20090612

Indonesia membutuhkan presiden satu ini?.

bila capres "RRRR" ditanyai, sebenarnya bisa menangkap pertanyaan:
hanya saja tidak menyadari apa yang dikatakannya lebih mengarah pada pola deskriptif lapangan (kasuistik).
tapi kurang mendeskripsikan/menjadikan sebuah wacana umum (teori). mungkin ketakutan menjelaskan secara umum karena merasa tidak mampu menguasai hal yang ada diluar dirinya. Dan, dia memang tidak terbiasa.
+mungkin pola asuh (manja) dan dalam perkembangannya ter"reinforcement" bahwa bisa melakukan jika:
1. semuannya juga terlibat (benar/salah);
2.bila mampu menguasai. menurut kami kurang mempertimbangkan jangka panjangnyaaa... dan mudah terpengaruh!. belum cukup dewasa pikir kami!.

yup! gaya arahan induktif, parcial-parscial sehingga culit men.digeneralkan, pemakaian logika sederhana ("kalau gak itu yah itu", boleh dikatakan kurang kritis)+cenderung bermian di wilayah asertif-Subjektif (empiris).Dan, rasionalisasinya dia anggap realistis!!!!. padahal kasus itu tidak hanya pada itu...itu saja.... banyakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!. Indonesia mannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn.......................

kalau pake psikologi klinis mungkin.
dia sebenarnya komplusif (obsesif komplusif lebih tepatnya!).
lihat dia mengulang-ulang kata:"implementasi"; "lapangan", dll. mungkin hanya itu yang dia kuasai (empiris). terlebih pola berfikirnya mengkrucut (induktif) dan dalam (kasuistik). Sayangnya kurang proporsional. dipikirkan Itu-itu aja terus-terusan."gimana harus sampai selesai!" atau... "gimana supaya para pemirsa/audien,dll pada yakin". padahal tidak disadari ada masalah lain (baik sama/lebih besar) dan solusi lain. sungguh akan menjadi struktur birokrasi yang lambat dan ribet!.

yang dapat kita dapati:
kemungkinan cemas bila dihadapkan pada 2 masalah berat yang berbeda. cuek atau "kerumunan" atau mungkin diam mungkin Trik-nya.

belum berani terbuka (transparan) jika masalahnya belum selesai bo!. padahal rakyat butuh kepastian/informasi sebenarnya. dalam sikon seperti ini percepatan itu penting juga!.tapiii... diam juga ok!.

tapi.... sekarng lebih PeDe. gag takut lagi salah/disalahkan. aplouse donk?????. dulu sebenarnya dia belum siap menjadi pemimpin menurut kami. untung ada kader-kader loyalnya! yang selalu membimbing, melayani dan mengayomiiiii...

darimana datangnya ketegasan itu berada selama ini????.

bisa jadi yang selama ini dia tidak bermain, tapi ada pemain lainnya!. bukan keputusan diri yang bijaksana pikirku!.

Siapakah dia?.
Apa Indonesia membutuhkan presiden macam ini?.

==================
dari pada milih presiden lebih baik milih saya jadi presiden.... ^_^
nyoblos yak! jangan lupa! biayanya mahal lhoooo......
+++++++++++++++++++++++++
saya rakyat indonesia biasa, gag ada apa-apanya yang merasa serba salah!.

Tidak ada komentar: