20100912

Sudahkah mReview ulang niat awal krn apa?

 ‎"kupatahkn tulang igamu lalu kuberikan anjing tetangga" [Shrsnya tdk begitu]


Wahai Wnt hrgai & hormatiLah kJu2ran Lelakimu;
Dmi kBaikanmu, minta/mauLah mNyelidiki & mUji utk mmBunuh sgl kTakutn yg ada;
Bila prlu brilah sumpah trtinggi;
Jgn ikuti firasat tk brAkal sklipun krn pRasaan kBrimananmu sdng kmu tk tau dtngny dri Sang Esa atau setan pRusak hbngn;
Wahai wnt, kDwasaan itu bgmn mBedakn mslh prinsip/tdk & mNguasai kAdaan saat dtng masa mnstruasimu;
Wahai wnt, Qt adlh 2 individu dgn syariat yg brBeda;

Pd akhrnya, bila cinta itu ada mau bicara apa...
[msi trus mNgalah, trKadang trPaksa mMaksa hal2 prinsip agar tk brPrinsip & masih saja dLiputi prasaan srba salah];

--Mslh prinsipil, trIngat: adam, hawa, setan & buah kuldi--

Wahai wnt jgn skli2 skiti hati yg jujur & brani;
Atau akn ada pKataan: "kBohongan ini krn kmu (wnt) yg mInginknnya"

Wahai wnt jgn skli2 skiti hati yg jujur & brani dgn mManfaatknnya utk kPntingan tdk baik, shngga mudah bagimu mJatuhkn;
Krn brKata jujur mCritkn apa adanya dHadapanmu hingga trSampaikn dTlinga klrgmu adlh kSadarn akn peLemahan diri;
Wahai wnt bila cinta ada, sbgmn aq: "blajar brusaha mNutupi kKurangan, & mLengkapi hdp". Yah!! Krn dAntara Qt tk ada yg smpurna dan DI AWAL sdh ada dasar cinta [niat & itikad baik].

Atau kupatahkn tulang igamu lalu kuberikan anjing tetangga. DrPd nantinya tk prnah mCium wangi surga krn kufur [Shrsnya tdk begitu];

Sudahkah mReview ulang niat awal krn apa?

‎"Asal tujuan & niat baik trserah cecangkem ngumung upu" [pembelamu]. "Biar yg lain pada ngiri, sok tau dan merasa pantas mewakili keMaha TahuanNYA".


dengan mempelajari NIAT pada akhirnya bisa mengetahui/mramalkan sejahu apa keseriusan/keadilan/kebenaran seseorang

10  Hadist-Hadist Tentang Niathttp://dourbest2day.com/2009/03/hadist-hadist-tentang-niat.html

Imam al-Bukhari berkata no. 54, "Abdullah bin Maslamah menceritakan kepada kami, ia berkata, "Malik mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Said, dari Muhammad bin Ibrahim, dari Al-qamah bin Waqqash, dari Umar bahwasanya Rasulullah bersabda,

"Segala amal tergantung pada niatnya dan bagi setiap orang adalah apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa (niat) hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya (benar-benar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ingin diraihnya atau perempuan yang akan dinikahinya, maka (nilai) hijrahnya tergantung kepada sesuatu yang ia berhijrah kepadanya" (Al-Bukhari menyebutkan secara ringkas no.1 dan lihat ujungnya di sana. Dikeluarkan oleh Muslim 1907, Abu Daud 2201, at Tirmidzi 1647, an-Nasa'i 1/58-60, 6/158 dan Ibnu Majah 4227)

"Ada satu pasukan menyerang ka'bah, tatkala mereka sampai di tanah lapang, mereka ditenggelamkan (ke dalam perut bumi) dari awal pasukan hingga yang paling akhir dari mereka." Dia (Aisyah) berkata, "Saya berkata, "Bagaimana ditenggelamkan dari yang paling pertama hingga yang paling akhir , padahal di dalamnya ada orang-orang pasar (para pedagang) dan yang bukan bagian dari mereka?" Beliau menjawab, 'Mereka ditenggelamkan (ke dalam perut bumi) dari yang paling pertama hingga yang paling akhir, kemudian mereka dibangkitkan menurut niat mereka." (Muslim mengeluarkan 2884, Ahmad 6/105-259, dan Abu Nu'aim dalam 'al-Hilyah5/12. al-Hafizh berkata dalam al-fath 4/4000, dan di dalam hadis ini (menunjukkan) bahwa segala amal dipandang menurut niat yang beramal dan larangan berkumpul bersama orang-orang dzalim, duduk-duduk bersama mereka serta memperbanyak jumlah mereka kecuali bagi yang terpaksa melakukan hal itu.

" Orang yang mencari perlindungan berlindung di Baitullah, maka seorang terntara delegator diutus kepada mereka. Apabila mereka telah berada di tanah lapang, mereka ditenggelamkan. 'Saya berkata, 'Wahai Rasulullah! Bagaimana dengan orang yang terpaksa?' beliau menjawab, 'Ia ditenggelamkan bersama mereka, tetapi ia akan dibangkitkan pada hari kiamat menurut niatnya." (At-Tirmidzi mengeluarkan 2171, Ibnu Majah 4065, dan selain keduanya. Ia seperti hadis sebelumnya. Terdapat dalam hadits Hafshah dalam riwayat Muslim 2883, An-Nasa'i 5/207, Ibnu Majah 4063. Al-Baida' adalah setiap bumi yang licin, tidak ada apapun. Baida al-Madinah: Bagian atas yang berhadapan Dzul Hulaifah menghadap ke arah Makkah.

Imam Muslim berkata 2564'34', "Amru an-Naqid menceritakan kepada kami, (ia berkata), 'Katsir bin Hisyam menceritakan kepada kami, (ia berkata), Ja'far bin Burqan menceritakan kepada kami, dari Yazid bin al-Asham, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda:"Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada wajah dan harta kalian, tetapi Dia memandang kepada hati dan perbuatan kalian."

"Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang karena mengharap pahala dan pujian, apakah yang didapatkannya? 'Rasulullah bersabda, 'Dia tidak mendapatkan apapun, beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. Rasulullah berkata kepadanya, 'Dia tidak mendapatkan apapun', kemudian beliau bersabda, 'Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali yang ihlas dan mengharap Wajah Allah" (H.R An-Nasa'i (6/25)Isnadnya Hasan)

"Allah berfirman (dalam hadits qudsi) 'Apabila hambaku ingin melakukan kejahatan, maka janganlah kamu menulis kejahatan itu atasnya hingga ia melakukannya. Jika ia meninggalkannya karena Aku, maka tulislah untuknya satu kebaikan. Apabila ia ingin melaksanakannya kebaikan lalu ia tidak sempat melaksanakannya, maka tulislah untuknya satu kebaikan. Jika ia telah melaksanakannya, maka tulislah untuknya sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat." (H.R Bukhari no. 7501)

"Allah berfirman, 'Apabila seorang hambaKu berbicara akan melakukan kebaikan, maka Aku menuliskan kebaikan itu untuknya selama ia belum mengamalkannya. Apabila ia telah melakukannya, maka Aku menuliskannya dengan sepuluh kali lipat. Apabila ia berbicara agar melakukan kejahatan, maka Aku memberikan ampunan kepadanya selama ia belum melakukannya. Apabila ia telah melaksanakannya. Maka aku tuliskan untuknya sebagaimana mestinya." (HR. Muslim no 129)"Rasulullah berkata, 'Rabbku, hamba-Mu ingin melakukan kejahatan' sedangkan Dia lebih mengetahui dengannya. Dia berfirman, 'Awasilah dia, jika ia melakukannya maka tulislah kejahatan itu baginya sebagai mana mestinya. Jika ia meninggalkannya maka tulislah untuknya satu kebaikan, sesungguhnya ia meninggalkannya karena Aku."

Tidak ada komentar: