20081023

MENYOAL TEKNIS GAYA DEBAT SAAT INI

bagi kami debat capres-cawapres/cagub-cawagub dalam suatu acara tidak cukup memenuhi isyarat ideal dalam mengukur kepabelitas suatu pemimpin atau dapat dipastikan kemungkinan besar tidak mampu menjawab kenyataan yang ada jika capres-cawapres/cagub-cawagub menjabat kelak. yup! debat selama ini bisa disimpulkan hanya spontanitas ide dengan persepsi pribadi (tergantung kualitas pemahamannya) yang berada dibawah tekanan persaingan antar capres-cawapres/cagub-cawagub. singkatnya! capres-cawapres/cagub-cawagub harus berlatih tes cepat dan tangkas, mengendalikan emosi. Dan, teknik gaya penyampaian yang cerdas tanpa belajar yang cerdas untuk hanya persiapan mencari dukungan politik!.

karena semuanya berfokus pada program!. yang tidak kami suka dari panelis jika pertanyaannya diluar penguasaan calon pemimpin (bukan programnya). tentu donk calon pemimpin tersebut kurang kapabel.

Jadi, apa itu valid? atau diskusi sungguhan?. jika, calon pemimpin menguasai materi permasalahan dengan baik. Ok!.

calon pemimpin itu juga manuisa yang bisa lupa, bisa gak mungkin donk dalam beberapa menit dia harus DITUNTUT membaca dengan baik semua 'materi' permasalahan yang ia sendiri tidak mengetahuinya dan disuruh memecahkan dalam waktu hanya beberapa menit!. dan akhirnya dijadikan acuan dia kelak seperti apa jika menjabat. kecuali apa yang terjadi selama ini hanyalah test kebohongan dengan identifikasi blocking word/jebakan dengan pertanyaan emosional/apa entah namanya!.

hal yang paling ideal bagi kami adalah debat tersebut ada dalam satu tema dalam setiap acara. misal dalam satu minggu dalam satu acara membahas masalah perekonomian. tentu seorang capres-cawapres/cagub-cawagub harus banyak belajar dan menguasai materi yang diberikan sehingga statement yang dikeluarkan kurang lebihnya dipertimbangkan secara baik-baik akurat dan valid baik mendiagnosisi permasalahan/mengprognosis permasalahan yang ada..
hal ini dikarenakan dalam suatu acara selama ini memiliki banyak materi pembahasan yang terkesan harus dipaksakan tanpa melihat materi yang diujikan secara akurat dan valid.

bagi kami untuk saat ini lebih baik belajar teknik persuasif dengan memanggil/membeli buku psikolog/manager/pengacara kaliber dunia. toch ide pemikiran sebatas'baik'aja udah cukup!.
pemikiran 'baik' dan mungkin dianggap bijaksana dalam mencari dukungan itu??? meskipun ada yang dipermasalahkan paling tidak gak ada yang salah dan dirugikan. jadi pembangunan itu semacam semua boleh melakukan apa aja asal bukan dari pihak massa yang marjinal. gak tahu lagi kalo udah menjabat?!.

i love indonesian.