20081008

REALITAS MASYARAKAT TENTANG WANITA

Ibu temen ku mengatakan jangan cari wanita bojonegoro, tuban, lamongan. akhirnya akan dipaksa kerja keras (siksa).
temenku mengatakan jangan cari wanita malang banyak yang gak bener.
temenku mengatakan jangan cari wanita madiun nanti di"rok" dari belakang (awalnya manis tapi belakangnya nuntut aneh-aneh).
temenku mengatakan jangan cari wanita bandung banyak dandannya.
temenku mengatakan semakin kebarat (pulau jawa) semakin gak bener entah wanitanya/keluargannya.
dan, mungkin pada semua daerah yang pada akhirnya "apa-apaan neh ceritanya???"
.
mereka yang mengatakan itu ada yang berpendidikan dan ada yang enggak!. jadi gak usah heran!.
.
disisi lain ini bentuk kepercayaan masyarakat yang saya yakini mereka mampu mengatakannya karena mereka belajar dari pengalaman lebih dari satu dan sayangnya dengan penyimpulan yang sederhana atau mungkin akibat sakit hati. di sisi lain pula pengaruh geografis, demografis dan budaya memang menciptakan sikap dan perilaku termasuk diantarannya penghargan sosial. lagian juga emang tergantung laki-lakinya juga.
.
.
hemat kami:
"apapun daerahnya kita harus punya 'nilai diri' yang lebih supaya pasangan tidak lari dari kita"
atau
"kita harus menerima pasangan kita tanpa harus melihat rumput tetangga lebih hijau"
_________________________________________________________________________
aku juga heran kenapa ini semua ada dalam masyarakat kita! jangan kawin sama orang dari daerah itu, daerah ini, bla-bla-bla. I hate that!. Hal ini memaksaku menjadi warga Surabaya dengan pencitraan yang harus tampil baik dan sempurna di mata warga lain. diluar itu lha! aku punya Teteh ipar (sebutan kakak dari jawa barat) . Menurutku, apa adanya dan jadi diri sendiri aja Cak!, Neng!, Mas!, Yuk!.
Repot juga mikirin jodoh!.