20100521

Salah Mengartikan?

PART 1
HATI YANG TULUS adalah kemampuan untuk berbagi/ memberi kepada siapapun (comment, jempol, dkk) tanpa berharap kembali terkadang disalah artikan.
Apabila SUDAH BIASA --tidak sadar-- melakukannya tanpa pamrih (altruism) bisa dianggap sebagai "pErHatiAn LeBiH" (+/-).
Bukankah kesadaran diri (insight) mengetahui BATAS nyata/REALISTIS/aman atau tidak, itu ada???!. Sehingga SEBERAPA JAHU KETERLIBATAN yang mungkin akan terjadi bisa terukur & terkendali

[Qt menjahu/mendekat tergantung pikiran Qt: "Kenapa gag bertannya???"]

PART 2
sabar [kondisional: bukan temporal] adalah kemampuan mengatasi/ menguasai/ mengambil/ merampas permasalahan atau kesalahan atau hal-hal yang dianggap sepele [batin/akal]. Dan, Dapat diselesaikan tidak harus seketika itu juga dari orang lain dan berakhir dengan memaafkannya/ menyelesaikannya secara akal dan/atau batin.

bukankah sabar menunggu itu membutuhkan waktu yang panjang, itu ada???! diantara kesabaran atas ujian yang terjadi secara berkala dalam case yang beragam.

[Qt mengkatakan orang yang sabar/tidak selama ini mind streamnya katika kita dapati orang dengan sebuah kasus yang berat saja: "Kenapa tidak melihat/ menguji/ menyelidiki dari kasus yang terjadi secara berkala???"]

*berat bagimu belum tentu berat bagiku [dan sebaliknya]
**“Sesungguhnya orang yang paling baik engkau tugaskan adalah yang kuat…” (Al-Qashash ayat 26)

Tidak ada komentar: