20090603

Syeh Siti Jenar Egois!

meskipun hanya membaca separo (kebanyakan buku yanqg kurang saya minati) dan terkenal dengan diklaim separo-separo oleh beberapa teman.


syeh siti jenar bagi saya adalah seorang yang moderat dibandingkan dengan 9 wali lainnya.
corak berfikirnya lebih pada ranah kognitif dalam usaha mencoba mendeskripsikan hati dan perasaannya pada-Nya (yang berpegang/berorientasi pada-Nya tentunnya!) dan karena dianggap pendakwah (guru) dia menulis/menyampaikan/mendakwahi/menggurui orang-orang yang secara kualitas kurang mampu menjangkau alam pikirannya.terlepas dari nilai-nilai kebenaran oleh 9 wali.

bagi saya syeh siti jenar adalah tokoh pemikir-sufi/moderat/filusuf (bukan tradisional).

sayangnya syeh siti jenar kurang begitu memikirkan strategi dakwah (politik).

sedangkan 9 wali hanya berfikir pada strategi dakwah (politik) untuk memasukkan dakwah di pulau jawa pada khususnya. lebih pada corak tradsional dengan mempertahankan beberapa tradisi/sesuatu yang sudah berjalan selama ini. setidaknnya usaha alkulturasi dengan minim konflik.

artinnya:
kemungkinan dalam cerita syeh siti jenar adalah seorang yang memiliki krisis aktualisasi yang diakibatkan penolakan/tersakiti hatinya oleh 9 wali.sehingga syeh siti jenar dalam ajarannya disampaikan kepada orang-orang yang secara kualitas kurang mampu menjangkau alam pikirannya.

banyak cara untuk mendongkrak popularitas melebihi 9 wali. hal ini bisa dilakukan untuk menarik murid dari manapun dan mungkin kapanpun?!. sedikit banyak cerita sakti syeh siti jenar mempegaruhi popularitas 9 wali & muridnya.atau mungkin

syeh siti jenar tidak memiliki kontrol atas dirinnya setelah orangtuannya tidak ada (didapati kemukinan orangtua syeh siti jenar kurang memberikan penghargaan atas prestasi anak-anaknya/ syeh siti jenar kurang memiliki keunggulan diantara saudara-saudarannya) dan alam pikirannya sehingga superioritas didapati melalui alam pikirannya yang dia yakini kebenarannnya dan dipengaruh dampak pergaulan dengan 9 wali.

syeh siti jenar adalah sosok egois, kurang realistis dan seharusnnya hanya membuat buku/mengisi seminar-seminar tentang filsafat ketuhanan/ngajar di perguruan tinggi untuk matakuliah filsafat pendidikan.he9x.bilamana juga syeh siti jenar memang benar mengakui adannya nilai-nilai ketuhanan yang diyakini kita selama ini. hanya saja ada suatu konsep baru dan cara pandang baru pada pola dakwah syeh siti jenar dibandingkan 9 wali meskipun berkeinginan mendongkrak kepopularitasan 9 wali akibat sakit hati/ntah apa namanya.

terlepas dari cerita sakti-sakti, seharusnya 9 wali membarikan ruang aktualisasi dalam semangat dakwah syeh siti jenar.
====================================================================
neh berdasarkan hasil diskusi dengan seorang teman. pemikiran saya tawarkan diblog dan kemudian beliauanya mensepakatinya. berdsarkan hasil diskusi pemikiran saya ada yang ketinggalan untuk disampaikan di blog ini.
bahwa pemahaman kita mengenai syeh siti jenar bisa jadi yang terjadi selama ini hanya pemahaman sepotong-potong. hanya sebuah ide wacana yang ditawarkan bukan sebuah pemahaman yang pragmatis. tentu sekali lagi syeh siti jenar seorang pemikir bukan seorang manager dakwah.

2 komentar:

riza mengatakan...

Kalau boleh ikutan andil suara....

Syeh Siti Jenar bisa adalah cerita sebuah tahapan untuk memahami konsep ke Illahian.
Apa beda Siti Jenar dengan NAbi Isa ?

Mereka adalah proses untuk memahami kehendak dan bahasa Allah, penguasa seru sekalian Alam.
Selain 2 manusia ini masih banyak pula manusia2 di muka bumi yang pernah atau sedang memasuki proses ini, tapi Allah tetap tidak memperbolehkan hal ini terus2an terjadi, manusia tersebut harus kembali menjadi manusia karena manusia bukan malaikat, manusia harus memikirkan manusia yang lain sesuai dengan pengertian Rahmatan lil Alamin, HArus Habluminannas HabluminAllah, karena ini yang PALING benar.

Sampaikan Cerita kepada manusia lain tentang kehendak dan kemauan Allah kepada seluruh umat manusia, ceritakan tentang efek akibat dari setiap perbuatan baik maupun buruk karena ada efek dari setiap perbuatan manusia itu sendiri baik terhadap dirinya maupun terhadap manusia lain.

Karomah atau keajaiban yang terjadi di setiap manusia adalah keyakinannya terhadap Dzat yang Maha Agung, Mereka tidak mudah menyalahkan manusia lain karena AllahLah yang membolak balik hati umatnya, Jika semua manusia baik, jika stiap manusia tidak berbuat salah dan agama hanya Islam maka Al-Quran tidak berlaku lagi, sedangkan dalam Al-Quran secara detil dijelaskan semua yang telah, sedang dan akan terjadi hingga akhir jaman.

Allah Maha mendengar, mendengar setiap jeritan hati umatnya, bersihkan hati agar kita dapat mengerti kemauan hati kita, bersihan hati agar kita tidak terhijab dari Allah......

http://sarden-kita.blogspot.com mengatakan...

senang sekali mas Riza bisa ikut andil... dan menambah warna-warni ilmu & pengetahuan yang kita pahami selama ini.