20081107

ADA MATEMATIKA DALAM ANALISIS KAMI

BUAT LAKI-LAKI
1. bayangan kawin dengan wanita kaya+, cantik+, pinter+
a. laki-laki kaya+, cakep+, pinter+
b. laki-laki kaya+, cakep+, pinter-
c. laki-laki kaya+, cakep-, pinter-
d. laki-laki kaya-, cakep+, pinter+
e. laki-laki kaya-, cakep-, pinter+
f. laki-laki kaya-, cakep-, pinter-
2. bayangan kawin dengan wanita kaya+, cantik+, pinter-
a. laki-laki kaya+, cakep+, pinter+
b. laki-laki kaya+, cakep+, pinter-
c. laki-laki kaya+, cakep-, pinter-
d. laki-laki kaya-, cakep+, pinter+
e. laki-laki kaya-, cakep-, pinter+
f. laki-laki kaya-, cakep-, pinter-
3. bayangan kawin dengan wanita kaya+, cantik-, pinter-
a. laki-laki kaya+, cakep+, pinter+
b. laki-laki kaya+, cakep+, pinter-
c. laki-laki kaya+, cakep-, pinter-
d. laki-laki kaya-, cakep+, pinter+
e. laki-laki kaya-, cakep-, pinter+
f. laki-laki kaya-, cakep-, pinter-
4. bayangan kawin dengan wanita kaya-, cantik+, pinter+
a. laki-laki kaya+, cakep+, pinter+
b. laki-laki kaya+, cakep+, pinter-
c. laki-laki kaya+, cakep-, pinter-
d. laki-laki kaya-, cakep+, pinter+
e. laki-laki kaya-, cakep-, pinter+
f. laki-laki kaya-, cakep-, pinter-
5. bayangan kawin dengan wanita kaya-, cantik-, pinter+
a. laki-laki kaya+, cakep+, pinter+
b. laki-laki kaya+, cakep+, pinter-
c. laki-laki kaya+, cakep-, pinter-
d. laki-laki kaya-, cakep+, pinter+
e. laki-laki kaya-, cakep-, pinter+
f. laki-laki kaya-, cakep-, pinter-
6. bayangan kawin dengan wanita kaya-, cantik-, pinter-
a. laki-laki kaya+, cakep+, pinter+
b. laki-laki kaya+, cakep+, pinter-
c. laki-laki kaya+, cakep-, pinter-
d. laki-laki kaya-, cakep+, pinter+
e. laki-laki kaya-, cakep-, pinter+
f. laki-laki kaya-, cakep-, pinter-

BUAT PEREMPUAN
1. bayangan kawin dengan laki-laki kaya+, cakep+, pinter+
a. wanita kaya+, cakep+, pinter+
b. wanita kaya+, cakep+, pinter-
c. wanita kaya+, cakep-, pinter-
d. wanita kaya-, cakep+, pinter+
e. wanita kaya-, cakep-, pinter+
f. wanita kaya-, cakep-, pinter-
2. bayangan kawin dengan laki-laki kaya+, cakep+, pinter-
a. wanita kaya+, cakep+, pinter+
b. wanita kaya+, cakep+, pinter-
c. wanita kaya+, cakep-, pinter-
d. wanita kaya-, cakep+, pinter+
e. wanita kaya-, cakep-, pinter+
f. wanita kaya-, cakep-, pinter-
3. bayangan kawin dengan laki-laki kaya+, cakep-, pinter-
a. wanita kaya+, cakep+, pinter+
b. wanita kaya+, cakep+, pinter-
c. wanita kaya+, cakep-, pinter-
d. wanita kaya-, cakep+, pinter+
e. wanita kaya-, cakep-, pinter+
f. wanita kaya-, cakep-, pinter-
4. bayangan kawin dengan laki-laki kaya-, cakep+, pinter+
a. wanita kaya+, cakep+, pinter+
b. wanita kaya+, cakep+, pinter-
c. wanita kaya+, cakep-, pinter-
d. wanita kaya-, cakep+, pinter+
e. wanita kaya-, cakep-, pinter+
f. wanita kaya-, cakep-, pinter-
5. bayangan kawin dengan laki-laki kaya-, cakep-, pinter+
a. wanita kaya+, cakep+, pinter+
b. wanita kaya+, cakep+, pinter-
c. wanita kaya+, cakep-, pinter-
d. wanita kaya-, cakep+, pinter+
e. wanita kaya-, cakep-, pinter+
f. wanita kaya-, cakep-, pinter-
6. bayangan kawin dengan laki-laki kaya-, cakep-, pinter-
a. wanita kaya+, cakep+, pinter+
b. wanita kaya+, cakep+, pinter-
c. wanita kaya+, cakep-, pinter-
d. wanita kaya-, cakep+, pinter+
e. wanita kaya-, cakep-, pinter+
f. wanita kaya-, cakep-, pinter-

kamu bisa menilai (potensial prosentasi; mengatakan: benar & salah; match & tidak match; mungkin & tidak mungkin; bisa & tidak bisa; dll) minimal sebatas penilaian pengindraan. Berarti kamu menolak relatifisme dan tidak menolak kebenaran saat ini. atau kamu memang tidak benar-benar mencobanya!.Hukum itu diciptakan oleh-Nya dibumi bekerja adanya dan SALING BERKAITAN, tidak ada penghancuran atau pemusnahan energi yang ada yang ada hanya perubahan tapi hukum itu tetap ada dan saling berkaitan hingga kita bisa menilai/menghitung sampai saat ini. KESALAHAN itu ketika kamu tidak memperoleh cukup pengetahuan dari apa yang kamu peroleh selama ini. Maka "iqra": bacalah! atau kamu memang BUKAN AHLINYA maka: TANYAKAN!.
Meskipun tidak mengenyam pendidikan tinggi, lihatlah kualitas ilmu dan pengetahuan kita masing-masing yang kita peroleh selama ini mencoba membaca dengan keahlian masing-masing (baca:rumusan matematika). Gak nyadar kita saling melengkapi! dan membutuhkan diantara kita?!.. Hanya saja terkadanga (sering) kita egois dengan kepemilikan ilmu pengetahuan kita, dan terjebak situasi emosional dalam menyikapi segala hal! Tanpa mencoba merenung, menarik kebelakang, terbuka, jujur dan mencoba melawan arus.
di metode kualitatifpun kami menemukan matematika (complexs math).
di masyarakatpun kami menemukan matematika.
di friendsterpun kami menemukan matematika.
di mana-mana kami menemukan matematika.

Cobalah untuk mengerti maksud tuhanmu menciptakan hukum-Nya di bumi ini dengan menjawab satu pertanyaan:
1. laki-laki kaya-, cakep-, pinter- dengan wanita kaya+, cakep+, pinter+
"bagaimana penilaianmu?"

Silahkan berdo'a....

Tanpa berTuhan seseorang bisa menilai dengan mengatakan: bodoh/tidak bodoh; perbuatan membunuh waktu/perbuatan tidak membunuh waktu.

relatifism** memperpanjang rumus matematika tanpa melihat dasar sebenarnya. Jika pada contoh diatas sendiri maka kemungkinan jawaban besar mereka:
"belum tentu! Iyah wanita kaya+, cakep+, pinter+ tapi kalo laki-laki kaya-, cakep-, pinter- tapi beriman dan berdo'a pada Tuhan Yang Maha Esa"
Tuch kan nambah rumus lagi ceritanya???.
padahal pertanyaan sederhana:
"laki-laki kaya-, cakep-, pinter- dengan wanita kaya+, cakep+, pinter+"
________________________
**neh mereka hobby mengulang "kata belum tentu", "tapi", dan tentu juga nambah bahkan memperpanjang pertanyaan yang jelas-jelas subjekti! (hati dalam spiritualism selama ini dianggap menjebatani hal yang irasional menjadi rasional) lebih dari itu ada yang menganggap diri mereka kritis.
_________________________________________________________________________
lagi-lagi kami mengatakan: Trancendently itu ada ketika kamu masih menanyakan berapa pahala/dosa yang kamu perbuat saat ini! dan mungkin detik ini!. atau menanyakan adakah mukjizat hari ini. Disitu kamu menemukan relatifism. atau jangan-jangan keajaiban itu ketidaksengajaan hukum alam yang mendatangkan "kejaiban" sehingga tanpa pengkritisan lebih dalam. Yup! berhenti pada yang enak-enak. Yahhh...sutralahh... semoga kita sejejar diantara para nabi (orang-orang pilihan).
.
Semuanya bisa belajar (apa saja) tanpa harus sekolah!. Tapi sayang ijazah itu penting!.
Cobalah membaca hukum-Nya dan terapkan metematika pada banyak hal!. peluang, korepondensi satu-persatu, himpunan, bilangan, dll.

Tidak ada komentar: