20080902

MENYOAL UMAT (Animisme-Dinamisme)

suatu perbedaan ideologi muncul ketika kita memiliki perbedaan cara pandang termasuk di dalamnya kita melihat bagaimana tuhan menurut kepercayaan dan keyakinan kita. mungkin ini adalah pembahasan yang sederhana dan mungkin terlalu berani dalam menjelaskan sedikit tentang persepsi kebertuhanan dimana mempengaruhi kehidupan kita. mungkin tuhan kita terlalu bijaksana untuk tidak menampakkan diri pada kita atau pernah menceritakan bahwa dia pernah atau memang ada.

ini adalah pembahasan persepsi berketuhanan yang mungkin juga mempengaruhi dampak psikologis baik motivasi berketuhanan dan mungkin motivasi sehari-hari sebagai umat berketuhanan.

perbedaan animisme dan dinamisme ini mengarah pada pembahasan bagaimana cara atau proses mendapatkan/menemukan Agama.
tentu kami beranggapan dengan munculnya animisme dikarenakan manusia mencoba untuk mewujudkannya dalam bentuk materialistik (symbol-symbol) hal ini tentu akan mendatangkan kualitas ketergantungan, sebagaimana kami menyamakan dengan kedudukan manusia dengan manusia yang lain (ibu misalnya) berdasarkan kebutuhan untuk dilindungi/diberkati/terselamatkan, dll dengan catatan sebatas perasaan atau kita yang berketuhanan, bukankan memiliki kualitas yang sama dengan perasaan apalagi ketika kita membutuhkan.

kami berpendapat:
1. daya batin dinamisme lebih kuat dari pada animisme.
2. lebih banyak mengada-ada dinamisme dari pada animisme.
3. lebih banyak bertahan pada aliran dinamisme dari pada animisme.
4. doktrin animisme lebih kuat, mudah dijelaskan dan dipelajari dari pada dinamisme.
5. pengetahuan dinamisme lebih tidak terhingga dari pada animisme.
6. lebih banyak membutuhkan kesaktian atau mungzijat pada animisme dari pada dinamisme.
7. lebih banyak konflik egosentris/kekuasaan dari pada dinamisme.
8. lebih banyak menimbulkan kesesatan dan kesalahan interpretasi pada dinamise dari pada animisme

ambibalensi berkatuhanan (animisme-dinamisme) meberikan konstribusi tingkat ketidakberketuhanan yang lebih tinggi.

ini adalah sejumlah kebodohan yang kami buat berdasarkan premis-premis dan persamaa-persamaan yang kami buat sesederhana mungkin. hanya untuk mengisi kekosongan kami yang beresiko dan mencoba menjelaskan bijaksanakah tuhan kita menampakkan diri.

hormat kami untuk semua umat beragama di dunia.