20081225

"lovers"

Kita bicara sebagai "lovers": aku, kau dan dia
Dimanakah kata janji, kangen, niat, serius, cinta, dll yang dulu pernah terucap?
Dimanakah anggukan atas kesediaan menerima apa adanya, dll?
sadarkah kamu:
~Waktu yang membunuh dan menjawab segalanya!~
maka: pikirkan sebelum melangkah dalam cinta.
.
Himbauan kami:
Pertegas identitas dan peran sebagai pasangan (lelaki dan wanita).
Jika pasanganmu ada yang tidak beres (misal: kamu merasa 'nilai diri/jual'mu terancam kelak/saat ini bisa tergantikan dengan orang lain!) jadi pacaran jangan lama-lama! Minta kawin. Ok!.
Jika kalian saling percaya dan yakin! kenapa gak mencoba pacaran lama-lama!.
ini yang tidak kami anjurkan, Jika kalian tidak membayangkan jahu kedepan! jangan berharap banyak!. just fun. Ok!
ketahui kekurangannya dan terimalah karena dia milikmu lebih-lebih bersumpah...
.
Bersumpalah:
distrosi dan regresi itu ada! Tapi kenapa tidak mencoba melakukan sumpah (pacaran/kawin) demi rahim Ibu yang melahirkanmu, demi semua perempuan di dunia atau bahkan demi Tuhan YME dalam percintaanmu sehingga kamu terbebani dengan semua sumpahmu begitu juga dengan pasanganmu. berikan beban dosa/mental pada dirimy. semuannya tampak selaras, serasi dan seimbang. semua tampak terjaga dan terpercaya. meskipun tidak banyak orang yang mengerti dan mengetahui, meskipun jalan tidak selalu lurus dan semulus yang diharapkan.
.
kita sadar: mencari kesenangan, membayangkan dan bermimpi itu mudah, kita tidak tahu keadaan yang akan datang dan mungkin saat ini, kita tidak punya kuasa atas ini semua. tapi ini semua bukan takdir/jalan hidup tapi sebuah nasib atas segala keterbatasan yang kita miliki.
.
"Cintai dia karena-Nya kalak disaat titik 'nol' itu ada, maka kamu tahu apa yang kamu cari sebenarnya." Cinta sejati!.
.
Sebagai calon orangtua (punya pacar aja engga! apalagi kawin! he9x) sok orangtua neh ceritanya:
dalam pembicaraan dimeja makan "anak kita boleh pacaran bune... asal keputusannya tidak emosional dan satu untuk selamanyaaaa..." He9x.
Yup! Fungsi orangtua hanya menyarankan (bahasa semi jawanya: "mendudokkan") bukan memerintahkan dan mengatur kehidupan cinta anaknya. Ok!. biasa, perempuan sampai menikah, laki-laki sampai 18 tahun.
.
Radio yang kamu perdengarkan dan tips yang kamu baca selama ini hanya jawaban atas harapan yang kita inginkan tanpa melihat bekal yang cukup dan kondisional bungets!. So, jadi dirimu sendiri biar lainya gak kerepotan mengenalmu dan biar mudah adaptasi/menutupikekuranganmu.
________________________________________ _________________________________
lelaki biasa, tidak sempurna, dan belum beruntung ("harap coba lagi!").
.
stand up couse i have love
.
Original mind powered by.http://sarden-kita.blogspot.co...
dentradpsy@psikologi.n et
.
"sitok manehhh....!"
~^_^Cumi! Jelekkkkk! Thanks yach?!~

Tidak ada komentar: