20090608

Barokah

ketenangan atau atau segala sesuatu yang berhubungan dengan nilai-nilai spiritualisme yang ada pada diri manusia pada dasarnya sama tidak membedakan theis dan atheis.masalahnya hanya caranya berbeda!.
semua manusia (theis/atheis) merasakan apa yang dipikirannya (entah namanya do'a/sugesti/apalah namanya) terkabul atau terlaksana, dls. semua ini fitrah dari-Nya tanpa membedakan theis/atheis.Dan, theis/atheis hanya pilihan hidup.

merasa do'a kita diterima s.d mendapat petunjuk,dls dariNya, jangan-jangan hanya Sugesti.

mengkatakan segala sesuatunnya adalah "TakdirNya" juga salah satu sugesti atas legitiminasi keluar dari masalah. dengan upaya/tidak atau setengah upaya semua bisa memanfaatkan legitiminasi atas namaNya yang bernama "TakdirNya".

hyperreligius adalah menjadikan segala sesuatu yang baik-baik bahkan buruk yang dirasakan setiap manusia kemudian dihubung-hubungkan (mengada-ada) dengan-Nya.

hyperreligius:
pre mortal sin
masa dimana segala sesuatu yang dilakukannya sudah cukup bermanfaat berdasarkan proses belajar selama ini untuk mengenal tuhannya.

mortal sin
masa dimana segala sesuatu yang dilakukannya kurang karena telah berdasarkan proses belajar selama ini untuk mengenal tuhannya.

post mortal sin
masa dimana segala sesuatu yang dilakukannya lebih bermanfaat. disinilah terjadinnya hyperreligius. dengan proses belajar yang baru untuk mengenal lebih dekat tuhannya.


kita tidak tahu apa Tuhan kita menerima do'a kita/tidak.
sadar melanggar/telah melakukan kesalahan, optimis diterima doa'anya karena suatu hal keajaiban/terkabulkan s.d merasa semua ini Takdir. seolah-olah kita terlalu penting diperhatikan tuhan. akibatnya, seiring waktu berjalan diberi kesempatan hidup mencoba menjalankan perintahnya. berharap pelanggaran sebelumnya dapat ditebus dengan menjalankan perintahnya.jangan-jangan semua ini hanya sugesti. padahal kita tidak tahu takaran pastinnya.

apa adil bila kita sadar melanggar perintahnya dan diterima do'a kita/segala sesuatu ?
jangan-jangan semua ini sugesti diri kita karena Tuhan tiada atau semua yang berjalan tidak bernilai dimatanya (menolak do'a/amal perbuatan kita) sehingga yang berjalan cuma--fenomena--hukum alam (tuhan membiarkan & memberikan begitu saja tanpa membedakan theis/atheis) atau diluar itu mungkin Tuhan dan malaikatnya tidak terlibat.

disnilah kita mengenal kata:"Barokah"

lebih baik tetap berdo'a meskipun Tuhan tiada. lebih baik tidak melanggar bila tau. lebih baik tetap bodoh dari pada pintar. gak perlu pura-pura tidak sadar. Tuhan pasti tahu hati dan pikiran

Tidak ada komentar: