20110531

Tuntutan Materi dan Imateri (sebuah ambang batas cinta)

Tuntutan Materi dan Imateri (sebuah ambang batas cinta)

Baik tuntutan materi dan imateri yang awalnya memaksa akan membawa tuntutan yang lebih memaksa. Dilakukannya demi sebuah kepuasan (kesenangan) batin sekalipun tuntutan itu terdengar baik.

Dengan/ tanpa kompromi. Selama berjalan yang ada adalah proses saling tawar menawar (deal-deal) dalam membuat batasan keputusan norma, sejahu mana penyesuaian bentuk tuntutan dan kesanggupan memenuhi tuntutan berdasarkan situasi dan kondisi yang dirasakan. Bilamana sudah diketahui maka memudahkan pencapaian tujuan bersama tanpa perlu hambatan yang berarti dari salah satunya.


Dengan waktu yang lama. Jika masih didapati tuntutan yang berlebihan pada wilayah materi atau moral pada kasus yang sama. maka belumlah mampu untuk menerima situasi dan kondisi karena dorongan batin masih belum merasa puas (senang).


Tidak usah dipaksakan, apa adannya saja. "Kita" adalah "aku" dan "kamu" saat ini bukan yang lalu (anak-anak), tapi untuk akan datang. Kemauan untuk memenuhi tuntutan sebatas tanggungjawab sosial (terlebih lelaki dan egonya) disamping menyenangkan pasangan karena besarnya rasa sayang.

Besar tuntutan yang ada selama ini justru mempengaruhi keadaan psikologis seseorang, sehingga dapat menjadi sumber stressor dalam merahi harapan dan cita-cita bersama. Bila masih sayang, cinta dan menjaga visi dan missi bersama, tentu tidak banyak menuntut.


Jadi parameter menjaga situasi dan kondisi tetap baik adalah NIAT.


-mungkin- nantinya tuntutan dan pemenuhan mahar dipengaruhi bentuk gambaran kualitas diri atau keikhlasan melihat situasi dan kondisi diantarannya dengan mengatasnamakan cinta. kecuali mahar itu adalah tradisi suatu budaya gelang emas misalnya pada adat minang.
=====
matter demand and imateri (a limit threshold love)s

good matter demand and imateri initially will force will bring demand more will force. to do by a satisfaction (delight) mind even if that demand is heard good.

 
with/ without compromise. during walk existing process mutual drive a bargain (deal) in make norm decision limitation, too long which setting demand form and competence fulfils demand based on situation and condition that feeled. when known so make easy aim achievement with without necessary obstacle that mean from one of them.



with old ones time. if still found demand that over do in matter area or moral in case same. so not yet can to get situation and condition because mind push stills not yet felt satisfied (glad).



there is no need to forcible, what adan. " we" " i"  and " you" in this time not ago (children), but to will come. will to fulfill demand limit of social responsibility (particularly man and ego) beside fun pair because magnitude whats.

big existing demand during the time exactly influences conditon psikologis somebody, so that can be source stressor in merahi hope and aim with. when still pity, love and watch over point of view and missi with, sure bot many demand.
 
so parameter watches over situation and good permanent condition intention.
 

- may be - later demand and brideprice fulfillment is influenced self quality description form or sincerity see situation and condition between he is with on behalf of love. except that brideprice tradition a for example gold bracelet culture in custom minang.

Tidak ada komentar: