20100720

BILA konsumen adalah kita; Penjual makanan adalah lawan jenis kita; Makanan adalah cinta

A. PENJUAL
Dengan konsep makanan, penjual makanan punya pelanggan sendiri [diciptakan berpasang-pasangan] dalam perlombaan persaingan untuk mendapatkan/mempertahankan konsumen [ikhtiar].
bilamana kemampuan penjual makanan adalah sama, hanya penawaran taste terbaik yang bisa melakukannya. tentu sangat sakit bila makananya tidak dimakan/ dihabiskan oleh konsumen.

B. KONSUMEN
bagi konsumen makanan murah bisa dijamah siapa saja [pelacuran] atau menjadi makanan alternatif [perselingkuhan]. Sedang makanan mahal bisa diusahakan [ikhtiar]. konsumen harus tahu diri akan daya belinnya untuk bisa menikmati makanan bertaste terbaik. sedang penjual makanan harus menerima konsumen yang berdaya beli rendah untuk mendapatkan makanan [menghormati].

C. MAKANAN
selera dan daya beli konsumen berbeda-beda. makanan yang ditawarkan harus berkarakter sekalipun tanpa bumbu-bumbu tambahan [apa adanya] sehingga memudahkan konsumen untuk memilihnya. penjual makanan harus menyadari humum goessen II tantang kejenuhan konsumen soal makanan [kreatifitas itu penting]. penjual makanan harus menyadari juga konsumen yang setia adalah konsumen yang meyakini taste yang khas, yang sulit ditemukan pada penjual makanan yang lain.

D. PENJUAL MAKANAN, KONSUMEN DAN MAKANAN
penjual makanan yang baik adalah mampu mengenali pangsa pasarnya.
konsumen yang baik adalah harus tahu daya belinya.
makanan yang baik adalah memiliki karakter sehingga konsumen bisa memastikan untuk bisa melahapnya/tidak.

E. ESENSI KEHIDUPAN
pada dasarnya taste makanan yang dimakan hanya ada dilidah dan tenggorokan dengan harga yang variatif sesudahnya sama saja hingga menjadi ampas. Dengan bumbu dan rasa yang sama kreatifitas penjual makanan sangatlah perlu untuk membuat konsumen tidak jenuh.

@untuk seseorang disana: bukannya aku tidak mampu membeli makananan yang kau jual, hanya saja kau tidak menyadari cepat/lambat kamu butuh konsumen yang TIDAK MENGHENDAKI permintaan makanan yang belum tentu tersedia atau makanan yang belum tentu dimakan. makanan yang kau jual tidak selamannya punya taste yang khas dan sulit ditemukan pada penjual makanan yang lain.
@untuk seseorang: jangan paksakan untuk bisa membeli makanan.
@untuk patih: terima konsumen dengan beragam daya beli dan makanan yang ditawarkan.

original post mind by. http://sarden-kita.blogspot.com/
[kliken rek ben ratingku munggah, gag profit kog]

*terinspirasi warunge BU Siswo [poltekes-surabaya] jiahahahaha....

“Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik
bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik
bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. 2:216)

Tidak ada komentar: