dengan mengkatakan "Hay! Lihat! (sambil melirik) Ada-ada saja anak itu!", atau "Hay! Lihat! (sambil melirik) Sombong benar anak ini!".



^^Itulah kenyataannya!. Seolah-olah seseorang yang ingin belajar disuruh untuk mengikuti mereka (yang tidak membaca). Bagi mereka mungkin merasa tersinggung karena tidak menghargai/ timpang dengan keberadaan orang yang ingin belajar. Baiknya, melibatkan dan menuruti mereka (red.tidak membaca). Untuk bisa membaca tidak perlu meminta izin. Bijaknya tidak membaca di hadapan mereka, tapi di lingkungan yang mendukung untuk membaca. atau bila berani baca di hadapan mereka, terserah mereka ngomong apa saja.



MEREKA

Ini bukanlah negara Jepang. Apapun latar belakang pendidikan s.d pekerjaan mereka. Mereka tidak berusaha mencari bagaimana menjadikan dirinya lebih baik dengan membaca atau menghargai orang lain dengan carannya sendiri-sendiri (khususnya yang keluar dari tradisi yang dipahami selama ini). Mereka lebih memilih mempertahankan kestatus quoan mereka dengan banyak cara. Mereka sebenarnya ingin di dengar dan dilibatkan (pengakuan secara eksistensialism) atas apa yang mereka yakini dan lakukan selama ini.



DILUAR ITU

Jangan-jangan budaya yang terjadi selama ini hanya upaya balas dendam turun temurun dan dorongan untuk tetap mempertaankan kestatus quoan (semacam post power syndrome). Waktu terus berjalan dalam kefluktuativan hidup, Ketika mereka sendiri mengalami musibah, mereka hanya diam. Sedang ketika mereka mendapat kebahagiaan atas prestasinya misalnya, mereka merasa bangga dan diperdengarkan kebanyak orang. Atau, sebenarnya mereka kesulitan mengolah dan memilah (membagi) secara proporsional dan etis antara mana yang baik dan buruk untuk oranglain sehingga tidak berimbas pada dirinya. Mungkin karena ego mereka terlalu tinggi dalam budaya primodialism dan kepatriarkian.



MEMPERTAHANKAN SUBJEKTIFITAS

Apapun niat baik yang berhubungan dengan hal-hal yang dianggap mengajukan kualitas diri selalu beriringan dengan penilaian buruk. Bukankah terlihat nyata selama ini subjektifitas diri dengan menganggap semuannya adalah sama penilaiannya. Masih terus dipertahankan tanpa mencoba meradikalisasi pemikiran sebuah sikap, perilaku dan perbuatan orang lain yang nyatanya memang berbeda-beda. Bukankah sangat jarang sekali ditemukan permintaan maaf dan pengajuan sebuah pertannyaan dan sering dijumpai kecepatan seseorang menilai hal negatif terlebih dahulu.



HUKUM RIMBA

Hanya kepada orang-orang yang dianggap berpengaruh, sakti, berwibawa, priyayi, dkk-nya saja mereka lebih banyak hormat. Termasuk kekayaan materi, tanpa perlu mereka kritisi benar/baik tidaknya orang itu termasuk doktrin yang disampaikannya. Karena itu pula banyak yang rela lari keorangSakti demi minta ajian kewibawaan yang sebenarnya kewibawaannya itu sendiri bisa dianggap melakukan pembodohan terhadap orang lain, banyak orang beranggapan materi (termasuk melalui media pengajian dengan bungkusan mewah) yang mampu membungkam pembicaraan negatif. Sedang datangnya kebenaran yang objektif dan kebaikan itu arahnya dari mana saja oleh siapa saja dan bisa dilakukan dengan banyak cara.



SERBA SALAH

Budaya ini menciptakan seseorang untuk kesulitan melangkah/ mengambil keputusan benar dan baik untuk dirinya (serba salah mode:on). Seseorang harus melawan arus untuk bisa tumbuh dan berkambang dengan cara yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Tapi baiknya budaya ini sudah memberikan kontrol sosial, hanya saja menganggap semuannya sama dan tidak mampu memberikan kepercayaan penuh kepada orang lain dalam menjalani kehudupannya masing-masing. Sekalipun tidak merasa sempurna.



HIKMAH KESENGSARAAN

Jika mendiamkan, berarti membiarkan semuannya ini terus berjalan statis.

Jika melawan, berarti merusak struktur budaya termasuk kontrol sosial.

Diam atau melawannya, cepat/ lambat kebijakan pemerintah yang mengakibatkan ketidakstabilan ekonomilah yang akhirnya mereka tidak bisa mempertahankan/ mengendalikan kestatus quan mereka. Lalu mereka akhirnya menyadari dengan mengkatakan: "Jaman sudah berubah,,,"; "Yang penting bisa makan,,,"; "Yang penting uang,,,".



Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing." Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. [17:84]



LEBIH TIDAK BERETIKA & PENAKUT, ketika

Membiarkan/ berdiam bila orang "kuat" melakukan banyak hal.

Menjatuhkan orang "lemah" yang tidak menurut dan tidak sesuai kemauan hati.

Berani menjatuhkan orang lain hanya dalam kerumunan.



PERMISIF

^^Sikap permisif (bersifat terbuka -- serba membolehkan, suka mengizinkan) dengan maksud untuk kebaikan diri dan orang lain, tidak membingungkan oranglain untuk melangkah dan belajar dari kesalahan sambil terus memberikan kebaikan kepada orang lain berdasarkan syariatnya masing-masing (diambil gak papap, gak diambil juga gag papa). Masih layak untuk dilirik dari pada diam tidak bertannya, mengumpat, bermental kerumunan, membunuh karakter orang lain, menilai negatif dan sepihak.



^^Maju salah mundur salah!.
========
ethnography - java society culture (bad study fenomenologi, in culture several java societies).



invitation example hajatan (red.anniversary)

parable at invite hajatan wrong! ! because at criticism from from date market s. d procedure. and, caw is invited hajatan also wrong! ! , because felt not at confess the existence. then if to the fore it there calamity from administrator side hajatan, one who previous or was not invited a while ago -try- drop it (" hemmm, , , ! thats trueeee,,,! ! . should look out on easterly and the rice is strewed yard as much as go to to grasp" ,, " lazy helping, i haven't been invited" , dkk-) more talk about in people who to response has point of view sameness hopes mutual support efforts droop that.



^^ thats in reality! . demand comes up as perfect as may be, menuruti their will even if with buget expenditure that must force. former/implicit, not closed permanent possibility be imputed. the good, involve and menuruti they. the wise doesn't invite them.  or enclosing their mouth is even if they don't whoes.



example reads book

not common features (factious not the place) if somebody reads book at many people nest. their big possibility will leer and invite another person same to kill character one who want to learn (here: read book) with says" hay! see! (while leer) always something else that child! " ,  or " hay! see! (while leer) this child true proud! " .



^^thats in reality! . impressing somebody that want to learn to orderred to follow them (doesn't read). for them may be felt offended because not appreciate/ unstable with existence one who want to learn. the good, involve and follow they (are red. doesn't read). to be able to read unnecessary ask permission. the wise doesn't read before they, but at environment that support to read.  or when dare to read before they, up to them say everything.



they

this not nippon. whatever education background s. d their job. they don't try to look for to how to make self better with read or appreciate another person with caran self (especially secretory from tradition that understood during this). they are more opting defends status quo they are with many manner. they are actually want at hear and involved (acknowledgement according to existentialism) on what they believe and do during the time.



outdoor that

don't culture that during the time only efforts take revenge heredity and push for permanent survive status quo (a kind of post power syndrome). time then walk in fluctuation alive, when do they self experience calamity, they only quiet. when are they getting happiness on for example the accomplishment, they felt proud and listening many person. or, actually they are difficulty cultivates and memi (divide) proportionally and ethical between which good and bad to others so that not impact in self. probably because ego they are too tall in culture provincialism and patriarch.



defend subjektifitas

whatever goodwill that matters that assumed to submit self quality always successive with bad evaluation. isn't it true that seen real during the time subjectivity self with consider alls same the evaluation. still then defended without try radicalism thinking a attitude, behaviour and the real another person deed really vary. isn't it true that very rare once found request sorries and submission a ask and often met somebody speed evaluates negative matter beforehand.



mob rule

only to people who is assumed influential, magic, authoritative, formalist, dkk- they are more many honours. belong matter wealth, without necessary they are critic true/good not it that man belongs doctrine submit. therefore also a lot willing run witch-doctor by ask supertitous formula authority actually itself the authority can be assumed to do stupid towards another person, many people of opinion matters (belongs to pass media pengajian with luxurious parcel) that can to keep quiet negative discussion. objective truth incoming and that kindness is the direction from particular by whom and can be done with many manner.



awry

this culture creats somebody for difficulty step/ take true decision and good to self (awry fashion: on). somebody must oppose current to be able to grow and  in a fair way and accountable. but the good this culture give social control, only consider all same and doesn't can to give full belief to another person in endures a life each. even if doesn't felt perfect.



misery knowledge

if silnece, mean to let all this then walk static.

if oppose, mean to botch culture structure belongs social control.

quiet or oppose it, fast/ slow government wisdom that cause economy instability final they can not defend/ restrain  status quo they. then they are final realize with says: " age has changed, , , " ; " important can eat, , , " ; " important money, , , " .



say: " per he make to follow the condition each. " so your god more detect to who trueer the way. [17: 84



more not ethical coward, when

let/ reside when person" strong" do many matters.

drop person" weak" doesn't follow and inappropriate heart will.

dare to drop only in mob another person.



permissive

^ attitude permissive (has opened -- permissive, like to allow) with a view to self kindness and another person, doesn't stump other to step and learn from error while then give kindness to another person based on law each (taken caw papap, caw is taken also gag father). still proper to leered from in quiet not, traduce, mentality mob, kill another person character, evaluate negative and unilateral.



^ progress wrong retreat wrong! .

Tidak ada komentar: