20080911

MENYOAL INKONSISTENSI ORGANISATOR


berawal dari frustasi ide:
frustasi ide adalah keadaan yang memaksa seseorang untuk bersikap pragmatis dan dapat berakibat pada penyimpangan-penyimpangan perjuangan (nilai-nilai ideologis) selama ini, karena memang tidak banyak dan bisa dilakukan atau tidak memiliki kekuatan untuk mengatur segalanya. diluar itu keadaan memaksa seseorang untuk terus bertahan hidup dengan pancapaian-pencapaian tujuan yang ideal berdasarkan tuntutan keadaan dan situadi lingkungan sekitar. alhasil inkonsistensi terhadap perjuangan (nilai-nilai ideologis) bisa dilakukan. hanya saja yang bisa menjadikan seseorang bertahan selama ini adalah terpenuhinya kebutuhan aktualisasi dan pembentukan normatifisasi atas kelompok. sehingga tidak merasakan persaingan globalisasi dan informasi. apalagi sudah dibekali ilmu dan pengetahuan yang bisa meningkatkan self-esteem sehingga dalam kenyataan terjebak pada alam pikirannya dan mempertahankan keadaan dengan menunggu waktu yang tepat dan ideal. dan mengaggap semua yang dilakukan saat ini adalah berharga/bernilai dibandingkan yang lain. apa lagi perjuangan-perjuangan yang notabene ada perlawanan atas persaingan globalisasi dan informasi.

kami mensinyalir justru keadaan perekonomian indonesia mengakibatkan hal ini terjadi (baca: penyimpangan-penyimpangan perjuangan (nilai-nilai ideologi)) alhasil mereka mau tidak mau harus mengikuti perkembangan nilai-nilai ideal masyarakat yang memang karena masyarakat tidak tahu ideologi apa yang ditawarkan dan masyarakat juga mengaggap selama ini apa yang dilakukannya adalah ideal. akan tetapi yang menjadikan hal ini akan mudah untuk dikoordinir kembali ketika seseorang merasa dibesarkan dalam suatu organiasi, meskipun cara keluar dari organisasi tanpa melalui syarat yang ditentukan. kecuali ada alasan-alasan pembenaran berasal dari organisasi untuk keluar dan juga karena hubungan emosional dengan banyak orang di dalamnya.

jika keluar baik dengan keluar diam-diam/menarik diri baik formal/non formal biasanya alasan gagal seleksi alam (kepuasan)/tidak menjawab perkembangan diri.
alasan untuk mendukung kembali biasanya juga merindukan aktualisasi yang progresif (tidak menemukan tempat diluar itu).
jika keluar tidak baik-baik lebih-lebih mengajak keluar seseorang yang ada dalam organisasi biasanya alasan keyakinan akan kebenaran diluar organisasi lebih-lebih mengalami kekecewaan.

bagaimana mempertahankan:
1. memberikan jaminan perekonomian
udah itu aja cukup! untuk jaminan sosial mereka malah menjamin asal dengan track yang baik.